Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 134


__ADS_3

itu juga sakitnya kalau menderita trauma yang menyiksa.

__ADS_1


Baiklah kita beralih ke cerita berikut nya. Karena termenung begitu lama tanpa ia sadari sudah mencoret-coret tanah, woi itu namanya nulis di tanah lah bukan mencoret-coret, sama saja tuh, gak sama, cukup kalian jangan lanjut ke babak ke tiga pertandingan tinju meninju oke, lebih baik kita lihat ini "Menantuku kenapa temenung begitu" Sambil mengelus rambut Ricci "tidak ada apa apa" benarkah lalu mengapa kamu menggambar sesuatu di tanah, oh i itu, jika kamu masih khawatir dengan kakakmu kenapa tidak kembali saja atau mungkin di sekitar hutan ada obat herbal yang kamu cari selama ini, boleh beri tau aku bagaimana bentuknya (Menatap), hey jangan melihat ku dengan wajah seperti itu, walaupun aku orang nya kasar tapi..., dia itu orang nya baik dan sangat imut, sa sayang jangan katakan itu di depan orang, dengan malu malu kucing suamiku berkata begitu, kyaaaaaaaak imut sekali, tapi jika ditambahkan sedikit bumbu hehehe saatnya menjahili suami imutku ini hahahaha. "Hmm yah baiklah tapi..... , benarkan nak suami ku itu sangaaat imut, iya bibi benar, mendengar hal itu membuat si beruang imutku terkejut "hey kenapa kau malu sayang, apa kau tak dengar menantumu memujimu" he hentikan hehehe, ah aku beruntung sesekali punya suami seperti mu sayang. Dimata Ricci mereka adalah pasangan yang serasi walaupun suaminya yang menakutkan seperti monster besar yang pada dasarnya pemalu dan dirinya (nyonya pemilik penginapan) seperti wanita periang pada umumnya dan Frea.... , ehm musim semi nih ye, lihat lihat pipinya merah hahaha woi ada yang malu cepat kemari hahahaha, ka kalian menyebalkan, wah dia pergi, gimana kalau kita usilin lagi, hey itu agak keterlaluan kau tau, tidak ini tidak keterlaluan dan coba kamu lihat telinga Ricci yang memerah karena malu, astaga imut sekali dia, ya kan, itukan sudah pasti diakan pemeran utama dan ini kan cinta pertamanya. Eh author tolong perlihatkan Ricci imut kita sekarang,

__ADS_1


‌Ricci sekarang pergi kehutan untuk mencari daun yang menyerupai batang karena ketebalannya itu, walaupun wajahnya merah begitu malu dari perasaannya yang tiba-tiba terbayang betapa cantiknya Frea. "a author tolong jangan bahas itu lagi" Yah baiklah, karena malu dan baru menyadari kalau dirinya ada di hutan. Sebuah ingatan muncul di kepalanya yaitu ingatan saat dirinya ada di hutan dan nampak Se-ekor kelinci berbulu putih yang mengingatkan nya dengan Paiyu dan Nuan sehingga dirinya mengikuti kelinci itu dan terlihat "woah", eh apa itu author, iya serius apa-an tuh, woi diam gak korang nih, atau hilang aja dari peredaran sekalian, cih dasar tukang memerintah memangnya lu siapa ha, kau lakukan dulu baru memerintah orang, yak itu benar yang beri perintah harus lakukan itu lebih dulu baru memerintah seseorang. cih percuma aja aku memberitahu kalian narator tolong anda lanjutkan saja ceritanya dan jangan mempedulikan mereka. Oke AHEM jadi sampai mana tadi ya, pemandangan indah tak terbayangkan dibalik pohon tempat kelinci itu berada tapi tiba-tiba suara ledakan yang begitu Dahsyat di tempat Ricci berada, di hutan yang rindang,membuat burung berterbangan menghindari ledakan itu, semua orang di pinggir kota bergetar

__ADS_1


__ADS_2