"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Kau mengingat nya..!!!


__ADS_3

sebelum nya Vote nya kakak....


Vote mana vote nya... pecinta Hanzero dan Azkayra... hari Senin kan...?????



Pagi itu, Hanzero bangun dengan senyum merekah di bibir nya, hati nya di penuhi kebahagiaan , hidup nya kini begitu semangat..!!


Bagaimana tidak, saat ia membuka mata hadiah terindah itu ada di depan matanya, tersenyum manis Penuh gelora cinta yang membara. Senyuman itu tentu nya milik si cantik Azkayra.


"Pagi Hanz," sapa Azka dengan aroma harum rambut nya yang masih terlihat basah.


"Pagi Azka, kau sudah mandi.?" tanya Hanz masih seperti mimpi melihat senyuman sang istri.


"Tentu sudah , kau tidak melihat rambut ku yang masih basah ini.?" jawab Azka mendekati suami nya.


"Berarti aku yang kesiangan." ucap Hanz langsung bangun dan menyibakkan selimut nya.


"Hanz , !! Kau sengaja ingin menggoda ku lagi ya.? Aku sudah mandi Hanz .!!" pekik Azka sambil membalik kan badan nya.


"Astaga..!!" Hanz langsung menarik selimut nya lagi, ternyata ia lupa jika masih polos tanpa balutan apapun.


Ia sedikit terkekeh melihat istri nya yang masih tak menoleh ke arah nya.


"Azka, aku lupa. Tolong lemparkan handuk." ucap Hanz.


"Kupikir kau sengaja ingin menggoda ku sepagi ini." sahut Azka sambil meraih handuk milik Hanz dan mengulurkan nya.


Tapi Hanz tiba tiba meraih tangan nya dan menarik nya sehingga tubuh Azka langsung menabrak Hanz yang masih di atas ranjang.


"Kau menginginkan nya lagi." bisik nakal Hanz segera menangkap tubuh Azka.


"Tentu saja, tapi setelah kau mandi dan memberiku sarapan." jawab Azka sambil mengusap wajah Hanz.


"Mandi lah dulu hanz." ucap Azka.


Hanz mengangguk, namun tak juga melepaskan pelukan nya.


"Tumben kau mandi sepagi ini, apa kau tidak dingin.?" tanya Hanz merasa Azka tak pernah mandi sepagi ini , apalagi sampai mendahului nya.


"Dingin sekali Hanz, tapi aku ingin menyambut pagi mu dengan tubuh yang segar dan aroma wangi ku." jawab Azka menikmati dekapan suami nya.


"Terimakasih Azka , untuk yang semalam." bisik Hanz.


"Sama sama Hanz, kau sudah mau memberitahu ku bagaimana rasa kita ." jawab Azka.


"Manis kan..?" tanya Hanz mencium pipi Azka.


"Sangat manis,"


"Kau menyukai nya Azka..?"


"Emm, " sahut Azka mengangguk.


"Apa kau juga menyukai nya Hanz,?"


"Tentu Azka, apa yang kau sukai aku akan menyukai nya juga." sahut Hanz masih mendekap Azka.


"Mandi lah Hanz, kita harus pulang. Ayah pasti mengkhawatirkan kita." rengek Azka.


"Tidak mungkin , Ayah tau kita di sini , aku sudah menelpon nya kemarin." jawab Hanz.


"Baik lah , tapi aku mau pulang setelah kau mandi. Aku ingin sarapan di rumah bersamamu." rengek Azka kembali.


" Terserah kau saja Azka, kalau begitu aku mandi dulu." kini Hanz melepaskan pelukan nya dan meraih handuk nya untuk melilit bagian bawah tubuh nya.


Sementara Azka menunggu nya dengan sabar.


Tak lama kemudian Hanz sudah keluar dari kamar mandi dan segera berganti. Mereka pun bersiap untuk pulang ke rumah utama.



Setelah menempuh perjalanan yang tak begitu lama, mereka pun tiba di Rumah Utama.


Terang saja Ginanjar Samudra langsung menyambut mereka dengan senyum yang merekah seolah mengetahui apa yang terjadi semalam dengan Putri dan Menantu nya itu.


"Pagi Azkayra Putri ku..!" sapa nya.

__ADS_1


"Pagi ayah, tumben ayah terlihat bahagia sekali, ada apa ini.?" jawab Azka sedikit bingung melihat ekspresi wajah ayah nya yang sudah lama tak terlihat seperti itu.


"Ayah memang sedang bahagia, menyambut pasangan suami istri yang sedang berbulan madu, maksud nya bulan madu yang sempat tertunda." ucap Ginanjar memeluk putri nya.


"Bagaimana kabar mu. seperti nya putri ku ini juga sedang bahagia sekali..?" tanya Ginanjar melirik Hanz yang hanya tersenyum.


"Baik ayah.. Azka memang sedang bahagia. " sahut Azka kembali dengan sikap manjanya.


