
author di lanjutkan, bukan woi, itu itu tuh narator bukan author, sama saja tau, gak, gak sama author itu yang nulis sedangkan narator ark, Hmph dasar menyebalkan, hahahaha kasian ke pukul bantal hahahaha, diam kau ekhm sampai mana tadi emmm oh ya sekarang Chen terus berjalan ke semua kota sambil membawa selembar kertas dan bertanya ke setiap orang yang ia temui. kadang-kadang chen mencari tumbuhan itu di hutan, semak, Rawa-rawa bahkan gunung. Saat dirinya tidur terdengar suara bising dari kejauhan, yang perlahan mendekat lalu chen berkata "berhenti, pergi dari sini sekarang" Tapi suara itu tetap mendekat dan menutup chen dengan kain sehingga chen memegang tangan itu sambil berkata dengan tegas "pergi" ma maaf atas kelancangan saya Grend Duke. mendengar seorang kakek tua berjas rapi berkata formal padanya yang merupakan seorang Butler (☞ ͡° ͜ ʖ ͡°☞ Butler adalah sebutan dari pengurus rumah tangga bangsawan) yang chen tau Butler tidak pernah memperlakukannya sehormat ini bahkan untuk minta maaf.... wait, wait a minute, artinya, tunggu bodoh, oooo, sel pekerja come here, iya bos, ambil air, nah minum,(beberapa tegukan kemudian) sekarang aku tanya "come here" Artinya eeeeh kemari, bagus lalu kalau Butler tadi bilang, apa yah oh Grand Duke, memangnya kenapa sel memory, tidak tidak apa, bentar aku lagi pikir (sel memory berkomat-kamit mbah dukun baca mantra dengan segelas air putih lalu pasien disembur byur), woi jangan nyanyi lagu mbah dukun woi, hehe maaf lagian asyik sih, emm tadi sampai mana ya, biar aku membantumu (pukulin panci gosong) aduh, nah gimana ingat tak, ya ingat, boooooos, woi woi kenapa kau panggil bos kemari, biarin hiks (T^T). Haah ada masalah apa. Be begini Grend Duke, yang mulia memanggil anda ke brak. tinju langsung melayang menghancurkan batu menjadi berkeping-keping membuat Esme gemetaran sekaligus takut karena itu sebuah peringatan bagi nya, namun Sebenarnya chen terkejut mendengar kata "yang mulia" sebutan lain wanita jahat itu. dan sebab itulah batu itu hancur berkeping-keping karena chen kesal karena wanita jahat itu terus mengawasinya dengan ketat tanpa bisa kabur seujung rambut pun, tapi saat esme berkata "mereka memberontak karena mengetahui Grand Duke tidak ada di tempat jadi...." Stoooop wait tunggu, hah dasar kau ini, jika kau mau ke toilet, cepat sana, jangan ganggu aku bercerita, hehe sabar narator sabar. Huft dasar nyebelin, bentar aku mau tanya, kenapa kita tidak lanjutin ceritanya,aku penasaran nih cepat baca cerita-nya cepat, anak ini ya mau ku hajar kau, sini kau, ets jangan bertengkar dong, nanti dimarahi author loh, dari pada bertengkar, lebih baik kita nonton cerita ini.
Ayah Frea yang berada di rumah menunggu dengan khawatir dan saat Frea hampir dekat, Ricci meminta maaf karena terus mempersulit nya sepanjang jalan, hah sudah ku bilang tidak apa Ricci, tapi... maaf, sudah lah berapa kali kau harus berkata seperti itu ha (diam) haah ya sudahlah, ayo masuk, saat mereka berdua masuk ayah Frea langsung memeluk Ricci dengan hangat karena ia bersyukur Ricci baik-baik saja, "lepaskan dia ayah kalau tidak dia akan sakit lagi" apa tadi ia merasa