"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Aku mencintaimu Hanz.


__ADS_3

**


**


Waktu berjalan terasa cepat,  telah berjalan beberapa bulan kepemimpinan Azkayra di Perusahaan Samudra, kini nama Azkayra pun telah terkenal dikalangan para pengusaha ,sebagai seorang Presdir jelita yang super keren, dan mampu membawa Perusahaan nya pada kejayaan Jauh beberapa langkah ke depan dari pada masa kepemimpinan Ayah nya dulu. Dan itu semua tak luput dari kerja keras Sekretaris Hanz yang selalu mendampinginya. 


Hanz selalu setia mendampingi Nona nya walau tak luput dari beratnya tekanan batin yang harus ditanggung nya,bagaimana tidak, hampir setiap saat ia harus menahan perasaan nya saat bersama wanita yang sebenarnya sangat dicintai nya namun ia harus sadar diri jika wanita itu adalah atasannya  yang harus dijaga nama baik dan kehormatannya. Terlebih sikap Azkayra padanya yang selalu memancing hasrat cintanya setiap saat, karna di dalam hati Azkayra, Hanz adalah satu satunya Pria yang memikat hatinya, kendati banyak sekali Para pengusaha muda yang tampan sering kali mendekatinya Namun Azka sama sekali tak tertarik,  Hanz dan Hanz lah yang selalu ada dihatinya. 


Itulah hari hari yang selalu dijalani Seorang pemimpin dan sekretarisnya, yang saling memendam cinta.  


_________


Pagi itu, di  hari Minggu..


"Azka.. Kau baik baik disini bersama Hanz.. Ayah harus sudah waktunya meninggalkan mu. " ucap Ginanjar telah bersiap pulang kekampung halaman Istrinya. 


"Ayah.. Azka pasti akan merindukan Ayah terus... " rengek Azka memeluk Ayahnya. 


"Kau bisa sering sering menjenguk Ayah,  Hanz akan mengantarmu.. " Sang ayah membelai rambut nya. 


"Iya Ayah.. Ayah jaga kesehatan ya..? " jawab Azka terisak. 


"Ayah ini selalu menjaga kesehatan,  lihat lah. Apa selama ini ayah pernah sakit..?  Ayah mu ini selalu sehat Azka.. Kau harus meniru Ayah.. Dan jangan lupa kau harus meningkatkan hubungan mu dengan Gavin. Masa depan mu akan sangat cerah jika kau mau menikah dengan nya. "ucap Ginanjar. 


"Ayah.. Azka tidak menyukainya.. " rengek Azka.


"Kenapa Azka.. Gavin itu bukan hanya baik, tapi tampan dan sukses .Pria seperti apa yang ingin kau cari.. " ucap Ayah nya sedikit heran. 


"Pria seperti Hanz.. " bisik Azka ketelinga ayah nya. 


"Apa...?? " Ayah nya melirik Hanz yang lansung menunduk kan kepalanya. 


( Nona,. jangan bicara aneh aneh yang membuat Tuan berburuk sangka padaku... kumohon Nona...!!!!! ) hati Hanz menjerit. 


"Hussssttt...Ayah.. Sudah lah. Aku tidak mau dengan Gavin pokoknya. " Azka masih merengek. 


"Baik lah.. Terserah kau saja..!! " jawab  Ayah nya masih melirik Hanz kembali. 


"Hanz... "Ginanjar memanggil. 


"Ya Tuan. " Hanz menjawab dengan gugup, ia segera mendekati Tuan nya. 


"Aku percaya kau bisa menjaga Azkayra dan Perusahaan dengan baik, jangan mengecewakan ku. "ucap Ginanajar. 


"Saya mengerti Tuan,  saya tidak akan memgecewakan Tuan. "jawab Hanz. 


"Azka.. Tolong ambilkan Hp Ayah.. Tertinggal di kamar. " Ginanjar menyuruh Azka yang lansung berlari ke kamar sang Ayah. 

__ADS_1


"Hanz.. Ku rasa.. Putri ku menyukai mu." ucap Ginanjar saat melihat Azka sudah jauh. 


"Saya tidak mungkin berani Tuan sungguh... "Hanz menjawab dengan menunduk kan kepala nya. 


