Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 69


__ADS_3

bahwa itu berat bagi Paiyu untuk menyanyikan nya, "kakak" Paiyu berlari ke belakang panggung sambil menangis dan memeluk Chen yang berada di belakang panggung sambil berkata bahwa dirinya melihat kakak tertua jatuh di dalam kegelapan dan mengucapkan "terima kasih" sambil tersenyum untuk terkhir kalinya dan itu seolah olah kalimat perpisahan saat kakak tertua (☞ ᐛ ☞ kakak tertua yang dimaksud itu chyou) terjatuh tapi Paiyu tidak bisa meraih tangan nya, Paiyu tidak ingin kakak pergi, a aku juga sama paiyu cup cup cup jangan menangis lagi aku akan menyelamatkan nya untuk mu, tidak jangan jangan tinggalkan aku lagi huhuhu paiyu aku hanya pergi sebentar tidak bohong harimau pembohong kenapa semua kakaku berbohong padaku hey manisku peri kecil kakak jangan khawatir kau bisa pegang tali ini dan tarik Sekuat-kuatnya aku pasti kembali dari lubang hitam itu dengan kakak bersamaku, be benalkah, um ini tali kuat yang akan membantu kita untuk menyelamatkan kakak jadi percayalah padaku oke hiks o okey.

__ADS_1


Mereka tidak mampu berkata-kata karena terlalu sedih melihat paiyu yang berlari ke arah kakaknya seperti itu sedangkan nuan entah mengapa ada perasaan aneh ada sedikit rasa yang ingin "nuan" Hm kemarilah emm, maaf kakak datang terlambat, ti tidak apa kakak ua apa pertunjukan ku bagus, yah sangat bagus semua orang merekam pertunjukkan mu, wah benarkah kakak ua, yah mau liat ung ung uwah banyak yang ngomongin nuan ah ada kakak ua juga jadi kakak ua datang tadi, iya aku datang langsung setelah pertandingan bahkan teman-temanku iri karena aku punya adik yang manis seperti mu ung benal paman ini malah kaLena kakak datang kecini tanpa ajak paman itu, ah hahaha benar astaga dia kekanak-kanakan sekali yah, ung lain kali ajak paman itu juga um baiklah.

__ADS_1


Mereka tampak akrab satu sama lain, chen yang dulu selalu kesal dan marah pada si kembar sekarang menjadi kakak yang hangat dan penuh cinta seperti kakaknya jadi bagaimana pertandingannya, hm ah seperti biasa seru sekali apa lagi saat Festival nya, oh benarkah yah di sana sangat meriah dan orang-orang di sana sangat pandai menentukan arah, hem maksudnya gimana ituu, disana mereka tidak perlu kompas saat tersesat mereka mempunyai insting yang kuat kalau soal arah. hmm Yelu melirik dari kaca depan yang terlihat si kembar tidur pulas di pangkuan chen tanpa merasa takut sedikitpun ung kakak, iya aku di sini tidurlah peri kecil. Kau berubah yah chen, hmm aku, yah kau yang dulu tampak berbeda dengan sekarang bahkan si kembar mulai mendekatimu dengan sendirinya tanpa penolakan. Mungkin kelihatannya begitu tapi tidak bagiku haah apa perubahan ini bisa membuat kakak senang, ya tentu saja kakak Yu pasti senang melihatmu seperti ini, begitu ya. Chen tidak bisa berkata-kata lagi karena di juga berharap begitu tapi melihat wajah mereka yang tertidur pulas di pangkuannya mengingatkannya kejadian yang dulu saat mereka mengunjungi kakak dengan membawa bunga yang dipetiknya sambil mendengar pujian dari kakak namun saat ditanya mereka malah berdebat Nuan yang menghias nya bukan Paiyu, apa tapi kamu bagian tersulit memetiknya kan, ti tidak itu tidak terlalu sulit yang

__ADS_1


__ADS_2