
Azka masih tak bergeming ditempat nya, sampai Hanz menyapa nya.
"Nona.. "
"Hanz.. Aku benar benar kagum pada mu. "ucap Azka menatap pria itu.
"Nona, ini juga akan menjadi tugas Nona, jadi persiapkan diri Nona sebaik mungkin agar tidak mengecewakan Tuan Ginanjar. " ucap Hanz.
"Selama ada kau disampingku, aku tidak perlu khawatir Hanz."jawab Azka.
"Semoga saya akan selalu bisa menemani Nona dengan sebaik baiknya. "Jawab Hanz kini menatap wajah cantik Nona nya.
"Sekarang Nona akan kemana, saya akan antar. Apa Nona ingin ke Mall atau ke taman Kota. Dimalam hari taman kota terlihat lebih indah Nona. " ucap Hanz menawarkan.
"Aku tidak ingin kesana.Aku ingin ke Apartment mu Hanz. Apa boleh aku ke sana.? " jawab Azka membuat Hanz sedikit terkejut dengan permintaan Nona nya.
"Nona.. Apartment saya tidak sebagus Taman kota, atau Rumah utama, tidak ada pemandangan apapun yang bisa dinikmati di sana. " jawab Hanz.
"Aku hanya ingin tau Apartment mu Hanz. Kau benar benar tidak ingin aku melihat nya, atau kau menyembunyikan sesuatu di sana. " ucap Azka dengan wajah cemberut.
"Bukan begitu Nona tapi.. "
"Apa...!! Kau benar benar tidak mau membawa ku ke sana.. Baiklah, kita pulang saja kalau begitu. " ucap Azka kecewa.
"Baiklah Nona, kita ke sana. " jawab Hanz pasrah.
Azka tersenyum penuh kemenangan. Ia segera melangkah mendahului Hanz menuju mobil mereka.
Tak ada pilihan lain Hanz akhirnya membawa Nona nya ke Apartment nya.
Tak lama mobil mereka pun berhenti didepan sebuah Apartemen mewah. Hanz segera turun dan mempersilahkan Azka turun. Hanz memberi isyarat kepada para pengawal nya yang setia mengikuti mereka untuk menunggu dimobil saja.
Hanz kemudian mengajak Azka memasuki Apartemen itu, membuka pintu lif yang membawa mereka pada lantai tempat dimana kamar Hanz berada.
"Silahkan masuk Nona."Hanz membuka kan pintu kamarnya.
"Wah... Kamar mu bagus sekali.. "Azka terkesiap memeriksa kamar Hanz yang luas dengan segala fasilitas yang lengkap. Kamar mandi yang luas dan Rapih. Dilengkapi dengan Ruang Olahraga sendiri, dapur dan juga ruang Kerja khusus. Ditambah lagi sebuah teras kamar yang dipenuhi pot pot bunga indah dengan ranjang ukiran seperti sengaja untuk tempat bersantai.
__ADS_1
Azka segera duduk disofa empuk milik Hanz. Dan menatap Hanz penuh kekaguman.
"Sejak kapan kau tinggal disini Hanz..? " tanya Azka.
"Sejak sekitar dua tahun setelah tinggal dirumah utama, tapi saya lebih banyak menghabiskan malam hari saya dirumah utama Nona. Dan siang hari di Perusahaan. Saya hanya sesekali kemari. "Jelas Hanz.
"Kau sendirian disini.. Atau pernah ada seseorang yang kau bawa kemari..? " tanya Azka lagi.
"Saya sendirian Nona, dan Nona adalah orang pertama yang pernah memasuki kamar ini selain saya dan Cleaning servis yang merawat tempat ini." jawab Hanz.
"Ooh... " Azka tersenyum sendiri memikirnya ucapan Hanz.Ternyata dirinya adalah orang pertama yang dibawa hanz kemari.
"Nona, tunggu sebentar ya. Saya akan mengambil minuman. " ucap Hanz dibalas anggukan ringan Azka. Hanz segera bergegas kearah dapur Apartemennya. Azka sendiri mulai semakin penasaran, ia bangun dari duduk nya, menghampiri ranjang milik Hanz. Ia sengaja ingin mecoba kasur milik Hanz. Ia duduk ditepi ranjang yang tidak terlalu besar itu dan sengaja menghentak hentak kan pantatnya.
"Empuk sekali.. " Azka tersenyum sendiri, tiba tiba matanya menangkap sesuatu dibawah bantal Hanz, ia segera mengambilnya.
"Hanz ternyata mempunyai buku dairy juga."ucap Azka terkekeh.
