"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Azka , Aku mencintai mu.


__ADS_3

Sebelum nya bagi vote ya teman teman....bagi yang bersedia untuk mendukung karya ini.


warning .!!!!


ada adegan 18+nya,harap bijak dalam membaca.


_______________________________________


"Tolong dengarkan saya Nona." ucap Hanz yang memeluk Nona nya dari belakang.


"Apa yang membuat Nona bisa mencintai saya.?" tanya Hanz membuat Azkayra memutar tubuh nya.


"Aku tidak tau Hanz, semua itu mengalir begitu saja." jawab Azka.


"Nona, sama sekali tidak berguna mencintai saya, saya hanya bawahan Nona. Tidak layak mendapatkan cinta dari seorang Nona Azkayra." jawab Hanz mengangkat dagu Azka.


"Jika aku bisa memilih ,tapi hati ku yang telah memilih Hanz." jawab Azka dengan tatapan sendunya.


Hanz mendengus,kini ia melangkah dan duduk kembali di atas ranjang milik Azka.


"Harga diri Nona melebihi segala nya bagi saya, dan selama ini saya merasa bersalah telah merendahkan nya. Saya sudah berjanji pada Tuan Ginanjar untuk menjaga Nona ,saya tidak mungkin mengkhianatinya Nona." Hanz mengacak rambutnya.


"Hanz , Ayah ku sangat menyukai mu, ia sangat membanggakan mu, kurasa ia akan setuju dengan pilihan ku." kini Azka menghampiri Hanz.


"Saya tidak yakin Nona ,Tuan menyuruh saya untuk menjaga dan melindungi Nona, bukan untuk mencintai atau memiliki Nona." jawab Hanz.


"Hanz, jika Ayah tidak menyetujui Kita, aku akan lebih memilih mu, aku rela meninggalkan semua ini demi bersama mu." ucap Azka memegang erat tangan Pria itu.


"Nona bicara apa.? Nona tidak boleh melakukan itu, Nona tidak boleh menghancurkan impian Tuan. Nona harus tetap disini menerus kan perjuangan Tuan Ginanjar." jawab Hanz.


"Hanz, katakan padaku , apa kau juga mencintai ku.?" Azka menatap lekat wajah Hanz yang menunduk menatap lantai.


"Hanz, tolong katakan. Apapun itu aku akan terima.Kau jangan takut aku kecewa, kalau kau tidak mencintai ku katakan saja." Azka terus mendesak Hanz.


"Nona, berhenti lah. Saya .. " Hanz menarik nafas berat.


"Hanz.."


"Nona Azka, Nona bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari saya yang selevel dengan Nona. Apa Nona tidak malu jika Nona akan menjadi bahan gunjingan orang karena telah mencintai laki laki seperti saya. Saya hanya bawahan Nona. Bahkan usia kita saja selisih lebih dari sepuluh tahun Nona. Sadar lah Nona, Nona masih terlalu muda untuk menambatkan hati Nona." jawab Hanz.


"Aku tidak butuh ocehan mu Hanz, aku hanya butuh jawaban mu. Jawaban mu.." ucap Azka .


"Nona, istirahat lah.. Ini sudah malam. Anda tidak perlu memikirkan saya yang sama sekali tidak pantas untuk anda pikirkan. " Hanz beranjak dari duduk nya dan melangkah.


"Kau keterlaluan Hanz, kau sudah mengambil ciuman pertama ku tapi kau bahkan tidak pernah mencintaiku. Kau melakukan itu hanya karena nafsu. Aku benar benar bodoh." kini Azka berteriak.

__ADS_1


Deggggg...!!


Ucapan Azka kali ini benar benar menusuk jantungnya, Hanz menghentikan langkah nya ia kembali menghampiri Azka yang sudah menangis.


"Azka.." ucap Hanz lirih.


Azka menoleh menatap Hanz, ia mendengar Hanz memanggilnya dengan menyebut namanya untuk pertama kalinya.


