Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 130


__ADS_3

pemangsa yang ingin memangsa orang di depannya. Hais kenapa nasibku sial sekali, punya keluarga menyeramkan seperti film horor dan aku di nikahkan sama orang yang baru ku kenal, tapi setidaknya ayah bersembunyi di dapur setiap toko dibuka, dan mengapa juga genre novelnya jadi horor sih. Sial, apa ini alasannya ibu menikah dengan ayah. (☞ ͡° ͜ ʖ ͡°☞tolong amarahnya direndahkan wahai penduduk novel) ba baik author, Ehm ibu, ya sayangku, sepertinya kesayangan ibu hilang, tidak, dia ada disini, ma maksudku bukan aku tapi Ricci, memangnya kenapa dengan suamimu, dia itu calon ibu "calon" hei jangan malu begitu, dia akan jadi suamimu beberapa hari, ish ibu ini, jangan mengatakan itu, dasar menyebalkan. (☞ ᐛ ☞ mode anak anjing diaktifkan) walaupun begitu Frea, ibu hanya memintamu untuk menemaninya saat hidupnya akan berakhir, kata kata itu menggetarkan hati Frea sehingga ia menghentikan langkahnya kemudian bayangan tentang kejadian hari itu muncul di benaknya. Saat itu mereka bertiga (keluarga Frea) beradu pendapat dengan sengit, memanas dan mencekam. Sampai membuat Chen sedikit takut begitu juga dengan tubuhnya yang gemetaran dengan sendirinya seperti melihat hantu. Tanpa ia sadari, dirinya bersembunyi dibawah meja, memeluk kedua kakinya seperti anak kecil yang ketakutan, saat melihat situasi, sebuah panci mengarah ke arahnya dan untung nya itu hanya melewati dirinya walaupun beberapa senti.


Dan seperti halnya kucing yang terkejut mendengar suara panci yang jatuh, Chen langsung melompat ke kursi mendengar panci tadi bersuara dengan keras saat jatuh ke lantai dan membuat semua orang tertawa melihat kelakuan Ricci si kecil ikal penakut (☞ ͡° ͜ ʖ ͡°☞ Ricci adalah nama baru chen yang hilang ingatan) dan Ricci menyembunyikan wajah malunya saat semua orang menertawakannya "nak bagaimana menurutmu tentang anak ku" eh emm dia cantik dan imut. seketika pipi Frea memerah setelah mengetahui bahwa dirinya dibilang cantik, kemudian ibu menyenggol Frea dengan berkata "oho cantik dan imut" i ibu, ayah mengapa tiba-tiba ayah bertanya pada.., bagaimana kau menikah dengannya, jangan berkata sembarangan ayah, tapi ini kebenarannya loh, dasar menyebalkan, eits gak kena, awas kau. Hiyak para permirsa kembali lagi di pertarungan ayah anak, saat ini mereka bertarung lagi dengan sengit, kejam dan tak berperasaan, apa yang terjadi pada mereka saat ini, tentunya itu semua ada ditangan juri. chen (juri) hanya diam dan berfikir sejenak sebelum menemukan jawabannya ia melihat ke arah kedua belah pihak tapi sayangnya saat ini mereka sedang bertengkar. Jadi ia menyampaikan nya kepada nyonya pemilik penginapan (wasit) untuk menghentikan mereka berdua tapi wasit berkata "tenang saja walaupun mereka kasar, mereka tidak akan menyakiti satu sama lain" Karena keputusan wasit sudah bulat, keyakinan si juri sedikit goyah, wah dia berdiri para pemirsa, sepertinya kita akan tau siapa yang akan jadi Juaranya kali ini tapi setelah cuplikan berikut ini. Kalian jangan bertengkar lagi, ji jika Frea tidak mau jangan memaksanya lagi, lagi pula saya tidak becus merawat kakak saya apa lagi... Jika Frea di sisiku maka.. Mungkin...Nasibnya sama seperti kakakku. Jadi Frea maaf. oh uwoooh dia menolaknya para pemirsa bahkan di tolak mentah mentah lagi hahaha "iya aku mengerti" entah mengapa hatiku seperti tercabik-cabik


__ADS_2