
masa depan. Hiks kau enaL aiyu aku.... ridak acan dekat ekat engan akak lagi. ima aci uan, kata paiyu dengan senyum leganya berjalan ke luar kemudian masuk ke ruang rumah sakit tempat kakak nya tidur di samping alat bantu yang banyak melekat di tubuh chyou yang berbaring seolah tak berdaya ditambah dengan suara alat pendeteksi detak jantung membuat suasana menjadi sedih, hening dan menyayat hati melihat kakak tertua berbaring seperti seseorang yang sudah mati. Saat nuan memanggil kakaknya, tidak ada jawaban dan hanya suara mesin mendeteksi jantung yang terdengar. "Kakak ua, kenapa kakak tidak bangun" Itu pertanyaan yang tidak bisa chen jawab karena melihat kakaknya yang berbaring di ranjang rumah sakit membuatnya teringat masa lalu dan itu membuat hati chen sakit jika mengingatnya karena itu merupakan bagian trauma terberat untuk nya, dan walaupun mata mereka di tutup dengan kain tapi chen bisa melihat ekspresi mereka yang sama dengannya dulu. Haaah nuan dengarkan aku, kakak saat ini. "Sedang berjuang", chen melihat paiyu seakan dia percaya kalau kakak akan sembuh dan itu mengelitik hati chen, iya kakak sedang berjuang melawan penyakit itu, jadi mari kita sambut kakak saat dia sembuh, ung ka kakak epat cembuh, paiyu au kakak bica mengayakanya. Ung kakak ami ungu kakak ci umah dengan hadiah becal untuk kakak,
__ADS_1
Hmm melihat mereka senyum membuatku sedikit tenang dan entah mengapa aku tau perasaan kakak saat memutuskan untuk membesarkan mereka. Pada hari itu kami ke ruang bayi melihat anak wanita itu yang terlahir prematur, dia sangat mungil juga jelek sehingga aku benci Melihatnya, haah mereka itu sangat mudah menangis dan itu membuatku frustasi tapi saat kakak menggendongnya mereka tenang sekali dan begitupun dengan kakak yang pertama kalinya aku melihat kakak se-damai itu dan seakan-akan beban di pundaknya terangkat, kemudian kakak memberi nama mereka paiyu dan nuan yang berarti teman satu sama lain mengisi kekosongan masing-masing dengan hati murni penuh ketulusan juga sifat yang ramah penuh ceria. Dengan adanya nama itu kakak berharap mereka tumbuh tanpa kekurangan walaupun tiada ibu. Yah harapan itu memang indah tapi kenyataannya kakak terus di susahkan oleh mereka dan terpaksa harus minta bantuan bibi untuk membantunya pfft hahaha aku teringat kakak masak dan tak sengaja makan cabai hahahaha. Karena terlalu mengantuk mengurus si kembar kakak bahkan hampir jatuh sakit tapi untung saja ada bibi yang bergantian menjaga anak nakal itu "kakak makacih, kakak epat embuh ya, paiyu au kakak bica mengayakanya. Ung kakak ami ungu kakak ci umah dengan hadiah becal untuk kakak ". Melihat mereka yang sudah tumbuh sebesar ini tak terasa waktu telah berlalu begitu cepat ya kan kakak, dulu mereka sekecil tangan kakak tapi sekarang mereka tumbuh tinggi juga sehat seperti anak normal lainnya dan.... Akhirnya harapan kakak tercapai walaupun begitu aku (memegang dadanya dan terngiang-ngiang kata dokter yang membuatnya ketakutan) sama seperti mereka aku juga akan berjuang mendapatkan obat yang bisa menyembuhkan kakak dari siksaan ini.
__ADS_1
Chen mengingat kembali mimpinya tentang seorang perempuan dan anak laki-laki berbicara tentang tanaman obat kemudian Chen menggambar lokasi dan tanaman obat yang ada
__ADS_1