"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Kenapa gadis itu harus Nona


__ADS_3

Azka segera mandi dan setelah itu ia menikmati makanan yang telah disiapkan Berlinda. 


"Nona. " Annabel tiba tiba masuk dan menyapa Azka. 


"Hai.. Apa kabar mu hari ini Annabel.? " Azka berbasa-basi.


"Tentu selalu baik Nona.. Apa Nona tidak melihat kecantikan saya yang selalu terpancar dari wajah saya ini , itu menandakan jika Annabel selalu baik baik saja. "jawab Annabel mengibas ngibas kan rambutnya. 


"Maaf Nona.. Bukan bermaksud menyaingi kecantikan Nona,  Nona Azkayra tetap tercantik di dunia ini.. " Ucap nya lagi dengan menunduk hormat. 


Azka hanya terkekeh melihat kelakuan Annabel.


cihhhhh cantik apaan... dasar centil, bagaimana bisa sih Hanz memilih mahluk seperti ini untuk menjadi asisten pribadiku... ya Ampun Hanz .....dalam hati Azka geli. 


"Ya.. Ya.. Ya..  Kau memang cantik Annabel.. Tapi aku dengar kau belum juga menikah.. Kenapa..?  " tanya Azka memicingkan matanya. 


"Saya belum menemukan pria yang cocok Nona,  karena pernikahan itu bukan hal yang main main, jadi saya harus benar benar teliti dalam mencari pasangan saya. " jawab Annabel masih mengibas ngibas kan rambutnya. 


"Pria seperti apa idolamu Annabel..? " tanya Azka sekedar iseng. 


"Pria yang baik dan tulus menerima segala kekurangan saya Nona, walaupun sebenarnya saya tidak punya kekurangan apapun sih. Itu menurut saya Nona..? " jawab nya tersenyum centil. 


"hueeekkkk " hati Azka semakin geli. 


"Seperti siapa contohnya..? " tanya Azka sembari mengunyah makanan nya. 


"Ya.. Seperti.. Sekretaris Hanz contohnya. " jawab Annabel ringan. 


"Uhukk.. Uhukk.. "Azka tersedak. 


"Nona...  Pelan pelan makannya." Ucap Annabel menyodorkan minuman pada Azka. 


"Minum nona minum... " Azka segera menerimanya. 

__ADS_1


"Hemmm..  Bagaimana perkenalan Nona dengan sekretaris Hanz.. Apa Nona bisa menyukainya. Maksudnya menyukai sekretaris Hanz sebagai sekretaris yang akan selalu mendampingi Nona."tanya Annabel dengan penasaran. 


"Ya..  Aku sudah mengerti maksud mu. Aku menyukai Hanz.. Sangat menyukainya bahkan lebih dari itu. "Jawab Azka terus terang.


"Maksud Nona..? "


"Ya..  Lebih dari menyukai.. Maksud nya, aku kagum sama Hanz.. Dia pintar cekatan dan dia tampan sekali.. " Azka tersentum senyum sendiri. 


"Wah..  Baru kali ini Tuan Hanz dipuji seorang wanita. Apalagi Nona Azkayra sendiri yang memujinya. " ucap Annabel menatap Nona nya. 


"Aku sedang tidak memujinya. Hanya kagum padanya. Tapi Hanz memang sangat Tampan Annabel.. Kau tau.. Aku bahkan selalu terbayang wajahnya. Aahhhkk.. " Azka tersenyum kembali. 


"Tuan Hanz memang tampan Nona, tapi hatinya sedingin salju. Bahkan Tuan Hanz tidak pernah suka jika didekati wanita mana pun,."ucap Annabel masih setia berdiri di sana. 


"Tapi mulai sekarang dia harus selalu dekat dengan ku.. "jawab Azkayra tersenyum lagi. 


"Nona.. Awas jatuh cinta padanya. Itu akan menyulitkan hidup Nona. " tiba tiba Azka terkejut dengan ucapan Annabel.


"Selain Tuan Hanz itu sulit di sentuh hatinya, Tuan Hanz juga telah memegang janji setia untuk menemani Nona sampai Nona menemukan sosok pria yang tepat untuk pendamping hidup Nona, itu yang saya dengar dari kesepakatan Tuan Hanz dan Tuan besar. Jadi Tuan Hanz tidak mungkin berani jika harus menyukai Nona..! " jelas Annabel. 


"Belum tentu juga Annabel..? " jawab Azka menyerngitkan dahinya. 


"Nona benar benar menyukainya. ..?" Annabel jadi kepo.


"Ahh.. Aku hanya bercanda Annabel..Mana mungkin.. Dia kan jauh lebih tua dariku, kurasa aku juga bukan seleranya. " jawab Azka sekarang berbaring. 


"Baik lah Nona, selamat malam.. Mimpi yang indah. Besok kita bertemu lagi di Perusahaan. " ucap Annabel.