"Oh , syukur lah. Kalau begitu cepat lah ke kamar , Ayah mau bicara sebentar dengan suami mu." ucap Ginanjar.


Azka mengangguk.


"Hanz, apa hari ini kau mau pergi ke kantor.?" tanya Azka menoleh ke arah Hanz .


Hanz belum menjawab, melainkan menatap Mertua nya seolah meminta pendapat.


"Tidak Azka, Hanz tidak akan kemana mana hari ini. Hanz , Ayah suruh menemani mu beberapa hari ini. Apa kau keberatan.?" Ginanjar yang menjawab.


"Benar kah.? Terimakasih Ayah, Azka senang sekali." sahut Azka ,kini melangkah ke kamarnya.


Setelah memastikan Azka jauh Ginanjar mengajak Hanz untuk duduk di ruang utama itu.


"Hanz, bagaimana.. Apa ada hasil nya usaha mu kemarin.?" tanya Ginanjar.


Hanz hanya menggeleng dan membuang nafas berat.


"Saya sudah membawa Azka ke tepi danau pelangi, dan ke taman bunga yang pernah menjadi kenangan kami, tapi Azka sama sekali tidak mengingat apapun di sana." ucap Hanz menjelaskan.


"Kau masih perlu bersabar Hanz, lalu bagaimana dengan Apartment mu.?" sahut Ginanjar mengerti perasaan Hanz.


"Tidak ada yang membuat Azka mengingat apapun di sana. Tapi." Hanz kemudian tersenyum.


"Tak perlu kau jelaskan Hanz, aku sudah tau." potong Ginanjar sambil tersenyum juga.


"Kami sudah sepakat untuk tidak memusingkan lagi masalah ingatan Azka, kami akan memulai nya dari awal kembali dengan ingatan Azka yang sekarang." ucap Hanz.


"Benar Hanz, keputusan itu memang yang paling tepat. Kita tidak mungkin memaksa Azka, itu hanya akan membuat nya menderita dan tertekan."


"Iya Ayah, itu memang yang saya pikir kan." sahut Hanz.


"Baik lah, kalau begitu untuk beberapa hari ini kau harus menemani istri mu dulu, sambil meningkat kan hubungan kalian. Biar ayah yang ke kantor." ucap Ginanjar yang memang sangat lah bijaksana itu.


"Hanz, kita sarapan yuk, Berlinda sudah menyiapkan nya untuk kita. " ucap Azka ketika melihat suami nya sudah melangkah memasuki kamar nya.


Hanz hanya mengangguk dan duduk manis di sofa, sementara Azka menghampiri Hanz dengan membawa nakas berisi sarapan pagi yang sudah di antar Berlinda ke kamar nya tadi.


Mereka pun menikmati sarapan itu tanpa suara.


"Hanz, hari ini apa kau mau mengantar ku keluar.?"


"Memang nya kau mau kemana lagi Azka.?" jawab Hanz meneguk minuman nya.


"Shoping." jawab singkat Azka.


"Kau mau mencari apa Azka.? Kebutuhan mu sudah ada yang menyediakan. Kau tinggal duduk manis, jika masih ada yang di perlukan kau bisa menyuruh kan.? " ucap Hanz.


"Hanz..!!" rengek Azka ,lagi lagi dengan mata sendu nya.


"Baik lah, aku akan mengantar mu." jawab Hanz, tak ingin mengecewakan hati istri nya.


"Kalau begitu ,kita berangkat sekarang ya..?" ucap Azka begitu senang nya.


"Kau tidak mau istirahat dulu Azka, apa kau tidak capek.?"


"Capek kenapa Hanz, memang nya aku dari kerja apa..?" bantah Azka.


"Semalam kau bekerja sangat keras Azka,"


"Ck,.. kan sudah istirahat berjam jam, Ayo lah Hanz.." kembali Azka merengek


Hanz hanya bisa mengangguk dan berdiri.


___________________


Hanz akhirnya membawa Azka melaju lagi, namun kali ini tujuannya bukan untuk membawa Azka ke suatu tempat untuk menunjuk kan sesuatu melainkan untuk menuruti keinginan Azka, yaitu shoping. Biasalah, walau bagiamana pun juga Azka tetap wanita normal dengan hobi nya meskipun dalam lupa ingatan sekali pun, hobi belanja nya tidak akan hilang.


Hanz menghentikan mobil nya di parkiran khusus di depan sebuah Mall mewah di sana lalu segera turun dan membuka pintu mobil untuk istri tercinta nya.

__ADS_1


Tak lupa Hanz terus menggenggam erat tangan Azka dan melangkah membawa nya berjalan ke arah Mall tersebut.


Baru saja langkah mereka memasuki halaman luas Mall tersebut dari arah jalan terdengar suara gaduh. Beberapa polisi tengah mengejar kawanan penjahat yang melarikan diri ke arah Mall tersebut.


Hanz yang melihat itu langsung menarik tubuh Azka, dan mendekap nya, membawa nya sedikit menjauh dari depan Mall.


