"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Tanda merah.


__ADS_3

Hanzero terbelalak saat menatap jam di Hpnya yang menunjuk kan pukul 09:00.


"Shittt,..!!! Kenapa tidak ada yang membangunkan aku." ia segera menekan nomor seseorang.


"Iya Tuan, anda sudah bangun rupanya." celoteh yang di sana.


"Apa kau sudah di kantor Annabel.?"


"Pastinya Tuan, Secara Annabel gitu.. perempuan yang disiplin waktu. Memangnya anda.?" cuap Annabel di sana, dengan nada khas nya.


"Kenapa kau tidak membangunkan aku.?"


"Sebenar nya tadi saya hendak membangunkan Tuan, tapi Nona mencegah saya, kata Nona Tuan semalam menemani Nona sampai hampir subuh, maksud Nona biar Tuan beristirahat dulu hari ini." ucap Annabel lagi.


"Tapi kau tau pekerjaan ku menumpuk, Seharusnya kau tetap membangunkan aku Annabel..!!" jawab Hanz kesal.


"Bagaimana lagi, saya tidak mungkin berani membantah Nona."


"Aahh.. !!!"


"Sudah lah Tuan, anda tidak perlu panik begitu, Annabel siap menyelesaikan pekerjaan Tuan, anda silahkan beristirahat dulu dengan tenang hari ini." jawab Annabel kali ini dengan nada serius.


"Kau yakin..?"


"Pasti Tuan, Percayalah."


" Baik lah kalau begitu." jawab Hanz.


"Ehh ,,..Tuan tunggu,." ucap Annabel mendadak.


"Kenapa lagi..?"


"Semalam Tuan ngapain saja sama Nona, awas Tuan.. jangan sering berduaan Sama Nona. Nanti yang ketiga setan lho... " Annabel mulai iseng.


"Kau setan nya.!!!" bentak Hanz.


"Hik..hik... Becanda Tuan, jangan marah.Baik lah Tuan, selamat beristirahat." Annabel menutup telepon nya.


Dasar boneka hantu aneh, kadang genit ngeselin.kadang juga dia pintar dan bisa diandalkan..


Hanz hanya bisa menggelengkan kepala, ia kemudian bangkit dari ranjangnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai dengan rutinitas mandi nya dan berganti, ia segera meraih Laptop nya. Duduk di sofa sambil menyeruput kopi yang telah disiapkan pelayan untuk nya.


Ia mulai membuka Laptop milik nya berniat mengerjakan pekerjaan kantor di rumah saja. Namun tiba tiba ia menutup kembali Laptopnya.


Azkayra, sedang apa kau.. kenapa aku sangat merindukan mu, padahal baru beberapa jam tidak melihatmu.


aahhh ... aku ingin melihatnya dulu.


Hanz bergegas ke kamar Nona nya, ia mengetuk pintu dulu setelah berada di depan kamar Azka.


Tak ada jawaban. Hanz membuka pintu dengan perlahan, ia mengedarkan pandangan nya. Azkayra tak terlihat dis sana. Hanz melirik kamar mandi yang terbuka sedikit , menandakan tak ada yang memakai kamar mandi tersebut.


"Kemana Nona... apa mungkin Nona sedang sarapan di dapur.?" ucap Hanz.


Hanz segera melangkah menuju dapur Mansion itu.


Setelah sampai di dapur benar saja Hanz melihat Azka di sana. Bukan sedang sarapan melainkan sedang memotong beberapa sayuran bersama beberapa pelayan nya.


Hanz sejenak terdiam tak jauh dari sana, ia menatap gadis jelita yang selalu membuat jantung nya berdebar itu.


wajah itu,bibir itu..tubuh itu..aku sudah berani sekali menjamahnya.


Hanz mengacak rambutnya , mengingat kejadian semalam.Ia pun melangkah menghampiri Azka.


"Nona.. Apa yang anda lakukan di sini.?!" suara Hanz mengagetkan Azka dan beberapa pelayan wanita di sana.


"Hanz..kau sudah bangun.?" Tanya Azka melihat Hanz sudah berada di belakang mereka.


Para pelayan itu pun tertunduk, tak ada yang berani menatap wajah Hanz yang memasang wajah marah itu.

__ADS_1


"Kenapa Nona kalian bisa ada disini dan memegang pisau. Apa yang kalian lakukan..??!" Hanz terlihat marah pada para pelayan.


