
Di dalam ruangan Azkayra,
Hanzero duduk di sofa dengan sebuah Laptop di depan nya, ia sibuk berkutat dengan berkas dan pekerjaan nya . Sedangkan Azkayra duduk bersandar di tubuh Hanz tanpa mempedulikan jika Sekretaris nya yang kini telah resmi menjadi kekasihnya itu tengah bekerja.
"Nona.. bergeser lah sedikit." ucap Hanz menggoyangkan bahunya.
"Apa sih, orang lagi nyantai juga." balas Azka semakin merapatkan punggungnya.
"Nona.. tangan saya susah bergerak." ucap Hanz terus menggerakkan bahunya .
"Hanz, kau mengganggu konsentrasi ku..!!"
"Memangnya Nona sedang apa..?" Hanz menoleh penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Nona nya.
"Aku sedang konsentrasi agar tidak mengganggu mu..!! Kau tidak mengerti juga ." jawab Azka tanpa dosa.
Ya Tuhan....
Hanz segera memutar kepala Azka dan meletakkan nya pada sudut sofa yang satunya.
"Nona yang mengganggu saya , bukan saya yang mengganggu Nona." ucap Hanz kembali ke posisi semula.
Azka kini pasrah, ia hanya bisa menatap wajah Hanz dari jarak yang agak jauh sedikit.
Hanz kembali bergelut dengan pekerjaan nya. Setelah beberapa menit terlihat Hanz menarik nafas lega. Ia menutup Laptopnya.
"Kau sudah selesai..?" tiba tiba wajah Azka sudah menempel di pipi Hanz.
"Belum Nona , ini masih sebagian ." jawab Hanz.
"Aaahhhh, kau lama sekali, kau sengaja membiarkan aku menunggumu ya..??" rengek Azka memeluk dengan erat tubuh Hanz dari belakang, hingga kedua buah dada nya terasa menempel di punggung Hanz.
Hanz menutup mata , membuang nafas dengan kasar. Ia terdiam sejenak menikmati dekapan hangat dari Azka.
Hanz lalu melepaskan pelukan Azka dan menatap wajah.
"Nona.. jangan menggoda ku terus, jika aku benar benar tergoda bagaimana.. ? Ini di kantor." ucap Hanz berusaha menutupi getaran yang selalu timbul saat dekat dengan Azka .
Azka malah mendekatkan wajahnya.
"Kau yang goda ku Hanz , bukan aku..! Setiap melihat mu aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluk mu. Karena ketampanan mu selalu menggodaku." bisik Azka, terasa hangat nafasnya menyentuh telinga Hanz .
Hanz menutup mata nya dan berusaha mengendalikan dirinya, tapi mau bagaimana lagi Hanz benar benar kalah Ia membuka matanya dan mendorong tubuh mungil gadis itu hingga terbaring di sofa, Hanz langsung menindih Azka dan menghujani ciuman di wajah dan leher Azka dengan sangat rakus.
"Kau terus menggoda ku Azka, jika terjadi apa apa pada kita, kau jangan menyalahkan aku." bisik Hanz yang tidak memberi ampun pada Azka.
Ia melu,,mat bibir Azka itu dan tak membiarkan sedikit pun Azka untuk membalas nya.
"Hanz.. berhenti. Aku bisa kehabisan nafas..!" Azka berusaha mendorong wajah Hanz agar ia bisa menghirup udara.
"Menyerah lah Nona, jika tidak aku akan melakukan nya sekarang, disini." Hanz menyibak kan baju Azka. Dan mengarah ke gumpalan daging kenyal miliknya.
"Ampun Hanz.. Ampun .. jangan Hanz, ini di kantor . Nanti ada orang masuk bagaimana ." rengek Azka menyadari kesalahannya.
"Terserah..!!" jawab Hanz terus melanjutkan Aksinya.
" Hanz .. sudah Hanz sakit..!!" Azka mendorong kepala Hanz saat Hanz menggigit kecil pucuk gunung miliknya.
Hanz tidak lagi peduli, ia menahan tangan Azka agar tidak melakukan perlawanan, dan kembali pada aksinya.
"Tuan Sekretaris ...!!" suara Annabel memanggil di susul suara langkahnya kaki memasuki ruangan. Annabel yang terlanjur melangkah masuk langsung menundukkan kepalanya , ia menangkap sedikit adegan mereka.
__ADS_1
Hanz yang menyadarinya langsung menarik tubuh nya dan cepat menarik baju Azka yang yang terbuka ke atas.
Hanz segera menoleh ke arah Annabel yang langsung mundur beberapa langkah.
Mampus aku.....
Wajah Annabel kali ini terlihat tegang.
"Kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu Annabel...!!!" Teriak Hanz.
"Maaf Tuan.. Anu.. emm Ada yang mencari Tuan..." Annabel menjawab dengan gugup.
"huhh.. kenapa aku harus merasa bersalah begini sih. Mereka kali yang sembarangan. Di kantor malah pacaran." bisik Annabel dalam hatinya.
Azka malah cekikan melihat ekspresi wajah Hanz yang sangat kecewa.
"Syukurin... aku bilang apa..!!" bisik Azka menyalahkan Hanz .
"Nona yang berbuat masalah, kenapa saya yang disalahkan..?" balas Hanz setengah berbisik juga.
"Kamu...!!" Azka melotot.
"Nona yang memulai."
"Enak saja , kamu sendiri yang memulai."
"Itu karna Nona." Hanz tidak mau kalah.
"Hussss... kenapa malah bertengkar.. Itu tamunya Tuan, sudah menunggu dari tadi." ucap Annabel menyadarkan mereka.