Azkayra hanya mengangguk,  Annabel segera keluar dari kamar Nona nya dan menutup pintu.


Azka yang berbaring tanpa menutup mata itu terus membayangkan wajah sekretaris Hanz,  entah kenapa semenjak pertemuannya dengan sekretaris Hanz di tepi danau itu, membuat Azka selalu memikirkan Hanz, terlebih saat Azka mengetahui fakta jika Hanz sudah pernah jatuh cinta,  Azka seperti cemburu.. Ia memegang dada nya,  jantungnya selalu berdegup jika membayangkan wajah Sekretaris Hanz itu. Apakah ini tanda tanda jika Azka jatuh cinta pada sekretaris Hanz..? 


______________

__ADS_1


Di Ruangan lain, 


Nampak Sekretaris Hanz tengah duduk bersama Tuan besarnya. 


"Bagaimana kesan pertama perkenalan mu dengan Nona Azkayra Hanz.. Apa Azka terlihat nyaman dengan mu.? " tanya Ginanjar meneguk secangkir teh. 


"Sepertinya begitu Tuan,  tidak terlalu sulit untuk akrab dengan Nona,  Nona adalah gadis periang dan ramah. " jawab Hanz. 


"Besok bawa Nona mu ke Perusahaan,  perkenalkan dengan semua staf dan karyawan. Besok aku juga akan memperkenalkan Azka pada semua rekan bisnis kita sekaligus menobatkannya sebagai pengganti ku. "ucap Ginanjar serius. 


"Apa itu tidak terlalu terburu buru Tuan. Saya rasa Nona masih perlu waktu untuk memahami perusahaan.? " tanya Hanz. 


"Tidak masalah  Hanz,  aku percaya kan semuanya padamu,  kau pasti bisa membimbingnya. " ucap Ginanjar, kali ini ia menatap Hanz. 


"Baik Tuan,  dengan senang hati saya akan membimbing Nona. " jawab Hanz mengangguk. 


"Berjanji lah Hanz, untuk selalu menjaga nya dan menemani nya,  sampai dia menemukan pria yang baik untuk menemani nya. Setelah itu kau boleh memikirkan hidupmu sendiri. " ucap Ginanjar lagi. 


"Saya berjanji Tuan.. Tuan tidak perlu khawatir. Saya akan menjaga Nona dengan nyawa saya sendiri.. " jawab Hanz menatap serius Tuannya. 


"Aku percaya padamu Hanz,  kau tidak akan mengecewakan ku. Kau benar benar mewarisi watak Rangga Ayahmu." Ginanjar tersenyum lega. 


"Baik lah Tuan. Ini sudah malam. Tuan harus beristirahat ,jaga kesehatan Tuan. Jangan terlalu banyak pikiran. Biar saya yang akan mengurus semuanya. " ucap Hanz. 


"Iya Hanz.. Kamu benar. Kalau begitu kau juga istirahat lah,  besok kau akan memulai tanggung jawab baru mu untuk membimbing Penerus baru Perusahaan Samudra. "jawab Ginanjar,  memandang lekat pada Pria didepan itu, pria yang selama beberapa tahun ini telah  menemaninya dan sangat mampu diandalkan nya itu, bahkan Ginanjar sendiri sangat mengagumi segala sikap dan cara kerja pria yang tak lain adalah Anak dari sekretaris Rangga ,seorang tangan kanan Perusahaan Samudra yang telah membawa kejayaan Perusahaan Samudra dengan jerih payahnya. 


Hanz mengangguk dan segera beranjak dari duduknya melangkah ke kamarnya. Sampai didalam kamar Hanz tidak segera mandi malah duduk ditepi ranjang nya dan terlihat melamun. Bayangan wajah Nona Azka nya melintas dipikirannya. 


"Kenapa Azka gadis yang kukenal itu harus Nona,  aku sudah terlanjur jatuh hati padanya. Aahh.. Ini pasti akan menyulitkan hari hariku yang harus selalu ada didekat Nona. Tapi ini sudah menjadi tanggung jawab ku, aku harus bisa menjaga sikap. Dan harus melupakan perasaanku.  Aku tidak ingin Tuan Ginanjar kecewa padaku. " Hanz berbicara pada dirinya sendiri. Ia kemudian merebahkan dirinya, berguling ke sana kemari dengan gelisah .Mencoba memejamkan matanya,namun lagi lagi bayangan wajah Nona nya terlintas kembali dibenaknya. 


Hanz kemudian bangun dan bergegas ke kamar mandi, bukan untuk mandi tapi hanya membasuh mukanya. Masih saja ia gelisah.Akhirnya ia melangkahkan kaki nya keluar dari kamarnya menuju dapur Mansion itu. 


____________

__ADS_1


__ADS_2