Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 8


__ADS_3

yang sangat dirindukan lalu kakak berkata "sudah lama tidak bertemu Jiao" Paiyu bertanya siapa itu Jiao, itu nama burung kecil ini yang dulu kakak besarkan bersama sahabat kakak, em ca cak Tel ua boleh uan mengelus bulu Jiao, iya, ulurkan tanganmu Nuan. Dan saat  Jiao turun dari tangan chyou, Nuan langsung menarik tangannya " ugh ci ak eli" kemudian Paiyu mengulurkan tangannya sambil berkata kakak aku saja, sungguh,ung aku ini embeLani auk, hmph pemberani konon, ich ca cak ua aku ini pem e lani auk, iat. Wah kau hebat paiyu, hehehe iapa dulu adik akak itu loh.

__ADS_1


Nuan ingin mengelus bulu Jiao namun ragu ragu "tidak apa, Jiao tidak akan mematuk" ung em. Perlahan tapi pasti dan akhirnya Nuan berhasil mengelus burung gereja kecil yang ada ditangannya paiyu. Begitupun dengan Chen yang ikut mengelus bulu Jiao sambil bertanya dari mana kakak bertemu burung sebagus ini, aku menemukannya di musim dingin, di negeri yang sangat jauh dari sini . Oh Hmm pasti di bawah salju saat tersandung kan, bagaimana kau bisa tau, kalau Jiao kutemukan saat itu. padahal pada momen itu hanya dirinya dan sahabat chyou yueyin yang tau. "jadi kekasih kakak, itu kak yueyin ya ! ",pipi chyou langsung memerah dan berkata dia bukan kekasih-ku tapi dia sahabatku. Pertemanan berubah jadi cinta, begitu pula yang terjadi pada kakak (☞゚∀゚☞ artinya kakak bisa jadi'an dengan kak yueyin, akui saja kakak cinta padanya kan) tidak, akui saja lah kak lihat telinga kakak udah merah loh sangking malunya. Chyou mengalihkan pandangannya "kakak punya kekasih, Kakak punya pacar yeyyyyyyyy" kalian diam.

__ADS_1


saat pulang, mereka menjadi sedikit tenang tapi mobil berhenti tepat di salon kecantikan. si kembar tertawa dan mengajak kakak masuk ke salon, chyou sudah kesal sampai ukuran meteran pengukur kemarahan meledak, chyou langsung memegang pundak paiyu dan nuan sambil berkata " siapa yang merencanakan hal ini" senyuman mematikan dari wajah tampan itu berubah jadi mengerikan, ung i itu eeee ca cak ugh ua "Chen" ah i itu mobil mobilnya mogok maaf kakak, huh (membuka mobil dengan kesal) , ini semua salah kalian, apa maksudnya kalian menyebut diriku hah, dasar menyebalkan (menutup pintu mobil dengan keras). Hiks huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa itu hick gi ana ini hiks huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Paiyu berbisik walaupun suaranya sedikit gemetar karena menangis. Dia merencanakan bagian efektif untuk menghentikan pertengkaran lalu mereka keluar dari mobil lalu mencari di setiap pohon tapi tidak menemukan Jiao si burung gereja. Saat mereka mulai menangis seekor burung gereja pun datang, mengusapkan kepalanya di pipi paiyu seperti berkata "jangan menangis,aku disini" hick i ao, "ada apa" ca cak hick a lah hick ai an da hiks iwana ini huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Walau mereka berbicara seperti itu, tapi tetap mereka menceritakan dari awal sampai akhir kepada Jiao. Entah burung itu mengerti atau tidak dia terbang begitu cepat sampai melihat Chyou dan Chen yang terus bertengkar, kemudian meluncur begitu cepat mematuk Chen, sampai dia marah "dasar burung jelek kenapa kau mematuk ku" apa aku jelek katanya. Jiao sangat marah mematuk Chen lagi dan lagi sampai ia bertengger di tangan chyou, burung itu mengoceh

__ADS_1


__ADS_2