
pria yang baru ia kenal sehari dan sekarang dia harus menjelaskannya hal yang ia benci itu. Haah baiklah ekhem cerita dimulai dari Ricci yang tidak kuat berlari kemudian dia terbatuk-batuk sangat keras sehingga membuat Frea khawatir "apa kau baik-baik saja" iya aku baik-baik saja, jangan khawatir. Dia berbicara sambil menghindar beberapa langkah karena Ricci tidak mau membuat seseorang di depannya khawatir. saat Ricci membuka tangannya ada bercak darah membasahi tangan juga mulut nya dan saat itu ia berpikir mungkin perasaan kakak (chyou) seperti ini saat melihatku atau melihat si kembar. Bayangan saat festival waktu itu muncul di ingatan chen dan waktu itu malam semakin gelap, semua tidur dengan nyenyak tapi samar-samar terdengar suara orang yang batuk dan saat itu aku menuruni tangga hendak mencari angin, mendengar suara itu aku ke sana mencari tau siapakah yang sedang batuk
__ADS_1
di dapur suara itu semakin keras dan gelas pun terjatuh, kakak tergeletak di lantai memegang dadanya mencoba bicara walaupun sedang batuk berdahak yang kakak coba tahan dan tangannya ada bercak darah. Aku membantunya duduk lalu mengelap tangannya tapi kakak malah mengambil air dan meminum banyak obat, walaupun itu tidak berguna karena ia memuntahkannya bersamaan dengan batuk yang semakin menjadi jadi. Aku melihatnya menangis dan berkata "kakak ayo kita ke rumah sakit" Tidak uhuk aku baik-baik saja uhk uhk . Aku tidak tahan lagi melihat kakak seperti itu jadi aku menggendongnya secara paksa lalu membawanya ke dokter. dengan tekat dan keyakinan yang kuat, kakak membaik setelah operasi namun harus menginap satu bulan karena obat belum ditemukan untuk penyakit itu maka kakak belum sembuh enam puluh persen tapi kakak ingin cepat pulang padahal baru bangun beberapa hari. aku kesal dan marah karena kakak tidak memberitahukan nya padaku. Sekarang.... aku mengetahui posisi kakak yang tidak bisa mengatakannya.
__ADS_1
(☞ ͡° ͜ ʖ ͡°☞ kembali ke cerita) Frea mengajak Ricci untuk duduk istirahat tapi Ricci tetap batuk walaupun tidak separah tadi "mau air" eh em tidak Terima kasih, oh ya sudah. Frea meminum air yang tadi ia beli sambil melihat Ricci yang perlahan batuknya berhenti, a apa yang uhk kau lakukan, ayo aku gendong agar lebih cepat, ta tapi... i itu memalukan, Frea tersenyum melihat tingkah polos Ricci hmm itu tidak apa aku akan menanggung nya, ta tapi "cepatlah tanganku kram nih". Mau tidak mau chen harus menerima kebaikannya walaupun itu sedikit memalukan untuk seorang pria yang seharusnya menjadi sandaran perempuan tapi malah menyusahkan wanita yang lemah. itu Merupakan aib bagi pria sejati namun berhubungan kesehatan Chen memburuk dan bayangan kejadian saat kakak akan masuk ke rumah sakit setiap saat, selalu menghantui dirinya. mungkin karena janji dan tekatnya itu bayangan tersebut muncul di mimpi Chen setiap saat, dan itu menyebabkan Chen trauma begitu dalam, bagaikan pisau yang menusuk hati berkali-kali dan meninggalkan luka yang begitu dalam dan membekas di hati selamanya tanpa bisa sembuh. Sampai tubuh tidak mampu menahannya yang membuat nya lemah seperti sekarang, walaupun ia bertingkah menyebalkan seperti biasanya, pergi setelah meluapkan amarahnya kepada chyou kakaknya yang sudah menyembunyikan penyakitnya selama ini,
__ADS_1