Azka bahkan merasa panggilan Hanz kali ini membuat darahnya hampir berhenti mengalir.


"Aku mencintaimu Azka." ucapan Hanz terlontar begitu saja dari mulut nya.


"Hanz, kau tidak sedang menghiburku kan..?" jawab Azka menatap ragu pada Hanz.


Hanz menggeleng kan kepala, tiba tiba ia menarik cepat tubuh mungil itu dan mendekapnya.


"Sejak permata kali aku bertemu gadis kecil ditepi danau itu, aku sudah jatuh hati padanya.Bahkan aku sudah tidak sabar menunggu sore hanya untuk kembali bertemu dengan nya, tiba tiba Tuan Ginanjar menelfon ku dan menyuruh ku cepat kembali ke rumah utama dan mengabarkan jika Nona Azkayra sudah kembali, Akhirnya aku memilih untuk kembali dulu kesini dan betapa terkejut nya aku setelah melihat mu, kau gadis kecil yang sudah membuat ku jatuh cinta ditepi danau itu." ucap Hanz menekan kepala Azka di dadanya.


"Sejak saat itu, aku mencoba untuk melupakan perasaan ku, tapi apa kau tau Azka, aku sangat tersiksa. Sepanjang waktu bersama mu aku tersiksa.Setiap kali melihat mu aku ingin menyentuh mu, setiap kali aku menyentuh mu aku ingin memilikimu." ucapan Hanz benar benar membuat Azka tertegun.


"Jadi yang kau tulis di buku itu,.."


"Ya..itu kau Azka. Aku bukan hanya mencintai mu. Tapi aku sangat mencintaimu, aku sangat menyukai mu, aku sangat menyayangi mu. Berhenti mengatakan jika aku hanya tergoda padamu, jangan pernah lagi mengatakan jika aku mencium mu karena nafsu. Kau tau.. aku sakit mendengar nya.Seumur hidupku bahkan aku tidak pernah menyentuh wanita manapun selain kamu." ucap Hanz lagi.


"Maaf kan Aku Hanz, tapi kenapa kau tidak pernah mau jujur padaku." jawab Azka melepaskan pelukan Hanz, kini ia menatap wajah pria itu.


"Kita saling mencintai Hanz, disini tidak ada yang salah, dan tidak ada yang perlu disalahkan. Ini bukan penghianatan.Tapi ini Masalah hati. Ayah pasti akan mengerti." ucap Azka mendekatkan wajahnya.Ia mengecup bibir Hanz dengan sekilas.


Tapi tangan Hanz tiba tiba menahan kepala Azka, Hanz langsung melu,,mat bibir Azka dengan rakus namun lembut. Ia terus melakukan nya dan tak memberi kesempatan Azka untuk bergeser dari dirinya. Hanz mendorong tubuh Azka hingga terbaring di ranjang dan Hanz langsung memeluk kembali tubuh itu dengan posisi tubuh nya di atas tubuh Azka. Hanz terus melu,,mat bibir indah Nona nya , dan Azka pun membalasnya.Kedua nya kini saling melu,,mat dan mengecap ,menikmati rasa manis disetiap kecapan mereka.Lidah Hanz bahkan kini menari nari di rongga mulut Nona nya.


Tak sampai di situ, kecupan Hanz kini menjalar keleher Nona nya dan mengecap Liar disana.Desahan demi desahan terlepas dari mulut mereka.


Kedua tangan mereka kini saling meraba dan meremas. Tangan Hanz pun mulai menerobos kedalam baju Azka, dan merambat ke dada gadis itu, Tangan kekarnya itu berhenti saat menyentuh gumpalan daging kencang milik dada Azka dan meraba lembut di sana. Jemari Hanz meremas gunung kembar milik Nona nya itu dan menyentuh ujung nya yang masih ramun ,membuat sang pemilik nya mendesah.


