
Nona jangan bersedih kami masih ada di sini dengan anda nona kecil. Hiks nuan kakak huhuhu kakak, paiyu, ak nuan jangan berlari di tangga. Kata Yelu dengan khawatir menyusulnya ke atas tapi mereka masih menangis begitupun dengan nuan yang langsung menangis melihat saudaranya kemudian memeluk chen. Ibu ada apa ini, dia tidak berkata sepatah katapun hanya menangis memelukku dan aku juga memeluknya tanpa bertanya apapun kemudian beberapa hari telah berlalu akhirnya paiyu menunjukkan perkembangannya untuk mulai bicara, berinteraksi, bahkan..., menarik baju Chen sambil membisikkan kata sekolah di telinga. Huh apa, kauningin sekolah, paiyu menganggukkan kepalanya lalu memberikan isyarat untuk diam sambil berkata "jangan beritahu". Chen tersenyum melihat tingkah paiyu yang manis itu kemudian Chen memberikan syarat pertama, paiyu harus bisa membaca,menulis "paiyu bisa" Hmm benarkah. paiyu menganggukkan kepalanya. Lalu menguji paiyu dengan membacakan buku yang ada di meja, paiyu membacakanya diselingi dengan menulis lalu memberikan buku itu ke kakak kedua. Chen terkejut walaupun berkebalikan dengan ekspresinya yang datar saat berbicara kalau itu "lumayan" tapi apa paiyu bisa berhitung. dengan sombongnya paiyu berkata juara satu, banyak piala. Oh benarkah, sepuluh tambah lima, yima belas, ditambah delapan, ua puyuh iga kemudian di kurangi sembilan dikurangi ?, emm apa itu sambil memiringkan kepalanya. Hey kau tak tau apa itu 'dikurangi' astaga katanya juara satu tapi gini saja tidak tau, uung empat, empat jawaban nya oke sekarang dikali delapan, paiyu terdiam sejenak lalu berlari dengan cepat kemudian menghitungnya dan saat melihat itu chen kembali tertawa dan menghinanya seperti sebelumnya paiyu menjawab "tiga puyuh dua" Bagus sekarang hafalkan ini. Kemudian Beberapa Minggu setelah menghafal dan menjawab pertanyaan Chen dengan benar dan cepat tapi malah diberikan buku setebal satu senti untuk di tulis ulang lalu memberikan buku setebal satu setengah senti setelah menjawab pertanyaan dengan benar ditambah buku matematika di pertanyaan selanjutnya. Setelah membaca dan memeriksa buku itu dengan wajah datar lalu melirik paiyu dengan tajam membuatnya sedikit takut juga kesal tapi malah melemparkan pertanyaan yang ambigu yang membuat Paiyu bingung "enam, Mei" Jadi umurmu tuju tahun lebih lima bulan, bulan ? Haaah dasar kau ini, musim kau tau musim, paiyu menganggukkan kepala, saat musim terjadi beberapa kali bulan berkeliling bumi dan sekali bulan berkeliling saat kamu tidur itu di sebut satu hari nah sekarang kau paham. paiyu memiringkan kepalanya yang artinya dia gak paham diselingi suara perut yang berbunyi sangat keras sampai membuatnya malu dengan menyembunyikan muka dari Chen tapi kakak kedua malah mengelus rambutnya sambil berkata "mari kita makan kue bulan" Ung ung kue bulan, ya baiklah ayo makan. ung uh umm, ada apa, Paiyu menggelengkan kepalanya karena dia malu untuk bertanya apakah dia lulus dari tes percobaan yang mengerikan itu dan jawabannya adalah 'lulus' yang ditulis di atas kue bulannya yang membuat ia bersemangat melirik harimau jahat. Hmm ada apa oh ya besok ku antar, um terima kasih kakak. Melihat paiyu yang senang seperti itu membuat senyum kecil terlukis di bibir chen yang senang melihat adiknya kembali seperti semula
Saat jam pulang sekolah berbunyi. Chen duduk menunggu sambil bermain game lalu Paiyu datang dengan