
di dalam mimpinya lalu di kejutkan oleh si kembar dan lantas Chen marah sambil berteriak sampai nuan langsung bersembunyi di belakang paiyu dan mereka meminta maaf dengan bersungguh-sungguh Tapi Paiyu memberanikan diri untuk bertanya apa yang dilakukan kakak kedua lalu Chen berkata dirinya sedang menggambar namun sudah rusak, dirinya harus membuat lagi dari awal. Dengan kesal Chen berbalik mengerjakan ulang apa yang ia gambar namun Chen tidak tau saat paiyu mengambil kertas yang ia buang lalu berbisik dengan nuan "aku bisa bantu buat gambar" Dengan antusias ia menawarkan bantuan tapi ia menerima pukulan keras yang menghantam kepalanya dengan reflek ia menutup mata dan menghindari pukulan itu. "benarkah apa kamu bisa membuatnya" Eh eto kakak, hmm nuan apakah dia diganggu, dasar kakak ua jahat lihat saja aku akan mengusir mu jimat pengusir makhluk berfungsi lah hiyat. "Aduh sakit" kata Chen dengan wajah datar kemudian jimat itu jatuh tak tertempel di dahi Chen yang membuat Paiyu sedih kemudian mencobanya berkali-kali sambil berteriak jangan ganggu adik ku dasar monster hiyak hiyak hiiiiii yaaaak ah, Chen menangkap tangan paiyu sambil berkata dengan wajah yang menyeramkan "hentikan dasar kau kelinci" Memangnya kenapa kalau aku kelinci hah, kau kecil dan menyebalkan dan sepertinya kau sudah dewasa yah, aku udah dewasa dasar kakak kedua bodoh. Wah berani sekali kau kelinci masuk kedalam mulutku hm, iya aku berani kenapa kakak kedua menggambar gambaran jelek kayak gini, oh itu emm saat ini Chen malu melihat gambarannya yang jelek dan kalau dia mengatakan alasannya pasti dirinya diejek lagi.
Yah itu hanya hobi, eh hobi itu apa kak, sesuatu yang tidak disukai, jadi apa hobi kalian, dimarahi kakak kedua, lalu saat giliran nuan menjawab dengan suara kecil ia menjawab kakak akit gala gala uan hiks, nuan jangan menangis, saat chen memeluk nuan saat itulah ia mengerti kalau kakak kedua tadi bukan hendak memukulnya namun kakak ingin memujinya dan karena si kembar itu mempunyai pemikiran yang sama, menurut paiyu itu adalah pemandangan dimana ia baru mengatahui sisi kakak yang baik kayak (kakak tertua) tapi tidak tidak jangan berpikir seperti gitu Paiyu cepat sadarlah oh ya ekhm kakak aku bisa bantu kakak buat yang lebih bagus, hm apa lebih bagus, ung gambar lebih bagus dari ini, oh kalau gitu gimana kalau kita buat hadiah gambar untuk kakak sebagai latihan, okey cetuju, saat mereka menggambar dengan semangat tanpa menunjukkan (mengintip) gambar satu sama lain sampai beberapa menit Kemudian dan tanpa ia sangka mereka malah memberikan gambaran itu untuknya secara malu-malu mereka berkata maaf untuk yang tadi, iya tidak apa dan lain kali jangan di ulangi lagi, kata chen dengan senyum sinis mengingat perbuatan paiyu tadi ey aku tidak lakuin apa pun hmm oh ya, aaaah nuan tolong aku, Eh eto emm oh kakak boleh uan membantu itu, nuan menunjuk kertas gambar milik chen dan yah boleh kamu bisa mengambarnya, yes, aku aku juga iku juga mau bantu yah, hm baik nya tidak,tidak boleh, ung tapi aku ini si juara satu dalam lomba menggambar, benarkah iya tentu saja kakak lihat ini