"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Kenapa harus seberat ini.?


__ADS_3

Rasa tegang menguasai kedua pria gagah itu, Ginanjar Samudra dan Hanzero yang tetap berdiri saling menyandar kan punggung mereka di dinding.


Wajah Frustrasi kedua pria itu tergambar jelas, tampak juga sebuah kekhawatiran yang mendalam di wajah kedua nya menunggu hasil kerja keras Dokter Abraham yang tengah berjuang menyelamatkan Azkayra di dalam sana.


Tanpa ada yang saling berbicara kecuali hanya saling melempar pandangan dan kemudian berdoa di dalam hati yang di lakukan mertua dan menantu itu.


Tidak akan terjadi apa apa.. Azkayra wanita yang kuat.


Kedua hati Pria itu saling berbicara untuk sekedar menguatkan hati mereka masing masing.


Setelah sekian lama menunggu, Dokter Abraham muncul membuka pintu ruangan rumah sakit tersebut.


"Bagaimana keadaan putri ku..?" Ginanjar samudra langsung menghampirinya, begitu juga Hanz yang tak sempat bertanya karena sudah di dahului oleh Sang Ayah mertua nya.


"Nona Azkayra selamat Tuan dan sudah sadar kan diri, hanya saja..."


"Ada apa,.?" tanya Hanz tak sabar lagi .


"Silahkan menemuinya." jawab Dokter Abraham tanpa ingin menjelaskan dahulu.


Ginanjar dan Hanz pun segera melangkah masuk.


"Azka, apa kau baik baik saja putri ku..?" tanya Ginanjar segera memeluk putri nya yang sudah duduk menyandar di atas ranjang pasien itu.


"Ayah,.. Aku baik baik saja. Apa yang terjadi ayah..?" sahut Azka sedikit terlihat bingung.


"Kau tertabrak mobil setelah berhasil menyelamatkan Ayah mu ini Azka, apa kau tidak ingat.?" ucap Ginanjar menatap wajah putri nya dengan sangat lega.


"Azka,.!" Hanz mendekat, dan kini Ginanjar menggeser kaki nya memberi kesempatan Hanz untuk mendekati istri nya.


"Syukur lah kau selamat Azka, kau sudah membuat ku takut ..!" ucap Hanz meraih tangan Azka. Dan memeluk nya.


"Tuan Siapa...!!" sahut Azka menarik tangan nya, dan mendorong kuat tubuh Hanz .


BOOOMMM.. Seketika ruangan terasa runtuh bagi Hanz. Pertanyaan Azka membuat nya hampir rubuh dan melihat dunia seperti gelap gulita.


"Apa yang terjadi pada istri ku..??" kini mata Hanz menatap tajam ke arah Dokter Abraham.


"Maaf Tuan, Nona Azkayra kehilangan ingatan nya. Ia hanya bisa mengingat Tuan Ginanjar, sedang kan memorinya bersama yang lain tidak bisa di ingat nya."tutur Dokter Abraham.


"Kenapa bisa seperti itu.?" kini Ginanjar yang bertanya.

__ADS_1


"Benturan di kepala Nona Azkayra terlalu Kuat mengakibat kan pendarahan yang parah. Memori nya tidak bisa kembali lagi dan hanya bisa mengingat seseorang yang memiliki DNA yang sama dengan nya." jelas dokter itu.


"Azka,. Kau tidak mengingat ku.?" Hanz langsung memeluk Azka yang terus meronta dan menjerit.


"Lepas.. Ayah.. Tolong .!" suara Azka membuat Hanz melepaskan pelukan nya.


Menatap wajah istri nya dengan perasaan hancur.


"Kau tidak mengenali ku Azka..?" tanya Hanz kembali menatap Azka yang menggeleng dan seperti nya kali ini Azka benar benar sedang tidak bercanda.


"Bahkan kita baru saja menikah..?" ucap Hanz. Dan kembali wanita itu menggelengkan kepalanya.


Bagai ribuan jarum yang menusuk hati nya, Perih dan sakit itu yang di rasa kan Hanz saat ini. Ia menunduk kan wajah nya , kemudian kembali mengangkat wajah nya untuk menatap istri nya dan mengecup panjang kening nya.


"Aku suami mu Azka..!" ucap Hanz berderai air mata.


Azka hanya bisa menatap dengan tatapan asing pada Hanz.


Mereka yang ada di ruangan itu pun ikut terharu dan sedih melihat pasangan suami istri yang kini nampak seperti orang lain itu.


"Kau benar benar tidak mengingat nya.?" Kembali Hanz berusaha mengingat kan.


Azka terus menatap wajah pria di hadapan nya itu, berusaha untuk mengingat nya.


"Azka.. kau kenapa..??" Hanz yang langsung panik memegang kedua bahu Azka.


"Sakit..!! Sakit.. Tolong..!!!" Teriak Azka dan kemudian tubuhnya lunglai tak sadarkan diri.


"Azka,.. Dokter. Apa yang terjadi..??" Hanz kembali menatap Dokter Abraham dengan mendekap tubuh istrinya.


"Nona tidak boleh mengingat apapun lagi, jika ia melakukan nya itu akan berakibat fatal untuk otak nya. Otak nya bisa mengalami pendarahan Kembali dan dapat mengakibatkan cacat pada otak nya, dan itu bisa menyebabkan kelumpuhan pada tubuh Nona." jelas Abraham.


