Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 76


__ADS_3

saat menatapnya dan nuan juga ikut menangis ke arah kaiji karena yelu berteriak kepada paiyu. Sudah, sudah jangan menangis lagi, paman kai akan melindungi kalian, benyalkah kata paiyu dan nuan dengan serentak membuat Kaijin berkata bahwa mereka benar-benar mirip mulai dari rambut mereka yang putih seperti gandum,mata ungu sejernih air, ekspresi sedih yang imut secara bersamaan mengharapkan kembali kehangatan dan perlindungan kakak-kakaknya walaupun sifat mereka berbeda yang satu sangat pemberani seperti kucing liar pemarah, yang satu lagi seperti kelinci yang bersahabat. Mereka menguatkan (nuan) & melindungi (paiyu) satu sama lain. Namun mereka hanya anak kecil yang kesepian sama seperti Chen dan tanpa sadar kaijin memeluk si kembar sambil berkata "tentu saja, aku sudah berjanji pada jun" Emm anu paman kai itu anu j jun itu siapa, oh dia kakak mu ukan ukan dia ukan kakak uan hahaha yah kau benar itu bukan sebutan yang akrab bagimu karena itu nama samarannya, hmm samayan apa itu, ah itu sebutan lain dari namamu emm biasa dibilang eh itu kalau gak salah kakak mu memanggilmu peri kecil bukan ung ung benyal nah itu juga nama samaran oooh gitu. Jadi paman punya nama samaran oh hmm sepertinya ada ung apa apa namanya hahaha kamu semangat sekali yah ung ung cepat beyi au baiklah baik nama samaran paman adalah tampan sekali, huh kau sudah bangun ekhm Terima kasih hm ini uang mu yang tertinggal di sana dan obatnya kamu minum sendiri sampai jumpa, ah tu tunggu. Lalu bum dia menghilang si pria rambut hitam yang ku buntuti sebelum keluar dari tempat kecil nan sederhana berubah menjadi sebuah jalan yang sepi, entah mengapa aku berada di dekat rumahku sendiri yah bisa di katakan itu aneh sih hmm kau mau tau pria itu dimana cih aku tidak tau tapi yang pasti dia pria tampan dengan jubah hitam berkeliling hanya untuk bertanya pada setiap orang yang ia temui mungkin ekhm tapi itu kenyataannya anu permisi saya mau pesan kamar untuk beberapa hari, "baiklah tampan" kata salah satu pengawai yang bersikap menggoda pria tampan di hadapannya tapi pria yang digoda itu seperti sudah biasa di perlakukan seperti itu dan berkat itu juga Chen bisa leluasa bertanya pada orang-orang tentang tumbuhan seperti yang nuan gambar-kan namun mereka tidak tau, lalu Chen menunjukkan gambar yang dirinya print dari buku merah di ruang rahasia kakak-nya. Sebuah gambar seorang putri kerajaan yang sudah dewasa yang mungkin berumur 25 tahun tapi mereka tetap tidak tau akan hal itu sampai matahari mulai terbenam Chen memutuskan kembali ke penginapan dengan wajah yang sedih sedikit suram ia dikejutkan oleh seorang pria misterius yang berdiri di depan kamarnya sambil bertanya apakah anda tampan. Dengan ekspresi bangga Chen menjawab "ya aku memang tampan, terima kasih jelek", pria itu mengepalkan tangannya dan ingin memukulnya namun pria itu teringat tuanya yaitu Rai, awasi pria berambut hitam selama beberapa hari haah baiklah ini uang yang tuan pinjam dari anda jika masih tidak tidak perlu, kata chen dengan acuh tak acuh kemudian masuk ke dalam kamar yang disewa tanpa


__ADS_2