
buku aslinya kakak simpan disini tapi apakah judul buku ini memang begini ya hmm yah terserah mari kita bu ack. Sesuatu jatuh dari atas menerpa chen yang sedang membuka buku merah tersebut berkali-kali membuatnya kesal sehingga dia keluar dari ruang rahasia memarahi orang yang melemparnya dengan marah marah dia menghilang, awas saja kau kalau kau melakukan lagi. Tapi tidak ada orang di sana sehingga ia duduk dengan kesal membuka buku dan seperti biasa sesuatu jatuh dari atas chen langsung menghindar tapi malah tertimpa batu bata ringan dia menghindar lagi lalu datang lagi yang lebih buruk lebih keras dari barang yang jatuh sebelumnya diapun berteriak bangsat kau bajinga* eh kenapa aku disini disofa rumah sakit ruang inap Chyou dan saat ia menoleh, kakak langsung menyembunyikan tisu yang ingin ia lempar. Kakak apa yang kau lakukan, eh tidak ada tuh emm ini enak juga, jangan pura-pura aku buta kakak, oh begitu aku mengerti mau bubur, tidak aku tidak mau, Kenapa juga kakak melakukan itu, padahal aku baru saja hampir..." Chyou memiringkan kepalanya sambil berkata "hampir apa ?" Jangan bersikap polos begitu setelah apa yang kakak lakukan, Yu chen apa begini caramu berbicara pada orang yang lebih tua, maaf aku terlalu terbawa emosi kata Chen sambil melepaskan cengkraman di kera baju kakaknya namun itu tidak membuat ya bisa meredakan amarah sang kakak. Sebaiknya kau kontrol amarah mu coba lihat, kau membuat sarapan pagi ku berantakan,di tambah lagi kau marah tanpa sebab. Aku tidak marah tanpa sebab itu karena kakak duluan yang melemparkan tisu itu kepadaku, kau marah karena hal sepele seperti itu. Kakak jangan bicara dengan nada seperti wanita itu, sudah ku bilang kan Yu chen jaga amarah mu kau tau bukan hanya kau telah menghancurkan sarapan ku tapi dengkuran mu menganggu saat sarapan, apa kau puas menghancurkan pagiku hah. Kakak sangat marah dan baru pertama kali kakak memarahiku seperti ini namun harga yang dibayar kakak adalah rasa sakit di ulu hati tak tertahan sakitnya yang begitu luar biasa dan itu membuat ku khawatir tentang kesehatannya, rasanya tangan ini ingin menyentuhnya dan menguatkan-nya tapi hatiku dan pikiran ku tidak mengizinkanku untuk menyentuhnya karena aku tidak layak untuk itu, maaf aku tidak bermaksud, cukup kau tidak perlu minta maaf sebagai gantinya bersihkan lantainya aku gak mau itu berserakan.
Chen mematuhi omongan kakaknya untuk membersihkan apa yang dia perbuat barusan tanpa ada penyesalan ataupun rasa marah lalu saat kakak tertidur lelap datanglah dokter untuk pemeriksaan rutin. Setelah beberapa saat akhirnya waktu makan siang pun tiba dengan memberanikan diriku meminta maaf karena dengkuran ku mengganggu kakak sarapan bisakah kakak memafkan ku hmmm baiklah aku memafkan mu tapi jangan sampai itu terjadi lagi, iya aku tau maaf Walaupun itu pertama kalinya aku mendengkur (bergumam). chyou sedikitĀ tertawa sambil berkata bahwa Chen akhirnya mengaku bahwa dirinya mendengkur, katanya sambil memutar rekaman suara dengkuran Chen disertai mengigau dan itu membuat kakak tertawa saat mendengarnya. Kakak jangan tertawa, hahaha maaf hahahaha, berhentilah kakak, jangan tertawa lagi, hentikan, kenapa kakak merekam itu, hmm apa kau penasaran aku akan