"Kau adalah lelaki sejati Hanz.. Aku tidak pernah menyarankan hubungan mu dengan Azka, aku pun tidak akan melarang hubungan mu dengan Azka. Aku percaya padamu,  kebaikan untuk kalian berdua. " Ginanjar menepuk bahu Hanz. Hanz hanya terdiam tak menjawab nya. Karna ia mengerti dengan maksud Tuannya. 


"Satu lagi,  jika masih ada harapan kau bantu dekat kan Azka dengan Gavin. Tapi jika menurutmu Azka benar benar tidak menyukainya. Terserah kau saja. " ucap Ginanjar lagi. 


Hanz hanya mengangguk, tak lama Azka telah kembali dengan membawa Hp sang Ayah. 


Akhinya hari ini Ginanjar samudra benar benar meninggalkan kota, pulang ke kampung Halaman sang Istri tercinta dengan di antar Bima Asisten setianya. Dengan berat hati Azka melepas kepergian sang Ayah. Dalam keadaan terisak Azka kembali melangkah ke dalam rumahnya. 


"Nona.. Anda bisa sesering mungkin menengok Tuan. Jangan bersedih. Disana Tuan pasti akan sangat bahagia. " Hanz mencoba menghibur Nona nya. 


"Kau mau mengantar ku..? " jawab Azka lagi lagi menatap wajah Hanz. 


"Iya Nona, saya akan mengantar Nona, kemanapun itu. "jawab Hanz menunduk,  ia selalu berusaha menghindari tatapan mata dengan Nona nya, karena hal itu hanya akan selalu membuat jantung nya semakin berdebar. 


"Baik lah..  Kalau begitu antar aku jalan jalan.. Hari ini aku ingin pergi ke sebuah taman. Tapi bukan taman kota itu. Terserah dimana yang jelas suatu tempat yang tenang." ucap Azka. 


"Baik Nona.. Silahkan Nona berkemas. " jawab Hanz.


"Tapi aku tidak mau ada pengawal. Aku mau berdua saja dengan mu." sahut Azka lagi lagi merengek. 


Hanz hanya tersenyum dan mengangguk. Azka segera bergegas ke kamar nya untuk berkemas. Hatinya berbunga membayangkan jalan berdua dengan Hanz pria pujaannya itu. 


Tak lama kemudian Hanz dan Azka telah berada di dalam mobil dan Hanz segera mengemudi. Sepanjang perjalanan Hanz harus beberapa kali menahan nafas menerima segala tingkah Nona nya.


Sebentar bertanya sebentar memegang pipinya, dan terkadang mengacak rambutnya. Perjalanan sedikit jauh membuat Azka jenuh. Azka terlihat menguap berkali kali dan akhirnya kepalanya tersandar dibahu Hanz.. 


"Nona..! " Hanz memanggil lembut. Ternyata Azka tertidur. Hanz hanya tersenyum, tak sadar tangan nya membelai rambut Nona nya, dan menyibak kan rambut Azka yang menutupi wajahnya. Hanz melirik wajah Nona nya, begitu memikat wajah itu, hidung nya bibirnya.. Sungguh sempurna. Hanz hanya bisa menarik nafas dalam dalam merasakan getaran demi getaran di jantung nya. 


"Berhenti menyiksaku Nona.. " ucap Hanz tak sengaja terlontar dari mulutnya.


"Hanz.. Kau bicara apa.. " Tiba tiba Azka terbangun dari tidur sejenaknya. 


"Nona.. Saya kira Nona tertidur. " jawab Hanz terkejut. 


"Maaf, aku memang tertidur. Tapi aku mendengar apa yang kau ucapkan..Memang selama ini kau tersiksa ya dekat dengan ku..?" tanya Azka meraih tangan Hanz. 


"Tidak Nona..tidak.  Nona salah dengar. " jawa Hanz gugup. 


"Aku mendengar nya. Kau jelas mengatakan begitu. Aku sudah menyiksa mu.. Apa memang yang aku lakukan.?" 


