
tempat ini adalah tempat yang sangat jauh dari Taman ini, karena jauh tapi itu setimpal melihat keindahan danau ini, beh luar biasa, amazing. Entah itu kelinci dari mana tapi Mereka kelinci takdir yang mengikat dua sejoli di danau cinta dan saat itu si kembar tenggelam dalam kekaguman. "paiyu Nuan" teriak Chyou yang langsung memeluk si kembar walaupun nafas tersengal-sengal "kalian jangan pergi terlalu jauh, kalau hilang gimana", dengan nada halus namun menusuk dalam hati si kembar sebagai pelajaran buat mereka, yah ini mungkin pukulan bagi kakak yang hampir kehilangan orang yang ia sayangi, air mata menetes bercampur dengan keringat membawa si kembar kembali ke taman dan saat itu Chen mengambil si kembar tapi si kembar tidak mau di gendong oleh Chen karena itulah mereka berlari, eh Ayi, wah. Tangan Nuan ingin menggendong bayi itu namun di dahului oleh chyou "Nuan tidak boleh menggendong adik bayi sebelum Nuan sudah dewasa" ugh kakak jahat hm. chen bertanya siapa yang meninggalkan bayi di taman sendirian, oh pasti nyonya itu yang meninggal bayi ini, hai nyonya kau meninggalkan bayimu. Tidak bayiku masih ada kereta dorong, kata nyonya yang sedang menerima telepon dari seseorang. Paiyu tidak percaya hal itu sehingga ia naik ke stroller baby "ticak ada adik Ayi di dalam" apa maksud mu anak imut,anak ku masih...., Sebelum menyelesaikan perkataannya, kenyataan yang ada di depan mata membuatnya terkejut. Arg di dimana anakku. Wanita itu melihat bayinya di gendong chyou " syukurlah,hah terima kasih telah menemukan bayiku". bayi itu menangis dengan keras yang membuat wanita itu panik mencari botol DOT dan saat itulah nuan dan paiyu mempunyai ide yaitu dengan membuat wajah lucu di depan adik bayi, alhasil bayi itu tertawa namun mengencingi baju ibunya sendiri tapi untung saja ada kakak tertua yang bertindak cepat mengganti popoknya, walaupun tidak ada popok di kereta dengan melepaskan arm sling (yaitu kain untuk menggendong tangan yang patah) miliknya untuk digunakan sebagai popok bayi namun sebelum itu chyou membersihkan bagian yang terkena air kencing dengan sapu tangan yang ada di kantung baju nya lalu mencelupkannya ke dalam daun yang sudah di isi air mineral setelah semuanya selesai chyou mengembalikan bayi itu kepada ibunya, wanita itu berterima kasih sekaligus meminta maaf karena terus merepotkan mereka,
Paiyu dan nuan kagum kepada chyou namun Nuan sedih tidak bisa bertemu adik bayi imut itu lagi Paiyu berbisik "kakak, bisakah, kakak bawa adik imut kemari ya" Paiyu ingin adik imut segera, nuan nuan ingin bawa adik imut ke lumah ya. chyou ragu ingin menjawab apa lalu chen berkata kalau ingin adik bayi imut harus menunggu kakak menikah dulu, oh kakak te uwah nikah ayo cepat kakak nikah, em nanti bisa bawa adik bayi pulang, pfft hahahaha aduh aduh kasihan sekali kakakku belum punya pacar tapi disuruh bawa adik bayi, hiks bagaimana ini, aku aku akan Carikan kakak pacar, nuan juga, hah kalian tidak perlu mencari nya, benarkah kakak punya pacar, tidak., Kakak lihat, ada burung, "iya" ucap kakak sambil tersenyum sayu, mengelus burung yang bersandar di pundaknya. Terasa seperti bertemu kawan lama