Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 144


__ADS_3

hahaha, dasar anak ini, Hai sayang aku rindukan mu, kyaaaak tu turun aku, hahaha tidak mau, ayah aku aku juga ikut, kalian semua, bam bam buam, hick i iya bu, ziu kembali cepat sisir rambut mu, yes mom, dan kau, yes sir, kau.... Kau bau sekali ish , a apa (mencium bau) hick aku mandi dulu dah sayang, fufu dia imut sekali. Saat menuju ke kamar mandi umum disana ayahnya ziu melihat ricci "Pak dokter" Ya ada apa, ah itu emm itu dibelakang ada krim, oh haaaah, apa yang terjadi, seperti biasa Bajingan itu berulah, ha siapa siapa yang berulah pada anda pak dokter sini biar saya lawan, bruv, mendengar kata orang itu. suara ayah ziu bergemetar "a apa anda bilang b br bruv" iya, Hick, kau tak perlu khawatir untuk menghukum Bajingan itu kita hanya perlu sebuah mayat hidup yang bergerak sendirinya dan haus dengan daging segar maka dia akan memakan si brensek hidup hidup, kata yang menakutkan dan membayangkan nya saja ada sebuah mimpi buruk sampai rasanya aku ingin kencing di celana karena ketakutan "aku bercanda hahahaha kau tenanglah", Hey lelucon itu tidak lucu, aah si brengsek datang, hoho siapa yang kau panggil brensek dasar sialan. eh loh dokter kok ada di situ jadi eh, Ayah ziu kebingungan karena melihat ricci yang datang dari luar dan bruv ada di dalam pemandian, padahal dirinya baru saja bicara dengan ricci di pemandian umum tapi kenyataannya kok loh, hei ini membingungkan gimana bisa mereka berpindah tempat secepat itu, alamak kepalaku pusing melihatnya, sudahkah kita kan penonton nikmati saja, author lanjuut ihiy, kau gila yang sob, gak tuh lihat aku waras kepala ku gak botak, apa hubungannya itu dengan botak bo doh, aku gak bodoh ih.


Ya kaulah siapa lagi, hah sudahlah jangan bahas lagi, okey gimana kalau kita rayakan kepulangan orang ini iha ayo ayo kita berpesta, dia sudah gila. Kata ricci sambil menarik legan ayah ziu lalu membawanya pergi "jangan sampai ketularan orang itu". Ah a anu dokter, iya, em itu terima kasih sudah menjaga anak saya selama saya di TKP , itu sudah tugas dokter untuk mengobati orang yang terluka juga menjaga anak kecil agar tetap sehat, jadi tidak perlu terima kasih, walaupun begitu terima kasih. Haah baiklah angkat kepala mu. Saat Ricci ingin mengatakan sesuatu tapi entah harus mulai dari mana dan ini suasananya mulai canggung, Ricci memegang lehernya lalu mulai mengatakan sesuatu tapi tidak bisa dan ragu ragu saat berkata "selamat datang kembali Colden", iya terima kasih dokter. ricci buru-buru pergi dengan lehernya yang merah karena kecanggungan nya saat berkata hal itu tapi..... ia terlihat gagah dari belakang serta berwibawa putih bagi ayah ziu yang sangat menghormatinya selayaknya jendral atau seorang bangsawan yang ternama karena kebaikannya, dan karena ricci lah selama satu windu (delapan tahun) istri serta anaknya yang sakit-sakitan itu bisa selamat dan sehat kembali seperti semula, aku tau bagaimana perjuangan dokter yang baru saja keluar dari dari tenda setelah mengurung dirinya dari kenyataan yang pahit itu lalu mengobati luka para korban sampai akhir tanpa mengenal


__ADS_2