"Hanz... " Azka merintih pelan, mata nya menatap sendu pria itu.


Hanz menutup matanya,berusaha sekuatnya untuk melawan hasratnya, tapi tangan nya terus meremas hingga ia menyibak kan baju Azka, dengan mata yang masih tertutup rapat ,wajah Hanz mendekati dada Azka, ia menciumi salah satu dari gunung kembar Azka, mengecup melu,,mat dan menghisap ujung nya yang masih ranum, sedang tangan satunya terus meremas dan memilin yang satunya.


" Hanz.." Suara desahan Azka makin membuat Hanz hanyut dengan perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, kini Hanz membuka matanya dan menatap dada Azka.


Getaran demi getaran dari dalam tubuh Hanz terus mendesak menuntut sesuatu.


Ia kembali ******* benda kenyal itu, membuat pemilik nya semakin mendesah.


"Hanz.... " Azka menekan kepala Hanz dengan kuat seperti tak ingin Hanz mengakhiri aksinya.

__ADS_1


Hanz mengangkat wajah nya, kini ia kembali pada leher Azka dan menindih tubuh Azka.


Mendekap nya dengan Erat.


"Nona.." Hanz mendesah dengan nafas nya yang memburu. Ia terus menggeliat di atas tubuh Azka.


"Hanz.." Azka mencoba mendorong tubuh Hanz saat ia merasakan sesak dadanya.


"Nona..." Hanz terus mendesah di telinga Azka.Dan menekan tubuh Azka.


Untung Hanz segera menyadari jika Nona nya kesulitan saat harus menahan berat badan nya.


"Nona..maaf kan saya." Hanz segera menarik tubuh nya dan duduk di samping Azka berbaring.


Ia kembali menatap wajah gadis itu, dan dengan tangan nya yang terlihat gemetar Hanz menyibak kan rambut Azka yang berantakan.


Hanz menarik lembut tubuh Azka hingga terduduk, Lalu memeluk nya.


"Azkayra..Aku mencintai mu." bisik Hanz mengecup pucuk kepala Nona nya.


Azka hanya menatap nya dengan mata nya yang masih sendu.


"Nona., mulai sekarang kita harus bisa menjaga jarak. Saya takut tidak bisa menahan diri saya Nona, saya tidak ingin itu terjadi." ucap Hanz membelai wajah gadis itu.


Azka hanya mengangguk.


"Sekarang Nona tidur ya,? ini sudah hampir subuh. Nona baru saja mendingan ,nanti Nona bisa sakit lagi." ucap Hanz lagi.


"Selamat malam." Hanz mengecup kening Azka, dan melangkah keluar, tak lupa ia menutup pintu kamar itu kembali.


Azka yang kini telah merebah kan dirinya terlihat tersenyum.


"Hanz, aku mencintaimu." bisik Azka meraih selimut tebalnya dan memejamkan matanya.


Sedangkan Hanz yang telah berada dikamar nya terlihat Frustasi, berkali kali mengusap wajah nya di dengan kasar.


"Gila kau Hanz, kau benar benar sudah gila." Hanz mengutuk dirinya sendiri.


"Sial... hampir saja aku tidak bisa menahan diri. Ahhhhhhh... !!! Nona... Aku benar benar mencintaimu. aku ingin memiliki mu..!!." Hanz menggerutu sendiri.


Ya Tuhan.....


Hanz membanting dirinya di kasur. Terlintas kembali bayangan Nona nya, ia teringat beberapa menit yang lalu ia sempat meremas bahkan melu,,mat habis dada Nonanya.Ia memukul mukul kepalanya.


Hanz meraih bantal dan menutup wajah nya dengan bantal itu, mencoba untuk melupakan kejadian tadi.

__ADS_1


_______________________


Hei... jangan pada ngiler ya,mending tahan nafas kalian dan kita akan sambung besok lagi..


__ADS_2