"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Roda kehidupan.


__ADS_3

"Jelas aku mengingat nya Hanz, kau ini aneh sekali. Aku tidak mungkin melupakan hal itu seumur hidup ku .!!" sahut Azkayra sedikit heran dengan pertanyaan Hanzero.


"Kau benar benar mengingat nya.? Kalau begitu apa kau ingat tanggal pernikahan kita.?" tanya Hanz ingin memastikan ingatan Azka, benarkah ingatan Azka sudah kembali atau ini hanya kebetulan saja.


"Hanz, ya jelas lah aku ingat.. Tanggal 11 Juli bertepatan dengan ulang tahun ku. Dan pada saat itu kau datang dengan sangat terlambat , dan kau menemui ku hanya mengenakan baju pasien , lantas kau meminjam kemeja Arwan lalu menikahiku. " jawab Azka dengan jelas.


"Azka, kau sudah kembali." Hanz tiba tiba memeluk Azka yang masih bingung.


"Dokter, ingatan istri ku sudah kembali.!!" teriak Hanz menatap Dokter Abraham yang juga menyadari jika Azkayra sudah sembuh dari Amesia nya.


"Hanz," kini Azka mulai sadar dan menatap suaminya.


"Aku mengingat semua nya Hanz.. Benar..!!! Aku mengingat semua nya...!!" jerit Azka sangat girang.


"Selamat Nona, akhir nya Nona Azkayra sembuh juga." ucap Dokter Abraham ikut bahagia.


"Azka, aku senang sekali. Akhir nya kau mengingat nya setelah kita gagal mencoba semua cara." sahut Hanz kembali memeluk istrinya.


"Hanz, kita pulang saja." ajak Azka.


"Kau benar Azka, kita harus pulang. Ayah harus segera mengetahui keadaan mu sekarang." Hanz segera menyetujui keinginan Azka.


Azka mengangguk.


"Dokter, kami pulang dulu, terimakasih atas pertolongan dokter." ucap Hanz pada Dokter Abraham.


"Sama sama Tuan, dan sekali lagi selamat atas kesembuhan Nona Azkayra." sahut Dokter Abraham.


Akhirnya Hanz membawa Azka kembali pulang ke Rumah Utama dengan perasaan yang begitu bahagia.


Sesampai nya di Rumah Utama, mereka langsung di sambut oleh Ginanjar Samudra dengan muka yang begitu khawatir karena sudah mendapat kabar dari Hanz tentang putri nya yang masuk Rumah sakit.


Namun seketika raut wajah nya berubah bahagia ketika Hanz menjelaskan apa yang di alami Azka.


"Azka, benarkah kau sudah mengingat semua nya..?" Ginanjar menghampiri Putri nya.


"Iya Ayah, Azka sudah mengingat semua nya." sahut Azka.


"Terimakasih Tuhan... kau sudah mengembalikan memori putri ku.. Azka...!!" Ginanjar langsung memeluk Putri nya.


"Ayah .. " Azka membalas pelukan Ayah nya.


"Terimakasih ayah, Ayah selalu ada untuk kami dalam segala apapun keadaan kami." ucap Azka.


Hanz, hanya berdiri menatap senang pada kedua Ayah dan Anak itu.


"Kau tidak perlu berterimakasih Azka, Aku ini ayah mu dan akan selalu ada untuk mu. Sudah menjadi tanggung jawab Ayah. Ayah hanya mempunyai kau dan Hanz yang menjadi masa depan Ayah . Apalagi kau bisa kehilangan ingatan mu juga karena menyelamatkan nyawa Ayah mu. " jawab Ginanjar membelai pipi putri nya.

__ADS_1


"Ayah, kita ini keluarga, kita akan tetap bersama selamanya . Saling melindungi dan menjaga." jawab Azka.


"Kau benar Putri ku, baik lah. Hanz, sebaik nya bawa dulu istri mu beristirahat." ucap Ginanjar menoleh ke arah menantu nya.


Hanz mengangguk dan meraih tangan Azka, membawa nya melangkah ke kamar.


Ginanjar memandangi langkah mereka berdua dengan senyum kebahagiaan nya.


Berbahagia lah kalian...!!!


\_\_\_\_\_\_\_\_


Pasangan suami istri itu masih saja duduk di atas ranjang, dan Hanz terus mendekap istrinya dari belakang.


"Aku sangat bahagia sekali Azka, apa kau juga bahagia.?" bisik Hanz .


Azka hanya mengangguk, lalu mendongak kan wajah nya ke arah Hanz.


"Maafkan aku Hanz..!"


"Kenapa meminta maaf.?"


"Selama aku hilang ingatan, aku sering menyakiti mu dan membuat mu menderita." ucap Azka.


"Kau tidak pernah menyakiti ku Azka, kau juga tidak membuat ku menderita. Apa kau tau, semua itu malah membuat ku semakin mencintai mu dan takut kehilanganmu." jawab Hanz.


"Tentu Azka, aku akan memberikan apapun itu, bahkan nyawaku sekali pun." sahut Hanz membelai lembut rambut Azka.


"Bagiamana jika kau menggantikan posisiku di perusahaan Hanz.. Aku tidak ingin terlibat lagi, aku ingin fokus dengan rumah tangga kita dan mengikuti program hamil. Aku ingin segera mengandung Anak mu." ucap Azka membuat Hanz menatap serius pada pada istrinya.


"Kau serius Azka .?"


"Iya Hanz, apa kau keberatan..?"


"Tidak Azka, tapi aku harus membicarakannya dulu dengan Ayah." jawab Hanz.


