"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Rencana Annabel.


__ADS_3

Hanzero mencoba melepaskan pelukan Azkayra yang masih terus mendekapnya.


"Kau harus melihat nya.!" Hanz menarik dagu Azka .


Dengan dada yang masih dag dig dug Azka membuka mata nya sedikit demi sedikit.


"Hanz, benar kah ini.?" tanya Azka menatap dengan membelalakkan matanya.


Hanz mengangguk.


Azka terduduk lemas, dan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


"Azka."


"Hanz, aku sungguh takut kalau aku benar benar hamil Ayah akan murka padamu." ucap Azka menatap Hanz.


"Bukan kemurkaan nya yang aku takutkan Nona , tapi nama baik keluarga Samudra. Mulai saat ini kita harus bisa sama sama menjaganya." Hanz memeluk Azka.


Kedua nya kini keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega , ketakutan mereka tak lagi menghantui, karena hasil yang mereka lihat di testpack itu hanya meninggalkan satu garis merah muda.


"Mandi lah, dan istirahat. Aku akan ke kamar ku." Hanz mengecup singkat kening Azka dan keluar dari kamar Azka.


Sebelum ke kamar nya Hanz memanggil Berlinda untuk membereskan pecahan botol di kamar Azkayra dan Berlinda pun segera bergegas ke kamar Nona nya.


Hanz kini sudah di kamar nya, kembali ia menatap Testpack itu dan menyimpan nya, ia tidak ingin ada yang melihat nya.


Hanz kemudian mandi dan kembali duduk melamun di atas sofa. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Annabel, bisa kah kau menemui ku sebentar.?" Hanz menghubungi Nomor Annabel.


"Baik Tuan." sahut yang di sana.


Tak lama kemudian Annabel mengetuk pintu.


"Masuklah." sahut Hanz, Annabel membuka pintu dan menghampiri Hanzero.


"Ada apa Tuan.?" tanya Annabel merasa seperti tidak biasanya Tuan sekretaris memanggil nya seperti ini.


"Annabel, bisa kah kau mencari Solusi agar pembangunan Villa itu segera selesai.?" ucap Hanz .


"Kenapa Tuan, bukan kah waktu yang di perkirakan sudah memenuhi target.? Apa ada masalah lain.?" tanya Annabel dengan sangat serius.


"Aku ingin lebih mempercepatnya lagi. Bisa kah kau mengatur nya untuk ku dan Azka. Maksud ku Nona Azkayra.?" ucap Hanz.


"Beri saya alasan nya Tuan, agar saya juga bisa berpikir lebih keras." jawab Annabel.


"Apa kau bisa di percaya, jika aku mengatakan alasan nya untuk menyimpan nya sendiri.?" tanya Hanz.


"Nyawa saya sebagai taruhan nya Tuan Hanzero." jawab Annabel begitu mantap.


"Aku harus menikahi Nona Azkayra setelah Villa itu selesai. Dan aku tidak bisa menunggu lama lagi." jawab Hanz kali ini jujur.


"Saya akan mengusahakan, anda tidak perlu khawatir. Serahkan semua kepada saya. Dalam waktu sebulan Villa itu akan selesai Tuan." ucap Annabel membuat Hanz sekali lagi menatap nya.


"Apa kau serius bisa melakukan nya.?"


"Besok anda akan mendengar kabar nya. Kalau begitu Saya permisi Tuan." ucap Annabel melangkah.


"Tuan.." Annabel kembali menoleh pada Hanz yang langsung menatap kembali ke arah nya.


"Makanya jaga jarak.. begini kan jadi nya..?? Bukan cuma Tuan yang repot." ucap Annabel.


"Kalau kau tidak mau membantu jangan banyak bicara Annabel..!!!" Hanzero melotot geram.


"Hanya bercanda Tuan , biar tidak terlalu tegang.." jawab Annabel terkekeh, dan segera keluar menghindari singa yang sudah menampakkan taring nya itu.


"Dasar..!!!" umpat Hanz.


"Tapi wanita itu memang bisa di andalkan. Aku mau lihat besok, apa yang akan ia lakukan.?" dengus Hanz. Kini ia beralih ke ranjang. Melipat tangan nya di bawah kepalanya.


"Azka.. Aku mencintai mu.." Hanz kembali berbisik sendiri dan tersenyum membayangkan wajah Azkayra.

__ADS_1


"Aku sangat beruntung sekali , bisa mendapatkan cinta Azkayra, aku akan menjaga mu Azka. Menjaga mu dengan hidup ku." Hanz berbicara sendiri.


Kini ia memejamkan matanya, mencoba melawan gejolak hatinya yang terus meronta ingin menemui Azka.


_______


Siang itu di Perusahaan Samudra, Annabel terlihat berjalan santai menuju ruangan Presdir nya , tak disangka ia melihat Gavin melangkah ke arah yang sama.