"Maaf kan saya Nona.. Saya salah bicara. Sungguh. "


"Hanz.. Katakan saja.. Apa yang memberatkan mu. Jadi aku bisa memperbaikinya.selama ini aku tidak tau kalau aku sudah menyiksamu. . " "ucap Azka ia melepaskan tangan Hanz dan mengusap air matanya yang mulai mengalir. 

__ADS_1


"Nona.. Maafkan saya.. " Hanz.. Segera menepikan mobilnya dan berhenti. Kini ia menatap wajah Nona nya. 


Ia memberanikan diri menyentuh pipi Nona nya dan mengusap air mata itu. 


"Saya bodoh Nona. Maaf kan saya sudah membuat Nona menangis." Hanz menatap lekat.


"Apa kau tidak menyukai ku jika terlalu mendekati mu..? " tanya Azka lagi. 


"Tidak Nona,  bukan begitu... Saya.." Hanz semakin menatap Azka. 


"Hanz..  Kata kan pada ku..  Apa kau menyukai ku.?"  


"Siapa pun akan menyukai Nona."  jawab Hanz. 


"Bukan itu maksud ku..  Apa kau menyayangi ku.? " 


"Saya menyayangi Nona bahkan sebelum mengenal Nona." Hanz kembali menjawab. 


"Hanz...!!!  Bukan jawaban itu yang ku mau.. Apa kau mencintaiku...?"Azka bertanya dengan nada tinggi. 


Kini Hanz tak menjawab,  ia menarik kepalanya kembali pada posisi semula, memandang lurus ke depan. 


"Hanz...  Jawab..! " Azka menarik lengan Hanz,  membuat Hanz mau tak mau menoleh padanya. 


"Nona.. Saya.. Saya tidak mungkin berani..! " jawab Hanz getir.


"Kalau aku yang mencintaimu bagaimana..? apa kau akan menolak ku..? " Tanya Azka kembali menarik lengan Hanz.. 


"Nona.. Saya sudah bilang berkali kali, hati hati dengan ucapan anda, ucapan itu adalah Doa. " jawab Hanz masih menatap Azka. 


"Memang nya kenapa jika aku mencintai mu, siapa yang melarang.. Apa karena kau sudah mempunyai gadis yang kau cintai itu..? " Azka terus mencecar Hanz dengan pertanyaan yang membuat Hanz bingung harus menjawab apa. 


" Hanz..  Kau tak menjawab. Berarti benar kau sudah mempunyai wanita yang kau cintai. Aku hanya perlu jawaban mu agar aku bisa menjaga jarak dengan mu,  aku tidak akan lagi menganggu mu Hanz..  Aku akan menjauhi mu mulai sekarang.. Maaf.. Jika ternyata ini yang menyiksa mu..! " Azka menangis kembali. Hanz yang bingung harus bicara apa tak lagi bisa berpikir, ia panik melihat Nona nya menangis. Tiba tiba ia memeluk tubuh Azka. 


Azka sangat terkejut dengan sikap Hanz..  Hanz benar benar memeluk nya, bahkan semakin erat. 


"Nona..  Maaf kan saya.. Selama ini saya hanya ingin menjaga nama baik Nona, mencintai saya hanya akan merendah kan harga diri Nona. Percaya lah.. Saya sama sekali tidak mempunyai wanita manapun yang saya cintai seperti yang dipikirkan Nona. Tolong jangan jauhi saya Nona."  Hanz melepas kan pelukannya..  Dan segera menarik kembali tubuhnya. 


"Maaf..  Maaf Nona. Saya telah lancang memeluk Nona.. Maaf..  " Hanz segera melajukan kembali Mobilnya. Jantung nya masih berdegup kencang .


(Ahhh... kenapa aku tiba tiba memeluk Nona, pasti Nona berpikiran yang macam macam padaku. .)  hati Hanz menggerutu. 


Azkayra masih setengah sadar. Ia merasa seperti mimpi di peluk oleh Hanz.. Ia segera menarik nafas dalam dalam dan mengatur nafasnya. Jantung nya terus berdebar. 


(Ya Tuhan.. Hanz, aku mencintaimu.. ") mulut Azka tak lagi bersuara. 


__________

__ADS_1


Mohon dukungan nya teman teman ya, untuk karya baru ku ini.


__ADS_2