"Maaf Tuan , kami sudah mencegah, tapi Nona memaksa ingin belajar memasak." jawab Berlinda yang berada diantara mereka.


"Kalian mau aku pecat ya...!!!! Tugas kalian menjaga dan melayani Nona, bukan membiarkan Nona Azkayra memegang pisau dapur dan memotong sayuran seperti ini.?" ucapan Hanz membuat nyali mereka menciut, tak ada lagi yang berani menjawab, semua terdiam.


"Hanz.. aku yang menginginkan nya.. Kau jangan marah. Aku yang memaksa mereka untuk mengajari ku masak." jawab Azka menjelaskan pada Hanz.


"Nona, kembali lah ke kamar." ucap Hanz menurun kan nada suaranya.


"Baik lah. Ayo.!!"Azka segera menggandeng tangan Hanz.


"Nona duluan saja." ucap Hanz lembut.


"Tidak, aku tidak mau jika sendiri." rengek Azka, ia tau jika ia meninggalkan Hanz disitu pasti Hanz akan memarahi para pelayan itu.


Hanz mendengus, dan akhirnya mengikuti langkah Azka.


"Nanti kita sambung lagi ya..!!" bisik Azka pada Berlinda sebelum meninggalkan dapur.


Azka dan Hanz kini sudah berada di kamar Azka.


"Nona..Anda belum pulih ,kenapa bisa bisa nya Nona berada di dapur dan berniat belajar memasak. Jangan ceroboh Nona."


ucap Hanz menatap Nona nya.


"Aku bosan Hanz, menunggu mu bangun."


"Kenapa tidak membangunkan saya saja."


"Ya.. aku tidak mau menggangu istirahat mu, jadi aku memutuskan untuk belajar memasak." jawab Azka.


"Untuk apa belajar memasak, apa masih kurang pelayan di rumah ini..? Kalau begitu besok saya akan menambah pelayan baru lagi." ucap Hanz merasa sangat khawatir dengan keadaan Nona nya.


"Hanz.. bukan begitu, aku juga ingin bisa memasak. Jadi kalau kau sedang di rumah, aku bisa memaksa khusus untuk mu. " jawab Azka memanja.


"Kau tidak perlu memasak untuk ku Azka, Aku yang seharus nya melayani mu." jawab Hanz.


Degggg......


Ucapan Azka menyentuh hati Hanz. Ia tidak menyangka jika Nona nya sudah sangat jauh berpikir. Ia tiba tiba memegang tangan Nona nya dan menggenggam nya dengan erat.


"Apa Nona ingin menikah dengan saya..?" pertanyaan Hanz terucap begitu saja.


"Tentu Hanz, apa kau mau menikahi ku..?"


Hanz mengangguk, " Setelah mendapatkan restu dari Tuan Ginanjar." jawab Hanz.


"Kau harus berjuang untuk itu Hanz, apa kau akan membiarkan Gavin berhasil menikahi ku.?" tanya Azka mendekatkan wajahnya.


"Tidak Nona, itu tidak akan saya biarkan terjadi." jawab Hanz.


"Kalau begitu , segera beritahu Ayah tentang siapa Gavin, agar Ayah berhenti menjodohkan ku dengan Pria itu . " ucap Azka, melingkarkan tangan nya pada pinggang Hanz.


Hanz mengangguk.


"Hanz.." tangan Azka menarik wajah Hanz hingga menghadapnya.


"Apa saat ini kita sudah pacaran.?" tanya Azka dengan polosnya.


"Menurut Nona.?" Hanz balik bertanya.


"Ya.. kita pacaran. Benarkan..?"


Hanz tersenyum melihat kepolosan Nona nya, dan mengangguk.


"Kalau begitu kita harus merayakan nya." ucap Azka dengan semangat membara.


"Kita akan merayakan nya bulan depan. Bertepatan dengan ulang tahun Nona." jawab Hanz.


"Aku tidak mau..itu terlalu lama Hanz.." rengek Azka kini ia melangkah dan duduk di sofa.

__ADS_1


Hanz mengikuti nya dan duduk di samping nya.


"Nona. Kita tidak perlu merayakan nya. Itu hanya akan membuat Orang lain tau hubungan kita, saya tidak ingin mempermalukan Nona di depan semua orang." ucap Hanz mencoba menjelaskan pada Nona nya.


"Hanz..cepat atau lambat dunia akan mengetahui nya, jadi tidak ada kata malu, kecuali kau benar benar tidak ingin bersama ku." jawab Azka.