"Ya Tuhan.... Apa yang bisa kami lakukan sekarang.?" Ginanjar menepuk kepalanya.


"Azka,.!" Hanz terus mendekap tubuh istrinya dan menghujani nya dengan kecupan di kepalanya.


"Kita hanya bisa membiarkan Nona Azkayra dengan ingatan nya yang sekarang, jangan memancing sesuatu yang membuat nya harus berpikir keras." jelas Dokter Abraham.


"Apa ini akan berlaku selamanya.?" Hanz menatap kembali dokter itu.


"Kami tidak bisa memastikan, bisa jadi ini untuk selamanya, dan bisa jadi ini hanya untuk sementara dalam waktu yang juga tidak bisa di tentukan.." sahut Dokter Abraham.

__ADS_1


"Lalu bagaimana jika ini berlaku selamanya.? Mana mungkin Azka harus melupakan suaminya dan pernikahannya untuk selamanya.?" protes Ginanjar dengan wajah panik nya.


"Ayah, kita harus melakukan yang terbaik untuk Azka. Tidak masalah Azka melupakan aku, asal ia tetap bisa hidup normal dan sehat kembali." sahut Hanz membelai wajah Azka yang masih tak sadarkan diri itu.


"Kita bawa Azka pulang, dan melanjutkan perawatan nya di rumah saja." ucap Hanz meletakkan kepala Azka di bantal.


"Hanz,.. tapi bagaimana dengan mu,? Bahkan ini masih masa bulan madu kalian, dan Azka tidak bisa mengingat mu. Tidak Hanz, kita harus melakukan sesuatu agar ingatan Azka kembali lagi." ucap Ginanjar begitu menggebu.


"Ayah, aku tidak mungkin bisa mengambil resiko yang begitu besar. Aku tidak mau terjadi apa apa pada Azka, aku tau ayah khawatir dengan pernikahan kami, aku pun sama ayah. Tapi ku mohon.. Demi kebaikan Azka, jangan melakukan apapun yang bisa berakibat fatal bagi otak Azka." Hanz kini meraih Tubuh istrinya dan menggendongnya.


"Dokter, urus semua perawatan untuk Nona Azkayra di rumah utama." ucap Hanz pada dokter Abraham.


"Baik Tuan."


Mereka pun akhirnya membawa Azkayra kerumah Utama.


Sepanjang perjalanan pulang, Hanz terus mendekap istrinya yang masih tak sadarkan diri itu. Ia tau betul, jika saat Azka sadar nanti ia tidak mungkin melakukan itu, mungkin saja Azka akan menendang nya jika menyadari Hanz telah memeluk nya seperti itu.


Sementara Ginanjar yang berada di kursi depan bersama Bimo yang menyetir itu, terus menghela nafas.


"Maafkan Aku Hanz, istri mu begini karena menyelamatkan aku." ucap Ginanjar.


"Seharusnya Azka tidak perlu melakukan itu, biar lah aku rela mati asal kebahagiaan kalian tidak terganggu." sambung Ginanjar lagi.


"Kau tidak boleh bicara seperti itu Ayah.. Semua anak pasti akan melakukan hal yang sama seperti Azka, dan kita adalah keluarga. Sudah seharusnya saling melindungi dan menjaga." sahut Hanz , ia tau jika Mertua nya sangat merasa bersalah dengan kejadian yang menimpa istri nya itu.


"Tapi Hanz,.. ini benar benar tidak adil untuk kalian. Aku hanya khawatir jika Azka selamanya tidak bisa mengingat mu.?" kembali Ginanjar berkeluh.


"Ayah, percaya lah. Aku akan tetap bersama Azka , apapun yang terjadi. Jika Azka melupakan ku untuk selamanya, maka aku akan terus berusaha untuk mendekatinya kembali. Aku akan membuka lembaran baru untuk kami, dan berusaha membuat nya kembali jatuh cinta padaku." sahut Hanz.


"Lakukan Hanz, kau memang harus melakukan nya. Ku harap kau bisa bersabar untuk menghadapi Azka dengan ingatan nya yang baru nanti."


"Aku akan bersabar ayah, aku akan bersabar selalu. Aku akan menghadapi semua nya, Meskipun Azka membenci ku sekali pun, itu tidak akan berpengaruh bagi ku. Mungkin ini ujian untuk pernikahan kami." sahut Hanz, kembali menatap wajah Cantik Azka.


"Azka, aku mencintaimu.. dan kau mencintai ku. Meskipun memori mu tidak bisa mengingat nya , aku yakin hati mu selalu mengingat nya. Aku yakin itu Azka." ucap Hanz di telinga Azka.


Ginanjar hanya bisa meneteskan air mata ketika mendengar ucapan Menantu nya.


*kenapa harus seberat ini ujian pernikahan kalian..


______________

__ADS_1


"Hai semua.. tetep dukung AzkaHanze dengan kehidupan baru rumah tangga mereka yang akan lebih menguras emosi dan hati kita. dengan vote sebanyak yang kalian punya dan juga like serta tinggalkan komentar kalian di bawah ya*..!!!!"


__ADS_2