
entah mengapa aku merasa di kendalikan "hei cepat jalan" i iya tuan. dia berjalan begitu cepat padahal orang itu sangat gemuk dan juga tinggi seperti sebuah pohon besar jika aku mendongah melihatnya. Tubuhku yang kecil kurus membawa tas besar dan berat, aku tak larat mengangkatnya namun aku harus kuat berjalan jika aku jatuh pasti akan kena cambuk berkali-kali. Satu persatu langkah kaki ku yang gemetaran mulai berjalan, ke sebuah villa yang usang, gagak berkicauan mengelilingi villa. penjual budak mulai bertransaksi dengan seseorang yang akan membeliku, saat itulah aku melirik sebentar melihat orang itu yang sangat menyeramkan sampai petir menyambar kesebuah pohon. nyala api di pohon itu membuatku melihat dengan jelas kenyataan yang membuatku gemetaran, ingin menangis dan...... Dia "ka kak" Hmm. Tatapan tajam itu mirip tokoh jahat anime Jepang yang biasanya mereka sebut raja iblis. tapi tatapan itu lebih tajam dari pada yang kalian duga dan melebihi sebuah pedang yang sangat sangat tajam bahkan pistol pun kalah kecepatannya saat menembus sebuah objek. Atmosfer yang semakin kuat dan berat menyesakkan dada, tubuhku membeku seperti patung, darah keluar dari mulut serta hidungku. Penjual budak menendang ku sangat kuat karena aku tak berguna sampai tak laku untuk di jual.
Disisi lain "tuanku, hamba melapor" Katakan, ada kekacauan yang membuat kelinci percobaan di pusat farmasi menjadi gila dan tak terkendali, mohon tuanku menyelesaikannya, Dasar tak berguna. Api membakar tubuh orang yang melapor itu sampai tak tersisa, aroma amis darah panggang, membuat para serigala, anjing, hiena dan sejenisnya langsung berlari memakannya (tubuh yang terbakar) dengan lahap seperti orang kelaparan. Jika kau berhianat kau akan mati, jika gak berguna kau jadi makanan anjing, jika kau berani maka tubuhmu akan terluka. apa pun itu, kau akan tersiksa tak peduli apa perbuatan mu. Sebab Hukum yang diterapkan ini kejam nan sederhana yaitu "mati atau tersiksa" terbunuh atau dibunuh, dimangsa atau dimakan, hancur atau dihancurkan. apa pun pilihan mu kau akan mati karena hidup itu berat maka akan diakhiri dengan kematian dengan cara yang sadis ataupun terhina dan silahkan dipilih, apa yang akan kau pilih untuk jadi hukumannya sekarang juga tanpa melewatkan satu detik sekalipun. jika tidak bisa, biar alam yang memberikan hukumannya karena itulah hukum disini "patuhilah kalau tidak, alam akan menghukum mu" namun aku keluar dari sini dan bertemu pemilik ku dia adalah seorang petualangan juga seorang apoteker..... Mungkin? karena aku tak yakin apakah pria gondrong berkacamata dengan wajah pucat sedang berdiri membelakangi pintu itu adalah tuanku "hei tuan aku bukan rentenir" Oh be benarkah, iya saya kemari membawa budak yang anda beli, wah terima kasih tuan ini uang tipe nya kemudian menutup pintu sambil menghela nafas lega, ia berjalan kearah budak yang baru dibelinya sambil berkata "syukurlah kamu baik-baik saja" Kemudian pingsan, dengan sigap aku memeriksa denyut nadi, nafas dan dahinya. Haah untung saja dia cuma demam ringan, entah apa yang terjadi padanya hingga seperti ini. setelah itu hari mulai berganti, matahari bersinar tepat ke wajahku "hoam" dengan linglung aku bertanya sekarang jam berapa ah apa aku ketiduran ya, kakak pasti..... Bruk. tangan yang