Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 142


__ADS_3

deras memeluk adik kandung nya yang tampak persis seperti kakaknya yang selama ini ia rindukan. "Entah mengapa cerita itu sedikit mirip dengan ku" Kata bruv kecil dengan sedih, angin berhembus dengan lembut begitupun dengan tangan Aspen yang ingin mengelus kepala bruv tapi... "Aspen kau akan selalu bersama ku kan" Kata-kata itu menghentikannya mengelus kepala bruv, dan pertanyaan itu tidak bisa dijawab oleh Aspen karena dia tau bahwa waktu dirinya disini tinggal sedikit, "maaf kau tak perlu memaksakan diri untuk ku" Kau boleh ambil cuti panjang beberapa tahun jika kau mau Aspen, ya terima kasih tapi anda pasti akan menyesalinya suatu hari kalau saya pergi. tidak, aku pastikan itu tidak akan terjadi Aspen, kau tenang saja sekarang aku mungkin sudah sedikit mendekati kehebatan kakak walaupun hanya tiga persen nya sih hehe, disaat waktunya telah tiba anda harus baik-baik saja dan tidak boleh nakal dan mengganggu orang lain lagi jadilah lebih ceria,bahagia,tak perlu sempurna. selama anda sehat itu saja sudah cukup, huh hahaha kau mirip seperti ibunda hahaha. saya tidak mirip dengan yang mulia, aku tau itu, tapi kau mirip seperti nya Aspen. Sejak hari itu aku mulai tidak melihat Aspen lagi walaupun aku sudah menduganya kalau dia pergi namun tidak dengan cara seperti ini.


Aspen kenapa kau, pergi, cepat pergi dari sini, tidak aku aaarggg. Bruv langsung memegang tangannya yang hancur karena kejadian itu, menutup matanya dibawah air hujan seperti terakhir kali, nasib tragisnya juga terulang lagi "haah hidup selalu seperti ini, sungguh sangat kejam" walaupun hujan turun tidak bisa menutupi kesedihanku hiks, tidak aku tak boleh begini, aku sudah berjanji bahwa aku tidak akan menyesali kepergian nya Karena aspen "hm anda bertanya kenapa saya begitu" Em aku selalu penasaran dengan cara mu menyikapi mereka (☞ ͡° ͜ ʖ ͡°☞ bruv bertanya sikap aspen yang merupakan "anak kecil" yang ada pada cerita yang tadi ia ceritakan) mungkin itu cara saya tersenyum kepada nasib, tersenyum pada nasib? ya, saya berfikir jika saya tersenyum pada nasib mungkin nasib akan tersenyum kepada saya, eh hm aku masih bingung tapi aku akan mencobanya, anda pasti biasa, em. saat itu aku terlalu polos mengikuti perkataan aspen tentang takdir, apa gunanya itu hahaha takdir cih tidak ada hal itu untuk ku karena aku sudah dikutuk (´~` ☞ mari kita kembali ke kondisi saat ini) hmmm aku merasa dia mirip dengan ku yang membawa nasib terkutuk ini tapi ada begitu banyak orang yang menyukainya juga banyak orang yang ada disisinya karena sedikit bantuan darinya bisa menolong banyak orang tidak seperti ku "kakak" Chen langsung berbalik sambil berkata Paiyu Nuan, eh siapa itu, ah ternyata kamu ziu, em, anu tuan ricci, panggil saja kak rich, iya kakak Rich, em b bisa kah kakak menolongku membacakan surat ini, ya tentu saja. Wah ternyata ayah akan datang yey, dia mirip dengan ku saat bersama Aspen, aku harus beri tau ibu tentang ini dadah kak rich, ricci melambaikan tangan nya kemudian berbalik arah sambil berkata "berhenti bersembunyi, tunjukkan dirimu" ternyata kau peka sekali ya, terima ack kenapa kau melemparkan kacang itu


__ADS_2