"Iya ,saya tau Nona. Tapi belum saatnya. Saya harus meraih restu Ayah Nona dulu baru saya akan mengumumkan nya pada dunia." ucap Hanz, kembali mendekap Azka dari belakang.


"Percaya lah Nona, Saya benar benar ingin memiliki mu. Selamanya.." bisik Hanz.


Azka menolehkan wajah nya dan kini mereka kembali saling memandangi.


Hanz mendekatkan wajah nya dan kembali melu,,mat bibir Nona nya yang kini seakan menjadi candu bagi nya itu.


Kedua nya saling bertukar Saliva kembali, dan mulai saling meremas kembali.


Hingga beberapa saat lamanya mereka bercumbu dengan di iringi desahan desahan merdu mereka. Azka mulai mengeliat seperti cacing kepanasan saat Hanz kembali meremas buah dadanya.


"Hanz..." Azka mendesah kembali. Ia menekan tangan Hanz yang kekar itu dan bibir Azka mengecup leher Hanz dengan kuat hingga meninggalkan bekas merah yang sedikit lebar.


"Nona.." Hanz sedikit terkejut dan segera mengakhiri cumbuan nya.


Ia mengusap leher nya.


"Apa yang Nona lakukan..?" Hanz terlihat panik, ia segera meraih Hp Azka dan memeriksa leher nya dengan kamera depan. Ia melihat dengan jelas tanda merah di leher nya itu.


"Aku tidak sengaja Hanz"' jawab Azka seperti menyesal.


"Kau marah..?" tanya Azka khawatir.


Hanz tersenyum dan kembali mengecup bibir Azka.


"Saya tidak marah, saya menyukai nya Nona. Tapi jika orang lain melihat tanda ini, mereka pasti akan bertanya tanya." jawab Hanz , memeluk Azka mencoba menenangkan Nona nya yang terlihat menyesal itu.


"Mereka pasti langsung menyangka jika kita dari bercumbu." ucap Hanz lagi.


"Kita..? Memangnya mereka akan langsung menebak jika tanda merah ini karena aku." jawab Azka seraya mengusap leher Hanz.


"Mereka juga tau Nona, jika selama ini saya tidak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali Nona, dan waktu saya hanya di habiskan dengan Nona, siapa lagi yang di pikirkan mereka kecuali Nona." jelas Hanz.


"Maaf kan aku Hanz." ucap Azka menatap sendu.


"Lain kali Nona tidak boleh ceroboh, saya hanya ingin menjaga nama baik Nona, saya tidak ingin ada yang berpikiran buruk pada Nona." jawab Hanz membelai rambut Azka.


Ia menatap rasa kesedihan di wajah gadis itu.


"Nona boleh melakukannya sesuka hati Nona, tapi jangan di area yang bisa di lihat orang, disini disini.. bagaimana..?" ucap Hanz menunjuk ke arah dada nya dan perutnya,sambil tersenyum bermaksud menghibur Nona nya.


"Aku benar benar akan melakukan nya Hanz." jawab Azka terkekeh.


"Anda ingin melakukan nya sekarang... silahkan Nona." Hanz menggoda Azka dan mulai membuka kancing kemeja nya.


"Hanz.. hentikan.. kau jangan meledek ku. Aku malu..!!" Azka memukul mukul lengan Hanz.


Hanz pun terkekeh dan kembali memeluk Azka.


"Nona.. kita makan dulu ya.. ini sudah siang . Saya sudah lapar sekali." ucap Hanz yang di jawab anggukan riang Azka.


"Tunggu sebentar , saya akan memanggil Berlinda untuk menyiapkan nya." Hanz segera melangkah keluar dan memanggil Berlinda.


Hanz kembali lagi dan duduk kembali di sisi Azka. Tangan nya segera merapih kan rambut Azka yang terlihat berantakan.


Azka tersenyum penuh kebahagiaan menatap wajah pria itu.


Hanz..kau pasti khawatir jika Berlinda melihat rambut ku yang tadi nya rapi jadi acak acakan begini.


Azka mengerti maksud Hanz..


_____________


^^^Hai.. saya author sukhet Alaz/any anthika meminta dukungan kalian untuk karya baru saya ini, dengan klik Like dan favorit dan jangan lupa tinggalkan komentar kalian yang terbaik di bawah ini ya....^^^

__ADS_1


__ADS_2