Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 48


__ADS_3

lantai itu retak dan langkah kedua retakan-nya semakin membesar dan dalam mengikis permukaan alam bawah sadarnya jikalau ia nekat melangkah maka ia akan menghadap sang Khaliq. tapi tekat nya untuk menjauhkan takdir kelamnya ke para adik-adiknya dan membuat mereka bahagia begitu kuat dan tak serapuh permukaan alam sadarnya maka dari itu dia lari berlari sekencang-kencangnya semampu yang ia bisa tapi Paiyu yang mengharap kalau kakak bagun dari mimpinya yang panjang itu kembali kepada mereka lagi tapi itu hanya harapan belaka kakak tak bangun pun sama sekali, kata Paiyu yang berpaling dari chyou dengan sedih tapi suara teriakan orang terjatuh dengan sangat keras memanggil namanya membuat nya terjun dari pelukan chen kemudian berlari sangat cepat di susul dengan nuan

__ADS_1


Saat melenggok pas ia membuka pintu dengan nafas yang terengah-engah, si kembar melihat jari kakaknya bergerak setelah sekian lama membuat mereka tersenyum sambil berteriak "kakak" dengan ingus yang meler tak karuan, membuat Chyou bertanya "kenapa kalian menangis hmm Paiyu nuan" Huaaaaaaaa kakak kakak, iya kakak disini jangan menangis. Hei kalian jangan bersik di..... "Chen" Eh satu kata itu kata itu namaku apakah aku tidak salah dengar kakak memanggil namaku lebih dulu dari pada si anak nakal itu. Suasana ini canggung satu sama lain diantara dua kakak yang paling besar (☞ ᐛ ☞ maksudnya itu Chyou dan Chen) dan melihat ingus yang hampir mengenai tangan kakak, chen langsung memindahkan mereka sambil marah-marah dan membersihkan ingus mereka lalu memanggil dokter kemudian memberitahu berita ini ke kediaman Ye dengan keadaan tidak percaya juga menggebu-gebu. Hei tenanglah kami tau tuan Yu sudah sadar, jadi cuci muka mu jangan sampai ingusmu itu keluar, apa kau kira aku anak kecil, yah memang begitukan adanya chen si adik kecil, hei jangan menghinaku Yelu, oh ya lalu kenapa suaramu patah-patah gitu seperti orang menangis. Eh benarkah, ya tentu saja dan tenangkan lah dirimu cuci mukamu itu kami kesana sebentar lagi, u ung aku akan menggangu kalian terimakasih. Saat dirinya mematikan Smartphone nya, tangan chen bergemetar dan air mata menetes ke tangan tanpa sadar, hah kenapa aku menangis jika dilihat seperti ini aku terlihat seperti mereka.

__ADS_1


Oh chen kamu sudah datang, iya kakak bagaimana pemeriksaannya, yah itu sudah selesai dan seperti biasa kau tau kan apa katanya, seketika chen tertawa mengingat kejadian saat di rumah sakit Swiss yang lucu dan begitu pun dengan kakak yang mempunyai pemikiran yang sama seperti ku dan ia pun ikut tertawa, ih kenapa kakak kakak tertawa apa yang lucu, ung coba katakan ami ingin tau, hmm baiklah aku katakan sejujurnya 'itu rahasia' apa ih kakak jahat kakak jahat "woi lihat siapa yang jahat menghilang dari pesta tanpa bilang-bilang" Eh emangnya siapa yang hilang, chen melirik ke arah si kembar emm itu kakak ami tidak lakukan itu, lalu kenapa kalian pergi dari rumah teman kalian tanpa bilang pada bibi An atau paman Ye mu hah (☞ ᐛ ☞ paman Ye yang dimaksud Chen adalah Yelu yang bermaga 'Ye' jadi secara otomatis Paiyu dan nuan mamaggil yelu dengan panggilan paman Ye) eemm itu kayena

__ADS_1


__ADS_2