"Tuan..!!" Annabel memanggilnya.


Gavin hanya menoleh sesaat dan meneruskan langkah nya tanpa mempedulikan wanita yang memanggilnya itu.


"Tuan , tunggu dulu." Annabel tidak menyerah, ia segera menghampirinya.


Terpaksa Gavin menghentikan langkahnya.


"Ada apa.? Kau akan melarang ku menemui Nona mu..?" Gavin melotot pada Annabel.


"Bukan Tuan , maksud saya baik. Jika Tuan ingin membahas Masalah permintaan Tuan Ginanjar sebaik nya jangan sekarang. Soalnya Nona masih agak tidak enak badan. Takut nya Nona tidak bisa Konsentrasi." ucapan Annabel.


"Permintaan Tuan Ginanjar.? Permintaan yang mana.?" Gavin sedikit terlihat bingung.


"Tuan belum tau.? Atau Tuan Hanz belum memberi tahu Tuan.?" tanya Annabel.


"Sekretaris itu belum memberitahu ku apa apa." jawab Gavin semakin bingung.


"Aneh.. padahal sudah beberapa hari yang lalu Tuan Ginanjar membahas nya di telfon. Saya juga mendengar nya Tuan.?" sahut Annabel.


"Katakan, apa permintaan Tuan Ginanjar.?" tanya Gavin dengan serius.


"Tuan Ginanjar meminta pembangunan Villa pelangi di percepat. Karena Tuan Ginanjar hendak menikahkan Nona Azkayra setelah pembangunan itu selesai. Itu yang saya dengar. Dan Tuan Ginanjar meminta Tuan Hanzero merundingkan nya dengan Tuan Gavin. Tapi kenapa Tuan Hanzero tidak membicarakan nya dengan Tuan Gavin. Ini mencurigakan. Atau jangan jangan Tuan Hanzero sengaja mengulur waktu." ucap Annabel.


"Menikahkan Nona Azkayra ,maksud mu menikah kan dengan siapa.?" Gavin semakin penasaran.


"Saya tidak tau pasti Tuan, tapi bukan kah Tuan Ginanjar ingin menjodohkan Nona dengan Tuan Gavin, ya Tuan Gavin lah pastinya, tidak mungkin dengan yang lain.." jawab Annabel dengan yakin nya.


Gavin berdiam sejenak, terlihat dia sedang berpikir.


"Jika aku bisa mempercepat penyelesaian Pembangunan Villa Pelangi itu, berarti aku akan lebih cepat menikah dengan Azkayra..


Baik lah, aku akan menyusun rencana ku sendiri tanpa berunding dengan Hanzero sekretaris sialan itu." ucap Gavin dalam hati.


Gavin segera berbalik arah.


"Tuan.. anda mau kemana..? Tidak jadi menemui Nona Azkayra.?" tanya Annabel melihat Gavin hendak melangkah pergi.


"Tidak.. kapan kapan saja, aku harus segera mencari solusi untuk memenuhi permintaan Tuan Ginanjar. Kau tidak perlu bilang pada mereka kalau aku kesini." jawab Gavin melangkah pergi.


"Baik Tuan Gavin, semangat ya..? Mudah mudahan berhasil." ucap Annabel.


mampus kamu... kena jebakan ku..!!


pekerjaan yang teramat mudah..!!!


Annabel tersenyum puas, dan melangkah menuju ruangan Nona nya.


__________


Beberapa hari kemudian, Hanzero nampak keheranan saat menerima laporan jika Tuan Gavin telah menambahkan beberapa Kontraktor bangunan untuk penyelesaian Villa pelangi.


"Apa semua ini benar Annabel.?" tanya Hanzero.


"Tuan bisa membaca nya sendiri , itu laporan yang tertulis dan baru saya terima siang tadi." jawab Annabel.


"Apa yang membuat Gavin tiba tiba antusias begini. Padahal aku sudah pernah membahas nya tapi ia menolak untuk menambah Kontraktor dengan Alasan sudah tepat perjanjian nya , takut merugikan pihak Kontraktor yang sudah menangani Villa itu." ucap Hanz merasa aneh.


"Sudah saya bilang.. Tuan tenang saja. Semua keinginan Tuan Hanz pasti akan terpenuhi. Selama ada Annabel ,Tuan tidak perlu khawatir." jawab Annabel.


"Jadi.. Kau yang merencanakan nya..?" tanya Hanz menatap serius.


"Siapa lagi..? Ya.. meskipun harus dengan cara curang, tidak masalah yang penting bisa mengelabuhi Tuan Gavin itu. Dan Villa pelangi segera selesai." jawab Annabel.

__ADS_1


"Kau sungguh keterlaluan Annabel." Hanz menggeleng kan kepala.