Doorrr....!!! Doorrr...!!!!


Suara tembakan Polisi berkali kali terdengar.


"Hanz.!!!" tiba tiba Azka menutup telinga nya dengan kedua tangan nya.


"Azka , !!" Hanz segera mendekap tubuh istri nya yang seperti nya sangat ketakutan itu.


"Hanz....Hanz..!!" Azka seperti orang kebingungan terus berteriak memanggil nama Hanz.


"Azka ,tidak apa apa...!! Tenang lah. Aku disini Azka." Hanz dengan panik nya berusaha menenangkan istri nya.


"Kita pulang Hanz, kita pulang.. Ayo Hanz kita pulang..!!" Azka terus menjerit masih dengan menutup telinga nya, dan tiba tiba tubuh Azka lemas seketika dan ambruk begitu saja di pelukan Hanz.


"Azka..!! Ya Tuhan.. Azka.. Kau kenapa.. Azka..!!!" Hanz yang panik melihat istri nya pingsan , terus berusaha menyadarkan istri nya. Namun Azka tak kunjung sadar.


Hanz pun segera membawa istri nya kembali ke mobil, dan dengan kekhawatiran yang meraja Hanz langsung membawa Azka ke rumah sakit. Beruntung Rumah sakit berada tidak jauh dari Mall tersebut.


Sesampai nya di rumah sakit tersebut Hanz langsung berlari sambil membopong tubuh Azka ke dalam rumah sakit.


"Suster.. !!! Tolong istri saya. Tolong Suster.!!" Hanz terus memanggil Suster Rumah sakit tersebut, suster pun segera menghampiri nya dan mempersilahkan Hanz untuk membaringkan Azka di sebuah ruangan.


Hanz segera merogoh Ponsel nya dan menghubungi Dokter Abraham yang memang bertugas di Rumah Sakit tersebut.


Tak lama Dokter Abraham yang sudah di hubungi Hanz pun muncul dengan sedikit berlari ke arah ruangan Azka untuk memeriksanya.


Tanpa bisa menyembunyikan kepanikan dan kekhawatiran nya , Hanz terus menggenggam tangan Azka yang masih di periksa Dokter Abraham itu.


"Apa yang terjadi pada istri ku Dokter.!" tanya Hanz tak sabar sekali.


"Tuan Hanzero Tenang lah, semoga tak terjadi apa apa pada Nona Azkayra." sahut Dokter Abraham masih memeriksa dengan teliti keadaan Azka.


Di tengah pemeriksaan Dokter Abraham tiba tiba Azka tersadar dan membuka matanya.


"Hanz..!!" Azka kembali menjerit.


"Azka, kau sudah sadar.!" Hanz segera memeluk istri nya yang langsung terduduk itu.


"Hanz, kau.. Kau tidak apa apa Hanz.. Suara tembakan itu..??" ucap Azka mendekap erat Hanz dan menangis tersedu.


"Aku tidak apa apa Azka.. Tenang lah." Hanz terus menenangkan istrinya.


"Kau benar benar masih hidup Hanz.." Azka melepaskan pelukannya dan memegang wajah Hanz.


"Azka , aku masih hidup. Aku di sini dari tadi menemani mu. Ada apa Azka.. Jangan membuat ku khawatir."


"Aku.. aku bermimpi Hanz , aku mimpi buruk."


"Kau mimpi apa..?" tanya Hanz menatap istrinya.


"Aku bermimpi.. Gavin... Gavin datang dan membunuh mu Hanz..!!" kembali Azka menangis. "Gavin membunuh mu di depan mata ku." ucap Azka tersedu.


"Itu hanya mimpi Azka, tenang lah. "


"Benar Hanz, kau benar. Itu hanya mimpi. Gavin tidak mungkin datang kembali. Dia sudah mati. Dan aku sendiri yang membunuh bajingan itu." ucap Azka membuat Hanz tersentak.


apa aku tidak salah dengar,? Azka bicara apa barusan..


"Apa Azka, kau bicara apa..?" Hanz ingin Azka mengulangi ucapan nya tadi.


"Apa kau tidak tau Hanz, setelah Gavin melukai mu di rumah kosong itu. Aku membunuh nya. Bahkan aku menembak nya berkali kali sampai dia mati Hanz. Aku sudah membunuh nya . Aku masih ingat apa yang dia lakukan pada kita. Dia hampir menghilangkan nyawa mu. Tapi aku sudah membalas perbuatan nya . Aku membunuh nya dengan tangan ku sendiri, dan memastikan jika dia benar benar sudah mati." ucap Azka meyakinkan Hanz.


Hanz dan juga Dokter Abraham benar benar di buat terkejut dengan ucapan Azka.


Hanz kini menatap serius mata Azka.


"Azka, Kau mengingat nya. !!!"


_________________________________


**Selamat hari Senin teman teman...!!!!

__ADS_1


Vote nya jangan lupa untuk tambahan energi Hanz dan Azka...!!!!!


Terimakasih**....""


__ADS_2