Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 81


__ADS_3

mau air, ah ti tidak sa saya, cepat tanganku kram nih, eh um baik Terima kasih, kau mau makan ti tidak Terima saya "tunggu hm" terdengar suara kecil yang terbang Kemudian Chen melempar sepatunya sambil berkata kena juga akhirnya, apa itu tuan, serangga. tujuh serangga telah ditaklukkan dengan cepat sampai Chen frustasi melihat begitu banyak kecoak yang berkeliaran haah rumah ini harus segera direnovasi, kata Chen sambil memakai sepatu nya. Karena lemparan sepatu yang keras membuat Ella terbangun dan menggosok matanya sambil memanggil kakaknya lalu bertanya tuan sedang apa, memukul serangga, hm se... rangga hoam yah dia tertidur lagi seperti biasa anak anak akan terganggu dengan hal hal yang menganggu tidur mereka bahkan hal kecil sekalipun seperti setetes air mengenai wajah Ella dan membuat Ella mengigau "kakak... atapnya bocor". Walaupun bilang begitu tetesan air tetap mengenai wajah Ella sehingga membangunkan nya, Ella melihat kakaknya tertidur sedangkan Chen meminta bantuan dari tetangga yang rumahnya jauh dari tempat tinggal Ella dan kakaknya yang hampir rubuh, berlubang, lapuk dan itu tidak pantas di huni. Maka dari itu Chen meminta bantuan menginap di rumah bibi tetangga dengan mengubah rambutnya berwarna coklat kemerahan dan bermata hijau sama seperti Ella sambil berkata "apakah bibi seorang dokter, bisakah bibi membantu adik saya" di mana adikmu, dia ada di rumah, kaki nya terluka jadi... sebelum menyelesaikan perkataannya, Ella berteriak "jangan bawa kakak ku huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa tuan jahat, tuan jahat huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa". chen mengabaikan nya dan terus berjalan tanpa melihat Ella bergelantungan pada kakinya namun "tuan tolong turunkan saya" tidak tidak bisa dan hup budak itu melompat untuk memenangkan adiknya, sambil menahan sakit di kakinya saat berjalan menemani Ella dan itu terlihat seolah dia baik-baik saja haaah huh em tu tuan, diamlah. Chen menggendong mereka berdua juga memarahi budak itu dengan nada halus,cemas, dan khawatir.


Bibi (tetangga) yang memeriksa luka budak itu berkata "apa kau bertarung dengan mereka lagi andrew" budak itu diam menundukkan kepalanya "jangan bertengkar dengan mereka lagi jika kamu tidak mau kehilangan kakimu itu mengerti, iya aku mengerti bibi Valerie. Kata-kata yang keras dan lilitan perban yang kencang membuat andrew menahan sakit dan air matanya, walaupun begitu air matanya tidak terbendung membuat hati Ella bergetar dan menangis begitu juga dengan Chen yang mengingatkan nya pada kakaknya yang terjatuh di dalam danau musim dingin untuk menyelamatkan adiknya dari retakan es yang tipis, hampir tertabrak mobil saat menyelamatkan adiknya, tangannya terluka tapi masih berkerja, meluangkan waktunya yang sibuk bekerja tiada henti, akhir pekan, merawat dan memasak, karena tugas yang diberikan wanita jahat itu sebelum mati membuat kakakku yang lemah itu harus terus tersenyum dan melupakan kesehatannya sendiri. "mereka masih kecil jadi membutuhkan kita sebagai kakak, rumah akan seru dan ramai jika ada mereka ,ayo kita jemput mereka" kata kakak dengan senyuman lemahnya. Mengingat itu saja membuat Chen mengepalkan tangannya "tidak akan aku biarkan hal itu terulang lagi" tekat dan kesedihan menghentikan Valerie sambil berkata "mereka datang kesini untuk meringankan penderitaan mereka bukan menambah penderitaan mereka" apa maksudmu,seharusnya anda berhenti menjadi dokter jika anda menambah penderitaan mereka


__ADS_2