"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Kembali ke Apartment Hanz


__ADS_3


Langkah Hanz sudah sampai di depan gubug itu, ia terus melangkah membawa Azka menaiki gubug.


Dan menurunkan Azka di sana.


Azka masih tampak kebingungan untuk mengingat tempat itu, ia memilih menyandarkan tubuh nya di tiang gubug itu dan sementara Hanz terus memperhatikan istrinya dengan seksama.


Hanz menghampiri Azka, dan duduk tepat disisi kaki Azka.


"Azka, duduk lah." Hanz meraih tangan Azka yang kemudian menurut saja duduk di samping Hanz.


Hanz menggeser pantat nya untuk lebih merapatkan tubuh nya pada Azka, lalu meraih tubuh Azka dan mendekap nya dari belakang.


"Azka, lihat lah aku. Aku akan memberitahu mu sesuatu." Hanz meraih dagu istri nya agar menatap nya.


Kedua pasang mata suami istri itu saling menatap dalam.


"Disini kita belum menyatakan perasaan kita Azka, tapi disini lah pertama kali nya kita saling menyalurkan perasaan kita. Sayang sekali hari ini cuaca sangat cerah, karena pada waktu itu hari hujan dan di penuhi angin yang membuat mu kedinginan. Lalu aku berusaha menghangatkan tubuh mu dengan cara memeluk mu seperti ini." ucap Hanz sambil terus mendekap istri nya dan tak melepaskan pandangan nya sedikit pun dari mata istrinya itu.


"Aku berusaha menjaga pandangan ku pada waktu Azka, tapi kau terus menahan wajah ku agar tetap menatap mu seperti ini, sampai aku tidak kuat menahan hasrat ku. Hingga aku lancang mendekati bibir mu dan..."


Cuppp.!!!


Hanz mendarat kan bibirnya , sejenak ia sengaja terdiam untuk menanti respon dari Azka. Ternyata dengan perlahan Azka merekah kan bibirnya.


Dengan lembut Hanz mellumatt benda kenyal itu dan terus memperdalam ciuman nya.


Hanz terus melakukan nya hingga terdengar desahan lembut yang terlepas dari mulut Azka. Tangan Azka mulai bergerak merengkuh tengkuk Hanz dan jemari lentik nya pun terus merayap ke sela rambut Hanz dan mengacak lembut di sana.


Hanz terus mengulangi aksi nya itu yang murni tanpa nafsu, namun dengan penuh kasih sayang dan cinta yang murni.


"Nona, aku mencintai mu." bisik Hanz mengakhiri cumbuan bibir nya.


"Hanz.. aku juga mencintai mu." balas Azka terus menatap mata tajam milik Hanz itu.


"Kau tidak meragukan nya kan.?"


"Tidak Azkayra, aku tidak pernah meragukan nya. Aku hanya takut kau ragu dengan hati mu sekarang."


"Tidak Hanz, aku tidak akan ragu lagi. Aku sudah jatuh cinta padamu ketika kau pertama mencium ku di kamar ku itu. Lalu aku sekarang merasakan nya , jika aku benar benar mencintai mu. Kita tidak boleh bersedih lagi dengan ingatan ku yang tidak bisa kembali. Kita akan memulai nya dari awal Hanz. Aku mencintai mu, aku mencintai mu tanpa harus mengingat yang dulu dulu." ucap Azka lalu mengecap bibir Hanz dengan rakus nya.


Azka terus mendesah di telinga Hanz, membuat Hanz semakin menggebu. Kini Azka meraih tangan Hanz dan menuntun nya ke arah dada nya dan menekan nya di sana.


"Hanz . " desahan Azka semakin panas ketika Hanz menekan gumpalan daging milik Azka dari luar baju Azka itu.


"Azka, sebaik nya kita pulang saja. Hari sebentar lagi sore."ucap Hanz menarik kembali tangan nya dan sedikit mendorong tubuh Azka. Kemudian mengusap bibir Azka yang basah karena nya.


Azka mengangguk dengan mengatur nafas nya yang masih memburu.

__ADS_1


Hanz meloncat turun , dan segera menyambut tubuh Azka untuk menuruni gubug itu, Lalu menggandeng tangan lembut itu untuk menuju mobil, setelah ia mampir dahulu ke bawah pohon besar itu untuk memberes kan barang barang mereka dan kembali memasuk kan nya ke dalam tas milik nya.


Dengan satu tangan menenteng tas dan tangan yang lain terus menggenggam tangan istri nya Hanz terus melangkah menuju mobil nya.


Sampai di mobil Hanz segera melempar tas nya ke dalam bagasi kembali lalu mempersilahkan Azka untuk masuk kemudian ia menyusul.


Hanz kembali menginjak gas mobil nya tanpa bersuara , sesekali ia menoleh ke arah Azka yang terus tersenyum kearahnya, dan sesekali Azka mengulurkan tangan nya hanya sekedar untuk mengusap pipi Hanz.


Hanz meraih cepat tangan Azka dan menggengamnya agar tetap berada di pipi nya.


"Terimakasih Azka, hari ini meskipun usaha kita gagal, tapi tidak terbuang sia sia." ucap Hanz menciumi tangan lembut itu.


