"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Ternyata pilihan Anda salah


__ADS_3

Jangan lupa Vote sama like nya ya teman...


__________________________________


Dokter Lisa sudah selesai Memeriksa Azkayra.Ia menghampiri Hanzero yang masih setia berdiri disana.


"Tuan Sekretaris. Ini obat untuk Nona Azkayra. " Dokter Lisa menyodorkan obat yang selesai diraciknya.


"Bagaimana keadaan Nona Dokter. ?" Hanz bertanya masih dengan kekhawatiran.


"Nona Azkayra hanya demam biasa, akan segera membaik setelah meminum obat." jawab Dokter Lisa.


"Apa Nona terkena air hujan..? " tanya Dokter Lisa.


"Benar Dokter, kemarin Nona meminta pergi jalan jalan dan kebetulan cuaca sedang buruk." jawab Hanz merasa bersalah.


" Sepertinya Nona alergi dingin, Dia tidak bisa terkena air hujan atau cuaca dingin. Jadi sebaiknya hindari itu semua." jelas Dokter Lisa.


"Baik Dokter. "


"Kalau begitu saya permisi dulu. Nona Azkayra, saya permisi dulu. Minum obatnya dan perbanyak istirahat dulu. Semoga cepat sembuh. " Dokter Lisa tersenyum pada Azkayra .


"Terimakasih Dokter. " Azka membalas senyuman.


Dokter Lisa melangkah keluar, Hanz segera menghampiri Nona nya. Ia meraih Mangkok bubur yang baru saja diantar Berlinda.


"Nona makan dulu sebelum minum obat. " Hanz menyendok bubur itu dan menyodorkan ke bibir Azka.


Azka terpaksa membuka mulutnya.


"Sudah Hanz, mulut ku pahit." Azka menolak saat suapan selanjutnya.


"Sedikit lagi Nona." Hanz memaksa.


Azka menggeleng. "Sayang....ayo lah. " Hanz tak sadar mengucap kata itu. Membuat Azka terbelalak, begitu juga Hanz yang kaget dengan ucapan sendiri.


"Maaf Nona, saya... saya tidak sengaja." Hanz segera berdiri dan menggeser tubuh nya.


Azka malah tersenyum melihat tingkah Hanz,ia melirik Berlinda yang masih setia berdiri disana, juga ikut tersenyum namun menunduk kan wajahnya.


"Belinda.. kau boleh keluar. " ucap Azka yang segera di balas anggukan oleh Berlinda dan segera keluar kamar, tak lupa ia menutup pintu seperti tau maksud Nonanya.


apa Nona dan Tuan Hanz pacaran ya..? beruntung sekali Tuan Hanz.


Itu lah pikiran Berlinda, terus berlalu tak ingin ikut campur urusan atasannya.


"Hanz.. mana obatnya.? " tanya Azka.


Hanz pun mengambil obat itu, dan kembali duduk disamping Nona nya. Ia segera membuka obat itu dan memberikan kepada Azka. Azka langsung meminum nya dengan segelas air putih.

__ADS_1


"Hanz." suara Azka sedikit merengek.


"Iya..!" Hanz menggeser duduknya lebih mendekat pada Nonanya.


Tiba tiba Azka memeluk Hanz.


"Nona.. jaga sikap Anda, jika ada yang melihat anda akan malu sendiri." bisik Hanz membelai rambut Nonanya.


"Biar saja memang kenapa,. Apa kau tau.. kepala ku sakit sekali.?" Azka kembali merengek.


"Istirahat lah Nona, anda akan cepat sembuh. Saya harus ke kantor. " Hanz melepaskan pelukan Azka.


"Aku ingin kau menemani ku Hanz.. Kau jangan ke kantor dulu kenapa. Hari ini...saja.!" rengek Azka.


"Nona, hari ini saya ada janji bertemu Tuan Gavin. Jika saya tidak datang, itu akan mengecewakan relasi bisnis kita. " jelas Hanz.


"Kau lebih mementingkan bisnis dari pada aku.? " Azka terus merengek.


"Saya akan segera pulang Nona, setelah itu saya akan menemani Nona, bagaimana..? " Hanz membujuk Nonanya.


"Terserah. " jawab Azka ketus.


"Nona. " Hanz mengecup singkat kening Azka.


"Nanti malam saya akan menemani Nona, semalaman. " ucap Hanz beranjak dari duduk nya. Ia melangkah, sebelum keluar kamar Hanz menoleh ke arah Azka kembali, tapi Azka membalik kan wajah nya dengan muka yang cemberut.


__________


Hanz telah tiba di kantor, Annabel segera menyambut Tuan Sekretarisnya.


"Tuan.. bagaimana keadaan Nona.? " tanya Annabel.


"Nona hanya demam biasa. " jawab Hans langsung duduk di kursinya.


"Tuan.. tadi Tuan Gavin kemari mencari Tuan. " ucap Annabel.


"Apa..? Dia sudah datang.? Lalu kemana sekarang Tuan Gavin.? "


"Saya bilang kalau Tuan belum datang, saya sudah menyuruhnya untuk menunggu, tapi Tuan Gavin malah pergi begitu saja. " jelas Annabel.


