Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 129


__ADS_3

tadi pagi, kau memang baik hati nak, hiks huaaaaaaaaaaaaaaaa kau terlalu baik kau cocok untuk putriku huaaaaaaaaaaaaaaaa hei ayah jangan oh yah kau benar sayang gimana kalau itu terjadi maka kesehatan pemuda ini juga membaik. Hmm usulan itu membuat otak mereka berhenti sejenak, dan para sel melihat satu sama lain untuk mencerna perkataan nyonya baik itu tapi bagi si bucin angkut bodoh berotak otok itu bukan masalah sama sekali "wah itu ide yang bagus hahahaha mulai sekarang kau menantiku" Begitu ceritanya hahahahaha karena ulah kingkong itu kau hahahahahaha. Tawa bruv membuat Frea menjadi kesal karena cerita tentang dirinya yang malang membuatnya tertawa ha

__ADS_1


itu artinya kau menghinaku, ini tidak bisa di biarkan. (menarik kera baju bruv sambil berkata dengan keras sekaligus kasar seperti seorang berandalan) "apa maksud mu ha" yah itu sangat menyedihkan punya keluarga seperti ini sambil melihat ayah Frea tersenyum dan semuanya muntah melihat senyuman itu. Membuat bruv ingin berkata "kasian sekali nasibmu itu", cih kalau kau menghinaku, hina saja tapi jangan mengasihani ku seperti ini, asal kau tau saja, aku tidak mau menikah begitu saja dengan dia., ya ya ya aku menyerah (melepaskan genggaman kera bajunya) jangan lupa bersihkan toko kalian ya. Bruv pergi begitu saja dengan menyebalkan dan sangat menyebalkan, sampai segelas bir mengarah padanya tapi sayangnya, itu terkena Ricci yang menyebabkan nya terjatuh ke lantai dan berdarah namun Ricci tidak mengatakan sepatah katapun atau reaksi apa pun saat kepalanya berdarah, dia hanya menampakkan wajah datar tanpa emosi apapun saat itu, dan si brengsek itu kembali lagi sambil berkata "hayo tanggung jawab Frea, nanti kamu dimarahi ayahmu loh" Berisik, sambil melempar sandalnya ke arah bruv yang bergegas berlari dan menghindari serangannya. kemudian saat sinar mentari naik ke jendela sehingga mengenai mata. tandanya hari sudah berganti dan pagi yang indah ini aku mengunjungi kamar Ricci untuk minta maaf begitu lama, lama dan lama, kesabaran ku sudah habis dan aku marah sehingga mendobrak pintu karena telah menunggu jawaban dari nya di balik pintu tapi tak kunjung di jawab, alias "sepi". Dan karena sepi dan kemarahanku memuncak saat ini. sebuah kertas terbang dan menempel di muka ku dan itu bertuliskan "lari ada banteng" Aku bukan banteng dasar sialan. Frea ada apa, ada Bajing*n yang menggataiku banteng. Banteng yang ada Didalam pikiran ibu Frea adalah banteng dengan mata sipit serta wajah yang tegas membuatnya sangat disukai siapa saja, apalagi wajah imutnya saat marah, dan tanduk yang menjulang menambah ke imutan si banteng, bagi emak Frea yang pecinta wajah garang berkata "kyaaaak imuuuuuut, Frea ku benar-benar imut jika jadi banteng" Jangan menghinaku ibu. Aaa imut sekali

__ADS_1


Aku melihat Wajah ibu yang mirip seperti para penggemar kpop yang sudah terlalu bucin terhadap apa yang ia sukai tapi ini melewati standar selera yang sangat ekstrim karena selera anehnya adalah "menyukai wajah tegas dan menyeramkan" Sama dengan pencinta horor yang dianggap lucu seperti melihat anak kecil dengan pipi yang cuby. Ugh aku merinding rasanya mempunyai ibu seperti ini, dan mempunyai ayah tegas dan menyeramkan yang pandai memasak jika tersenyum sedikit udah kayak

__ADS_1


__ADS_2