
darah menyiciprat ke pipiku, lantas aku terbangun, akan tetapi saat membuka mata, aku melihat Langit-langit yang asing, ruangan kecil dan sederhana hanya ada ranjang dan meja. "Oh ternyata kamu sudah bangun" (menganggukkan Kepala) Terima kasih sudah menolong saya ungg , aduh anak ini kenapa bangun ,cepat berbaring tapi nyonya sudah susah payah membawa makanan saya kesini setidaknya..., hah dasar anak ini baiklah baiklah tapi jangan terlalu memaksakan diri ung baik. Hmm makanan yang dibuat nyonya sangat enak Terima kasih, huhu sungguh anak baik (mengusap rambut chen) cepatlah sembuh ya. Chen tersenyum sesaat sebelum nyonya baik itu pergi. Beberapa hari telah berlalu di kamar yang tenang dan nyaman walaupun ukurannya kecil serta sedikit debu memang cocok untuk tempat pemulihan yah walaupun dibawah sedikit.... (☞ ͡° ͜ ʖ ͡°☞ thermie adalah tempat yang ramai penuh orang m̶e̶n̶a̶k̶u̶t̶k̶a̶n baik bercengkrama, makan, ataupun menginap) ramai. "maaf ya disini sangat ramai, tidak apa nyonya".kata chen dengan tersenyum kemudian memakan makanannya
__ADS_1
Pintu terbuka dengan keras, sehingga mengagetkan semua orang kecuali chen yang makan dengan tenang. Seseorang yang datang itu berbadan besar tinggi dan berotot duduk disebelah chen yang bertanya apakah dirinya orang baru di sini, chen berkata dengan tenang "iya" apakah makanannya enak, iya ini enak oh apakah kau punya rekomendasi makan yang lain, hehehe tentu saja woi nyonya satu bir dan satu mie hijau untuk bocah ini (sambil mengacak-acak rambut chen). Saat makan, Chen mendengar semua orang tertawa dan memberi nasehat untuk nya walaupun dengan nada yang mengejek "Hai kurus makanlah yang banyak agar cepat tumbuh" Hei Jack dia sudah tumbuh, hah itu disebut tumbuh lebih pantas disebut bo, cah hahahaha. Hei hei bocah apa ibumu memberi mu makan hahahaha, cepatlah sehat dan hajar mereka, saat maju dia kencing di celana hahahaha. Terima kasih makanannya nyonya ini sangat lezat (chen tersenyum dan menghiraukan mereka), lihat lihat dia menghabiskan makan nya, kenapa tidak makan sekalian piringnya hahahahahahahaha
__ADS_1
Saat keluar, chen berpapasan dengan seorang perempuan cantik tapi chen hanya lewat saja tanpa melirik sedikit pun. Akan tetapi auranya itu membuat perempuan cantik tadi menoleh kearah nya "Frea" Kata sang ayah dengan nafas terengah-engah "kau kejar dia" Siapa, pria rambut hitam, .... (menaruh kayu bakar) memangnya kenapa ayah, dia baru sembuh beberapa hari yang lalu, jadi temani dia jalan jalan ya. Oh baiklah. Chen berjalan dengan tenang walaupun mengetahui bahwa ada seseorang yang mengikutinya, dia berjalan ke sebuah kios dan membeli makanan disana sambil berbicara dengan pemilik kios kemudian dia mampir ke sebuah perpustakaan tak lama kemudian "loh dia kemana" Apa yang sedang anda cari nona, saya mencari laki-laki rambut hitam tinggi dan...., dan?, kau tadi dari mana, "apakah nona mengenalku" kata Chen yang berganti pakaian yang modis seperti bangsawan eh ah ti tidak maafkan saya tuan sa saya salah mengenali orang, oh kalau begitu sampai jumpa, Hei (memegang tangan) kau tau jalan pulang, apa Maksud..." chen belum menyelesaikan ucapan nya dan wanita itu langsung menariknya pergi namun chen menarik kembali tangan nya sambil berkata "jangan menarik ku sembarangan" Setelah itu chen pergi meninggalkan perempuan itu
__ADS_1