Rasa penasaran nya seketika muncul, ingin mengetahui isi buku itu, ia menoleh kearah dapur memastikan Hanz belum kembali. Ia segera membuka buku itu, dan menemukan sebuah tulisan.
(Gadis kecil itu telah berhasil mencuri hatiku, sikap nya sifatnya dan wajah cantik nya membuat aku terus memikirkan nya. Padahal aku baru saja mengenal nya di tepi danau itu.. Tapi gadis itu benar benar telah membuat ku jatuh cinta. Ya.. Baru kali ini aku merasakan perasaan yang seperti ini.. Tapi kenapa nama gadis itu harus sama dengan nama....)
"Nona,.. Apa yang anda lakukan. "Hanz yang muncul tiba tiba menutup buku milik nya itu dan meraih dari tangan Nona nya.
"Maaf, aku tidak sengaja. " jawab Azka menunduk dan kembali ke sofa tempat nya semula.
"Minuman Anda Nona, " Hanz memberi kan Minuman kaleng pada Azka ,yang melirik tangan Hanz yang masih memegang buku itu.
"Hanz.. Aku belum selesai membaca nya. " Azka berusaha merebut buku itu dari tangan Hanz.
"Itu tidak penting Nona.."Hanz melempar buku itu ke kasur nya kembali dengan wajah terlihat seperti marah.
"Hanz.. Aku hanya ingin tau siapa nama gadis kecil yang kau maksud itu.. " Jawab Azka.
"Nona tidak berhak tau urusan pribadi saya. Sebaik nya kita pulang sekarang. " ucap Hanz membuat Azka sedikit terkejut.
Benar saja ia merasa sudah lancang,karena ingin tau urusan pribadi Hanz.
__ADS_1
Ia segera mengikuti langkah kaki Hanz yang keluar dari kamar Apartment nya.
Mereka segera memasuki mobil setelah sampai di parkiran. Sementara Hanz segera melajukan mobilnya, tanpa suara sedikit pun. Azka merasa bersalah dengan sikap lancangnya tadi.
"Hanz.. Apa kau marah padaku..? " Tanya Azka. Yang hanya dijawab gelengan kepala Hanz.
"Aku minta maaf.. " ucap Azka. Hanz hanya mendengus.
"Hanz.. Aku minta maaf, kau tidak mendengar...!! " ucap Azka kali ini dengan mengguncang bahu Hanz.
Hanz akhirnya menoleh padanya,dan tersenyum.
"Tidak apa apa Nona, saya hanya berpikir kenapa Nona bisa sepenasaran itu dengan saya. " ucap Hanz .
"Ya.. Aku memang penasaran dengan mu sejak duluuu.. Sejak pertama kali Ayah menceritakan tentang diri mu, dan ternyata Hanz yang terkenal tegas dan dingin itu bisa jatuh cinta juga. " jawab Azka tersenyum, padahal didalam hatinya entah kenapa ia merasa sakit mengetahui kalau Hanz telah jatuh cinta pada seorang gadis yang bahkan katanya baru ia kenal.
"Saya juga lelaki normal Nona, dan itu hanya masa lalu. " jawab Hanz.
"Apa.. Masa lalu.. Maksud mu..? " Azka semakin mati penasaran.
"Saya tidak akan melanjutkan perasaan itu, dan sudah memutuskan untuk melupakan nya. " jawab Hanz.
"Kenapa...?? " Azka semakin ingin tau.
"Saat ini saya hanya akan fokus pada Nona dan Perusahaan. Tidak penting memikirkan yang lain. " jawab Hanz..
"Ohhh... Begitu. Syukur lah,berarti aku masih ada kesempatan. " ucap Azka tersenyum, membuat Hanz langsung menoleh padanya merasa heran dengan ucapan dari Nona nya barusan.
"Emm maksud ku. .emm Syukur lah. Berarti kau akan fokus sepenuhnya dengan ku untuk membimbing ku menjadi penerus Ayah. " ucap Azka memukul lengan Hanz.
Hanz kembali mendengus. Tak lama mobil Mereka sampai di Rumah utama. Hanz segera membukakan pintu mobil untuk Nona nya dan berjalan mengiringi Nona nya.
Ia segera mengantar Nona nya ke kamar dan Berlinda telah menyambut nya di sana.
"Nona sudah kembali.. Mari mandi dulu Nona,saya sudah menyiapkan nya. "sapa sang pelayan kamar Azka. Sepuluh menit yang lalu Hanz sudah mengirimi nya pesan agar segera menyiapkan keperluan mandi untuk Nonan nya.
Azka menoleh pada Hanz yang masih berdiri di sana. Hanz segera mengangguk hormat dan berlalu.
__ADS_1
_______________
Beri komentar kalian di bawah ya.. jangan lupa like.