"Kenapa tidak bilang kalau aku sedang sibuk." Hanz kembali menatap Annabel.
"Memang Tuan sedang sibuk apa..? Ooh.. Maaf Tuan.. Maksud saya , tadi saya sudah bilang kalau Tuan sedang sibuk, tapi dia memaksa , malah tadi mau datang ke sini untuk menemui Tuan. Makanya saya segera kesini . Begitu.." jawab Annabel sambil cengar cengir.
"Siapa memang nya. Hari ini aku tidak punya jadwal pertemuan dengan siapapun." tanya Hanz penasaran.
"Nona Gracia. "
"Apa..? Untuk apa dia menemui ku.?" jawab Hanz sedikit terkejut.
"Sudah lah Hanz , temui dulu. Siapa tau penting.." sela Azka.
Hanz mendengus kesal .
"Kau disini saja temani Nona." ucap Hanz pada Annabel.
"Siap Tuan." jawab Annabel.
"Nona.. saya menemui tamu itu dulu ya.? Sebentar." Ucap Hanz pada Azka .
Azka hanya mengangguk,
Dengan malas nya Hanz melangkah, meninggalkan Azka.
"Annabel, Nona Gracia siapa.?" tanya Azka.
Annabel segera menghampiri Nona nya dan duduk di depan Azka.
"Nona Gracia itu Putri dari salah satu Pengusaha yang bekerja sama dengan kita , dia memang sering kemari untuk mewakili Ayahnya. Tapi sudah hampir satu tahun Nona Gracia pergi keluar Negeri dan mungkin dia baru kembali." jawab Annabel.
"Oohh.. begitu ya."
__ADS_1
"Nona, sebaiknya Nona ke sana saja. Perasaan saya tidak enak." ucap Annabel setengah berbisik.
"Maksud kamu apa Annabel..?" sahut Azka tidak mengerti.
"Nona Gracia itu bukan cuma genit, tapi dia sangat terobsesi sekali pada Tuan Hanz, siapa tau dia kesini untuk menggoda Tuan Hanz." ucap Annabel kembali.
"Ah kau ini , Hanz tidak mungkin tergoda."
"Kalau Tuan Sampai tergoda bagaimana.? Terus si Nona Gracia itu peluk peluk Tuan Hanz gitu.. ?" Annabel terus memancing Nona nya.
"Biarin saja, itu bukan urusan ku."
"Nona beneran nih, tidak apa apa jika Tuan Hanz di goda wanita lain..?"
"Annabel , kau jangan memanasi ku .?"
___________
Sementara di ruangan Hanz, ia melangkah mendekati sosok wanita yang tengah asyik duduk di kursinya itu.
"Apa yang anda lakukan disitu Nona..?" Hanz menyapa wanita itu.
"Hanz.. kau lama sekali.??" jawab Gracia bangkit dari duduknya.
"Ada keperluan apa Nona mencari saya. Tolong katakan, saya sangat sibuk hari ini." ucap Hanz tidak ingin ber basa basi.
"Hanz,.. kapan kau akan memperlakukan aku dengan lembut .?" jawab Gracia mendekati Hanz ,tangan nya menyentuh dada bidang milik pria itu.
"Nona.. jaga tingkah laku Nona." Hanz segera mengelak tangan wanita itu.
"Hanz, aku baru saja pulang dari Luar Negeri, aku sengaja datang kemari untuk bertemu dengan mu, kenapa.? Karena aku selalu memikirkan mu." ucap Gracia.
"Maaf Nona, jika anda tidak ada keperluan lain silahkan anda keluar dari sini. Saya tidak ada waktu untuk melayani Anda." jawab Hanz dengan dingin.
"Hanz.. sampai kapan kau terus menolak perasaan ku, aku sudah sangat bersabar menunggu mu Hanz." ucap Gracia.
"Nona Gracia, maaf kan saya . Saya sudah mempunyai kekasih dan sebentar lagi saya akan menikahi nya, jadi tolong anda jangan menaruh harapan terhadap saya. Saya tidak bisa membalas perasaan Anda."
"Apa Hanz..?? Kau punya kekasih. Tidak Hanz, aku tidak percaya padamu. Selama ini aku tidak pernah melihat mu dekat dengan siapapun, bahkan dua puluh empat jam kau menghabiskan waktu mu hanya untuk keluarga Tuan Ginanjar. Bagai mana mungkin Kau punya kekasih. Ini hanya alasan mu untuk menolak ku kan..?" jawab Gracia.
"Nona, saya benar benar sudah mempunyai kekasih. Tolong anda tinggalkan tempat ini. Saya sedang sibuk." Hanz melangkah hendak membuka pintu.
"Tidak Hanz, aku tidak bisa melupakan mu, apapun yang terjadi aku akan memperjuangkan cinta ku padamu Hanz, aku mencintai mu..!" Grazia memeluk pinggang Hanz.
"Nona.. apa yang kau lakukan.. Tolong lepaskan Nona.. Lepas. !"
Pintu terbuka oleh seseorang,
"Hanz...!!!! Apa yang kalian lakukan disini.!!" ucap seseorang yang sudah berdiri di depan pintu, menatap tajam ke arah mereka.
Bagai di sambar petir di siang bolong, Hanz terkejut melihat nya.
Begitu juga dengan Gracia yang segera melepaskan pelukan nya.
*hayo lho... Hanz !!!
^^^,kira kira apa yang bakalan terjadi pada hubungan mereka..??^^^
simak terus part selanjutnya. Kita akan bertemu di episode ngambek nya Azkayra.
__ADS_1
tetap dukung karya ini ya.. dengan like dan tolong isi kolom komentar kalian. caci maki Author juga boleh .
tapi cacian nya yang enak ya*....