
melihat ke arahnya dan memanggil namanya dengan senyuman yang hangat membuat Andrew meneteskan air matanya. Saat air mata itu mulai menetes kemudian berlari memanggil ibunya namun dirinya terjatuh. wanita itu berlari ke arahnya dan tubuh yang waktu itu masih kecil diangkat oleh ayah kemudian sang ibu menenangkannya, namun sesuatu yang berat jatuh ke depannya sehingga membuat Andrew berteriak "ibuuuu....," Andrew bangun dan dengan nafas yang terengah-engah sambil berkata ternyata itu hanya mimpi namun apakah tadi yang menimpa kami tadi, apakah itu monster.
__ADS_1
Matahari bersinar dengan terang menyilaukan mata Andrew sambil berkata apakah sekarang sudah siang, "oh tidak aku terlambat " Andrew membuka pintu dan melihat keluar tidak ada siapapun bahkan pengawal yang biasa berjaga di pintunya. "Ekhem anda mau kemana" sa saya mau melihat Ella sebentar, tidak bisa ya baiklah, jika itu yang anda inginkan baiklah, eh apa, anda boleh kemana pun walaupun sebentar saja, terima kasih, saat sarapan biasanya ditemani oleh tuan Duke namun kali ini berbeda sehingga Andrew bertanya "apakah tuan Duke tidak datang" maaf untuk beberapa saat Duke tidak akan datang untuk sarapan. Andrew sudah menduga bahwa itu terjadi, karena Duke mempunyai pekerjaan yang harus dikerjakan dan dia tidak punya hak untuk terus diperhatikan karena Andrew bukan saudara, anak maupun keponakan bagi Duke melainkan hanya seorang anak yang menumpang di kediamannya karena sebuah janji Duke dengan bibinya.
__ADS_1
"Aku menakutkan ya" Andrew terkejut saat tuan duke mengatakan seperti itu dan memakai topengnya kembali maka dari situlah mengapa tuan Duke selalu memakai topeng karena bekas luka tamparan yang tuan Duke dapat dari membelaku saat bibi Valerie mengobati kakiku dengan cara yang kasar. Kemudian Andrew memberi tahu alasan mereka tinggal bersama Duke kepada adiknya dan Ella mengejar tuan Duke namun tidak bisa
__ADS_1