"Baik lah, aku akan menghubungi nya. " jawab Hanz.


"Kalau begitu saya permisi Tuan. " Annabel segera keluar dari ruangan Hanz.


Hanz meraih Hp nya dan menghubungi Gavin. Berkali kali ia menghubungi Gavin namun pangilan nya tidak diangkat. Akhirnya Hanz memutuskan untuk pergi menemui Gavin di Perusahaan nya.


Hanz menghampiri Annabel terlebih dahulu.


"Annabel, aku akan menemui Tuan Gavin di Kantornya, kau selesaikan pekerjaan mu, setelah menemui Tuan Gavin ,aku tidak pulang lagi kemari, aku langsung pulang ke rumah Utama."ucap Hanz.

__ADS_1


"Baik Tuan, anda tidak perlu khawatir. " jawab Annabel yang mengerti maksud Sekretaris Hanz.


Hanz melangkah keluar gedung perkantoran dan segera melaju ke kantor Gavin yang tidak jauh dari Gedung perkantorannya.


Ia segera menghentikan mobilnya, dan melangkah masuk. Ia terus berjalan menuju ruangan Gavin.


Sampai di depan ruangan Gavin, Hanz hendak mengetuk pintu yang nampak terbuka sedikit itu.,namun ia seperti mendengar suara , suara desahan wanita.


Hanz ragu untuk mengetuk pintu, namun karna sudah terlanjur berada disitu Hanz melanjutkan nya, ia mengetuk pintu.


Lama tak ada jawaban Hanz mengulangi nya lagi. Tak lama kemudian Gavin sudah berdiri di depan pintu hanya mengenakan celana boxer. Melihat itu Hanz tidak peduli,tanpa disuruh Hanz melangkah masuk.


Hanz terkejut saat melihat seorang wanita telanjang yang tengah duduk disofa ,wanita itu hanya menutupi tubuhnya dengan kemeja Gavin. Hanz segera membuang pandangan nya.


"Sayang... masuk lah dulu. " Gavin menyuruh wanita itu untuk ke kamar yang memang ada di ruangan itu.


"Kenapa kau mengganggu waktu bersenang senang ku Sekretaris Hanz.? " Ucap Gavin yang langsung duduk di sofa,mengusap wajahnya dengan kasar. Ia merasa seperti sedang kepergok oleh Sekretaris Hanz tentang kelakuan bejad nya.


"Maaf Tuan Gavin, saya pikir anda sedang bekerja bukan bersenang senang. Saya hanya ingin membahas pekerjaan kita, Saya sudah menghubungi Anda berkali kali tadi. " jawab Hanz. Gavin hanya tersenyum sinis.


"Kalau begitu lain kali saja kita membahas nya, maaf sudah mengganggu waktu Anda, selamat besenang senang kembali. "Hanz melangkah.


"Sekretaris Hanz. " Gavin menghampiri Hanz yang sudah mencapai pintu.


"Aku harap, kau tidak menyampaikan apa yang kau lihat hari ini pada Nona Azkayra atau Tuan Ginanjar. " ucap Gavin.


Hanz hanya tersenyum.


"Dan satu lagi, tolong bantu hubungan ku dengan Nona Azkayra, karna kau orang terdekat nya. Dan kurasa kau sudah tau rencana Tuan Ginanjar dan aku."


"Saya tidak bisa berjanji Tuan. " jawab Hanz.


"Kenapa..? Bukan nya kau juga mendapat perintah dari Tuan Ginanjar untuk mendekatkan Nona mu itu denganku." ucap Gavin kali ini dengan nada tinggi.


"Sebaiknya anda memperbaiki diri anda terlebih dahulu jika anda ingin mendekati Nona saya yang sangat berharga itu. Baru saya akan membantu anda." Hanz segera berlalu.


"Brengsekkkkk...!! " umpat Gavin.


pasti dia akan mengadu pada Tuan Ginanjar dan Azkayra dengan apa yang dilihat nya. sial.... kenapa sekretaris Hanz harus melihat nya.


Gavin terus menggerutu,dan menutup pintu dengan kasar.


Hanz yang kini telah melajukan mobilnya ke Rumah Utama ,mengeleng geleng kan kepala. Ia memang sering mendengar gosip tentang Gavin yang sering main perempuan, bahkan ia pernah melihat Gavin keluar masuk Hotel bersama wanita yang berbeda beda. Namun baru hari ini ia melihat dengan mata dan kepalanya sendiri tentang kelakuan Gavin.


Untung Nona ku tidak tertarik pada Tuan Gavin, jika Nona Azka tertarik padanya, sungguh malang nasib nona.. Ternyata Tuan Gavin adalah pria brengsek.. Aku tidak akan membiar kan Kau mendekati Nona ku yang berharga itu Gavin brengsek.... Ahhh.. Tuan Ginanjar, ternyata pilihan anda salah.


________________


^^^jangan lupa likenya ya teman teman...^^^

__ADS_1


__ADS_2