"Sudah lah Hanz, terus terang aku lelah. Sebaik nya kita menyerah saja.!" ucap Azka membuat Hanz tersentak .


"Apa maksud mu Azka,!" menoleh cepat kearah istri nya.


"Tidak perlu lagi mengingat masa lalu, Kata mu itu tidak penting kan.? Toh , ingat atau tidak aku akan tetap di samping mu dengan perasaan cinta ku." sahut Azka membuat jantung Hanz yang hampir saja berhenti itu lega seketika.


astaga Azka, kupikir kau ingin mengakhiri hubungan kita.


"Sekali lagi, terimakasih Azka." Hanz tersenyum dan kembali konsentrasi menyetir.


Lama kemudiaan Hanz menghentikan mobil nya tepat di depan Apartment milik nya dan kembali membimbing Azka ke dalam apartemen tersebut.


Azka yang sudah mengambil keputusan untuk tidak merasa bingung lagi menurut saja tanpa bertanya.


Azka melangkah dan sekali lagi nampak tempat itu tak asing dalam hatinya.


"Apa kita pernah kesini.?" Azka terpaksa bertanya kembali.


Hanz hanya mengangguk.


"Mandi lah Azka, kau pasti gerah. Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu." ucap Hanz meraih Handuk yang memang punya Azka yang sengaja di tinggal di situ dan memberikan nya pada Azka.


"Aku akan mandi air dingin saja, tapi bagaimana dengan ganti ku.? Aku tidak membawa nya."


"Ada di lemari itu Azka, dulu kau sengaja meninggalkan nya di sana untuk ganti mu jika kita kemari." sahut Hanz menjelaskan.


"Benarkah.?"


"Periksalah jika kau penasaran." Hanz menyarankan.


"Aku akan mandi dulu." jawab Azka melangkah ke kamar mandi.


Hanz pun meraih Handuk nya dan melangkah ke kamar mandi lain yang ada di ruangan lain di apartment itu, ia tidak mau menunggu Azka yang biasa nya memang sangat lama jika sudah berurusan dengan kamar mandi.


Benar saja, saat Hanz sudah kembali ke kamar nya ,Azka belum juga selesai. Sampai Hanz sudah berganti pakaian dan duduk manis menunggu pun Azka belum juga keluar.


Hanz Melangkah mengetuk pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Azka, aku akan turun mencari makan malam untuk kita. Kau tidak apa apa ku tinggal.?"


"Iya Hanz, pergi lah. Aku sebentar lagi selesai." sahut Azka.


"Kau jangan kemana mana, tunggu aku."


"Iya.!" sahut Azka. Hanz pun melangkah pergi.


Tak lama dari kepergian Hanz, Azka keluar juga dari kamar mandi menuju lemari dan membuka nya.


"Benarkah ini baju ku.?" bisik Azka meraih baju tidur wanita dari dalam lemari itu, tak mau berpikir lagi Azka lalu mengenakan nya.


Lama ia menunggu Hanz yang tak juga kembali , Azka memilih untuk melihat lihat. Tangan nya mulai iseng menarik laci meja rias yang ada di samping ranjang itu.


"Buku Diary ini apa milik Hanz.?" Azka meraihnya dan membuka nya.


Membaca beberapa kalimat milik Hanz yang sebenarnya dulu pernah di baca nya itu.


Memory nya mendadak berputar cepat. Azka seperti mengingat sesuatu. Ia terus berusaha mengingat nya. Keringat kini mulai membasahi wajah nya.


"Arg...!" Azka merasa sakit di kepalanya yang mendadak membuat nya lemas.


Hampir saja tubuh Azka terjatuh, namun Azka masih bisa bertahan dengan berpegangan di sisi meja.


"Azka,!" Hanz yang baru saja membuka pintu langsung berlari kearah istri nya dan langsung menangkap tubuh Azka dan mendudukkan nya di ranjang.


"Apa yang terjadi.?" Hanz mengusap keringat dingin di wajah Azka.


"Aku hampir mengingat sesuatu, tapi sakit kepala ini mengacaukan nya." sahut Azka memukul kepalanya.


"Berhenti lah Azka, berhenti. Kau tidak perlu lagi menyiksa otak mu. Bukan kah kita sudah sepakat untuk membiarkan yang lalu.?" ucap Hanz meraih buku diary yang masih di genggam Azka dan melempar nya sembarangan.


"Itu tadi, curahan hati mu saat pertama bertemu dengan ku Hanz.?"


"Iya Azka, kau sudah pernah membaca nya. Sudah lah. Kau tidak perlu lagi memikirkan nya. Aku tidak mau kau sakit kepala." jawab Hanz.


"Tapi aku hampir berhasil Hanz..!"


"Biar lah Azka, aku tidak mau terjadi apa apa padamu. Kita makan dulu ya..?" bujuk Hanz membawa Azka ke Hambal yang masih terhampar rapih di sudut ruangan kamar itu.


__________________________________


**sekian dulu untuk hari ini ya...?


Kira kira.. apa ya yang bisa membuat ingatan Azka kembali lagi..?


Coba tebak...??? salah satu dari kalian pasti akan benar.!!


Tinggalin jejak kalian ,jangan lupa**..???

__ADS_1


__ADS_2