"Ini bukan keterlaluan Tuan, tapi ini namanya Tak Tik . Sekali lagi Siasat. Selamat sore Tuan.. Sampai jumpa di rumah utama." ucap Annabel tersenyum dan melangkah keluar ruangan Hanz.


"Annabel, aku tidak tau bagaimana caramu mengelabuhi Gavin, tapi kau bisa di acungkan jempol. Tidak sia sia aku memilih mu menjadi orang kepercayaan ku." Hanz memuji Annabel.


Hanz segera membereskan berkas berkas nya dan berkemas untuk pulang. Hari itu kebetulan Azkayra tidak masuk kantor.


Jadi Hanz tidak sabar lagi untuk bertemu Azkayra setelah seharian melewatinya tanpa memandang pujaan hatinya.


Hanz langsung bergegas kemobil nya dan tancap gas menuju Rumah Utama.


Hatinya kembali merasa lega, masalah pembangunan Villa pelangi akan segera selesai. Dan Hanzero akan segera menikah dengan Azkayra.


Sampai di rumah Hanz tidak langsung menemui Azkayra melainkan langsung kekamarnya dan membersihkan diri dahulu, berganti pakaian dan siap menemui Azka di kamarnya.


"Nona.. " Hanz menghampiri Azka yang berbaring di ranjang.


Gadis itu tidak merespon panggilan Hanz.


"Azka..!!" Hanz mendekatkan wajah nya ternyata Azka tengah terlelap dalam mimpi indahnya.


Hanz memandangi wajah gadis itu. Begitu mempesona ,semakin Hanz menatap nya semakin Hanz ingin menerkamnya.


Tangan Hanz mulai menyentuh bibir mungil itu dan mengusapnya.


Kemudian dengan hati hati ia mengulum bibir itu dengan manis nya, sehingga pemilik bibir itu terkejut bangun dari lelap nya.


Azka tersentak dan reflek mendorong wajah Hanz dengan kuat nya.


"Hanz.. kau.! Kau membuatku kaget Hanz...!!" menyadari jika itu adalah Hanz yang telah mencium bibir nya, ia langung bangun dari tidur nya dan duduk menatap Hanz.


"Maaf , bibir Nona sangat menggoda. Aku sampai tidak bisa menahan diri." jawab Hanz kembali mendekati Azka.


"Aku sangat merindukan mu Azka, aku sudah menahan nya beberapa hari ini untuk tidak menyentuh mu." bisik Hanz memeluk Azka dari arah belakang.


Ia menyibak kan rambut Azka yang menutupi leher jenjang nya membuat leher itu terlihat dengan jelas. Hanz langsung menyelusuri leher itu dengan bibirnya dan kembali pada bibir mungil Azka.


Azka pun tak ingin kalah, ia membalas nya dengan lebih rakus.


Kedua nya kembali tenggelam dengan ******* dan remasan yang di iringi desahan yang menambah gairah mereka.


Beberapa waktu lama nya mereka saling bertukar Saliva dan berbagi kenikmatan, namun masih dalam batasan yang masih bisa di tahan oleh Hanz.


Sampai Hanz mengakhiri nya dengan gigitan kecil di bibir bawah Azka yang membuat gadis itu meringis.


"Besok aku mau pulang ke kampung halaman ku Azka.. kau baik baik di rumah ya.?" bisik Hanz.


"Aku ikut Hanz..!" sahut Azka.


"Aku hanya ingin menengok Paman dan bibi ku, juga berziarah ke makan orang tua ku. Kemungkinan tidak lama lagi aku akan menikahi mu. Jadi aku harus menemui keluargaku untuk minta doa Restu mereka." ucap Hanz.


"Pokoknya aku ikut ..!!" Azka merengek.


"Azka.. jika kita semua pergi siapa yang kan mengurus perusahaan. Apa kau tau, Hari ini Gavin telah menambah beberapa Kontraktor baru." Hanz berusaha meminta pengertian Azka.


"Ada Annabel yang bisa di andalkan. Aku pokok nya ikut. Jika tidak aku akan menyusul sendiri ke sana." Azka kembali merengek.


"Baik lah.. Kau ikut..!!! " jawab Hanz akhirnya kalah juga dengan ancaman Azka.


*aku sudah menebak Azka, kau pasti akan bicara begitu. dasar keras kepala.


________________


Hai semua... jangan lupa untuk dukungan karya baru ku ini ya.. siapa tau aja dapet ranking karya baru terberuntung...


Hiks hiks.. berharap gak papa kan Author .


oh ya.. pada mampir ke karya Author yang berjudul The Hacker mafia Girl yuk.... juga Kisah Cinta Arelya.. seru juga lho... siapa tau bisa sedikit menghibur waktu break kalian.


siu*.....

__ADS_1


__ADS_2