"Kalau ayah tidak setuju bagaimana..? Ayah pasti tidak tega membiarkan mu bekerja sendiri."


"Aku akan meyakinkan Ayah mu Azka, Aku juga tidak akan tega membiarkan Ayah bekerja lagi. Sudah seharusnya ayah beristirahat. Masih ada Annabel yang bisa kita andalkan dan juga Arwan." jawab Hanz.


"Bang Arwan maksud mu..?" tanya Azka sedikit bingung.


"Iya Azka, semenjak kau kehilangan ingatanmu, aku menyuruh Arwan membantu ku di kantor. Dan ternyata Arwan sangat cepat menguasai pekerjaan kantor. " Hanz menjelaskan .


"Benar kah..? Kalau begitu angkat saja Arwan menjadi sekretaris mu Hanz. Ku rasa Arwan akan bersedia. Dia sudah banyak membantu kita, mungkin sudah saat nya kau memberi nya kepercayaan yang lebih padanya."


"Kau benar Azka, aku akan membicarakan nya dulu dengan ayah Mu. Dan Hari ini, aku ingin meminta waktu mu untuk kau habis kan bersama ku Azka. Aku sangat merindukan Azka ku yang baru saja kembali." ucap Hanz kembali mendekap erat tubuh istrinya.

__ADS_1


Akhirnya siang bolong itu benar saja di habiskan mereka di atas ranjang. Bergulat bebas dengan cucuran keringat dan desahan yang mesra . Hingga berkali kali kedua nya merengguk kenikmatan hingga terkapar lemas.


Hanz meraih tubuh istrinya yang lemas itu, "Maaf Azka, aku terlalu merindukan mu.!" ucap Hanz sedikit menyesal karena telah berkali kali menyerang Azka dengan sedikit kasar.


Azka hanya tersenyum menanggapi kekhawatiran suami nya itu dan meninggalkan nya dengan terlelap begitu saja.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Malam hari di ruang tengah, terlihat Hanz dan Ginanjar samudra sedang berbincang serius.


"Aku setuju dengan keinginan istri mu Hanz. Memang sudah saat nya kau harus menjadi pemimpin Perusahaan Samudra seperti yang aku dan ayah mu rencana kan dulu, dan Azka hanya akan mendampingi mu saja." tutur Ginanjar setelah Hanz menjelaskan keinginan Azka.


"Lalu bagaimana menurut pendapat Ayah, jika aku menempatkan Arwan di posisi Sekretaris pribadi kantor.?" tanya Hanz meminta pendapat .


"Aku yakin Hanz, pilihan mu tidak akan salah. Kau pasti sudah memikirkan nya dengan matang sebelum memilih seseorang. Dan perusahan Samudra sudah ku serah kan padamu Hanz, kau yang harus bertanggung jawab sepenuh nya. "jawab Ginanjar.


"Terimakasih Ayah, atas kepercayaan Mu. Aku berjanji akan menjaga nya dengan baik."


"Kau tidak perlu berterimakasih, milik ku adalah milik Ayah mu juga yang pasti nya juga menjadi milik mu. Kami sudah mempersiapkan semua itu untuk masa depan Anak cucu kami. Dan nanti nya Perusahaan kita itu akan turun ke tangan Anak mu Hanz." kembali Ginanjar bertutur yang membuat Hanz semakin bangga mempunyai Ayah dan juga Mertua yang sangat memikirkan masa depan nya.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Kehidupan rumah tangga Hanzero dan Azkayra kini sangat bahagia tanpa adanya permasalahan lagi. Hari hari mereka begitu manis dan penuh dengan cinta.


Sementara Ginanjar Samudra pun sudah kembali ke kampung halaman nya untuk menetap tinggal di sana setelah memastikan Putri dan menantu nya hidup dengan damai dan bahagia.


Hanzero kini pun telah resmi menjadi


Pemimpin Perusahaan Samudra menggantikan posisi istri nya.


Dan Arwan tentu nya kini menjadi Sekretaris pribadi Hanz yang setia.


Bagaimana hati Arwan saat ini.? Ya, Arwan merasa seperti kejatuhan bulan. Bagaimana tidak, hanya seorang ketua pengawal kini menjadi sekretaris perusahaan besar yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Jangan kan untuk berharap , bermimpi pun ia tidak berani.


Tanpa pendidikan yang tinggi dan pengetahuan yang luas Arwan menduduki kursi yang dulu di duduki oleh Tuannya Hanzero. Dan bagi Hanz pendidikan serta pengetahuan itu tidak lah penting, bagi nya ia bisa dengan mudah mengajari Arwan semua itu. Yang terpenting buat Hanz adalah kesetiaan dan kepercayaan yang tentunya ada di diri Arwan.


Itu lah yang nama nya roda kehidupan, jika Tuhan sudah berkehendak, apa yang tidak mungkin bagi Nya. Semua akan begitu mudah dan bahkan sampai seperti tidak masuk akal...!!!


____________________________


Sekian dulu kakak..!!!!


Tetap ikuti part part berikut nya...


Untuk mengikuti kejutan demi kejutan dari pasangan Azka dan Hanz , juga part yang menceritakan keseruan ngidam nya Nona Azkayra yang akan membuat Hanzero harus sekali lagi bersabar dan berkali kali harus membuat nafas berat nya..


"Mohon maaf, bukan tidak mau up, dari kemarin kemarin jaringan di tempat author sedang dalam masalah. Ini saja di paksain dengan mengungsi di kampung sebelah baru bisa up. Jadi untuk sementara author akan jarang up di semua karya sampai jaringan normal kembali... Maaf yak...!!!"

__ADS_1


__ADS_2