"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Program hamil.


__ADS_3

Pagi buta itu, terlihat Arwan sudah berpakaian rapih dan telah siap di meja makan.


"Silahkan Tuan sekretaris ," ucap Berlinda menyiapkan sarapan pagi untuk Arwan.


"Tunggu," Arwan langsung menahan tangan Berlinda.


"Kenapa kau memanggil ku Tuan.?" ucap nya menatap Berlinda yange menunduk kan wajah nya.


"Bukan kah memang sudah seharusnya kami semua memanggil begitu, dan sudah menjadi peraturan di rumah ini.. Karena Tuan sekarang adalah Sekretaris Perusahaan Samudra." sahut Berlinda.


"Tapi peraturan itu tidak berlaku untuk mu. Aku ingin kau memanggil ku seperti biasa." Arwan kini berdiri dihadapan Berlinda.


"Tapi Tuan, saya tidak enak dengan yang lain. Biar kan saya memanggil Tuan sesuai peraturan yang ada." ralat Berlinda.


Arwan berpikir sejenak.


"Baiklah, tapi hanya di depan yang lain. Jika kita sedang berdua ,aku tidak mau kau memanggil ku Tuan." ucap Arwan.


Berlinda hanya mengangguk.


"Sarapan nya Tuan, nanti kesiangan." ucap Berlinda.


"Terimakasih,."


Berlinda segera berlalu.


"Tunggu dulu." Berlinda kembali berhenti dan menoleh.


"Ada apa lagi Tuan.?" tanya Berlinda.


"Dulu aku pernah bilang padamu, jika aku sukses nanti aku akan melamar mu. Jadi sekarang persiapkan diri mu untuk itu, karena sebentar lagi aku akan melamar mu." ucap Arwan membuat Berlinda tercengang.


Apa bang Arwan sedang menembak ku..?


"Berlinda.? Kenapa diam.?"


"Oh tidak, eh iya. Sarapan nya Tuan , keburu siang." sahut Berlinda gugup dengan wajah nya yang tersipu.


"Baiklah, kau harus memikirkan ucapan ku tadi." ucap Arwan kembali duduk dan menyantap sarapan nya.


Berlinda masih berdiri terpaku menatap pria yang dulu pernah dekat dengan nya itu, dan kini memang sedikit menjauh karena kesibukan nya dengan pekerjaan barunya. Namun Berlinda tidak menyangka jika Arwan ternyata tidak pernah berubah padanya. Malah sekarang lebih sering memperlihatkan kepedulian nya dengan sering nya membelikan hadiah hadiah padanya.


____________



Kita Beralih ke pasangan suami istri yang selalu romantis ini,


Pagi itu Hanzero telah berada di ruangan khusus Dokter Specialis Kandungan bersama Azkayra tentu nya.


Setelah menjelas kan maksud tujuan mereka, Dokter wanita itu pun tersenyum dan memberi kan penjelasan.


"Begini Tuan dan Nona. Program hamil itu adalah , rangkaian langkah yang harus di ikuti pasangan perencana program kehamilan. Langkah awal umum nya adalah diskusi, dan pemeriksaan kesehatan. Lalu memahami berbagai resiko kehamilan pada ibu dan bayi ketika menjalani masa kehamilan.. Apa Tuan dan Nona sudah siap.?" tanya Dokter itu setelah menjelaskan.


Mereka saling melempar pandangan dan mengangguk bersamaan.


"Kami sudah siap Dokter." jawab Azka.


"Baik lah, jadi begini. Apa kalian kb. ?" tanya sang Dokter.


"KB, apa itu dok..?" Azka tak mengerti.


"Tidak Dokter. Kami tidak pernah KB . Maaf kan Nona Azkayra, mungkin dia belum paham apa itu KB." Hanz segera menjawab pertanyaan Dokter wanita itu.


"Oh,baiklah . Tidak apa apa. Saya akan meneruskan nya. Jadi kita harus seleksi masa subur. Biasa nya masa subur itu datang seminggu sebelum tanggal Menstruasi dan seminggu sesudah Masa Menstruasi. Jadi di Minggu itu lah masa subur Nona Azkayra." jelas sang dokter.


Hanz mengangguk mengerti, lain hal dengan Azka yang memang belum mengerti hanya diam saja tanpa ingin bertanya kembali.


"Selanjut nya , Pola makan yang sehat harus di jaga, Pola hidup yang sehat pun harus di jaga seperti beristirahat yang cukup dan olahraga. Lalu mengkonsumsi vitamin. Dan yang terpenting adalah meningkatkan frekuensi hubungan intim. Jadi Anda berdua harus melakukan itu juga dengan baik dan rutin." ucap sang dokter.


"Oh, kalau itu tenang saja Dokter. Kami selalu melakukan nya ." sahut Hanz dengan percaya diri.


Azka langsung mencubit pinggang Hanz,

__ADS_1


"Tidak perlu di jelaskan Hanz...!!!" bisik Azka.


"Aw.. sakit Azka..!!" Hanz meringis.


Sang dokter hanya tersenyum melihat tingkah kedua pasangan terhormat itu.


"Baik lah, kami akan mulai memeriksa kesehatan Tuan dan Nona. Di mulai dari Tuan dulu, Silah kan." ucap sang Dokter mempersilahkan Hanz memasuki Ruangan lain.


Lama setelah itu Hanz keluar dan kini giliran Azka.


Setelah pemeriksaan mereka selesai,


Kini kedua nya duduk menunggu hasil pemeriksaan.


"Azka, apa kau lelah ?" tanya Hanz meraih kepala istri nya dan merebahkan nya di dada nya.


"Sedikit, " jawab Azka.


"Maaf ya, kau harus lelah karena mengikuti keinginan ku." ucap Hanz membelai lembut rambut Azka.


"Demi mu Hanz, apa sih yang tidak." jawab Azka menatap Hanz.


"Terimakasih , setidak nya kita sudah mencoba nya." ucap Hanz mengecup pucuk kepala istrinya.


"Iya Hanz, aku tidak apa apa.." sahut Azka.


Tak lama kemudian Sang Dokter kembali memanggil mereka dengan membawa hasil pemeriksaan mereka berdua.


"Begini Tuan," ucap sang dokter setelah duduk di hadapan mereka.


"Hasil pemeriksaan menyatakan jika Tuan Hanzero baik baik saja dan memiliki tingkat kesuburan yang baik. " tutur sang dokter kemudian menoleh ke arah Azka.


"Tapi untuk Nona Azkayra, memang di temukan kenyataan jika Nona akan mengalami kesulitan untuk hamil. Rahim Nona terlalu jauh serta susah di jangkau dan juga kurang memiliki kesuburan yang baik." jelas sang dokter.


"Jadi maksud Dokter, kandungan saya tidak sehat , begitu Dokter.?" tanya Azka tampak kecewa.


"Azka, tenang lah.!" Hanz mengusap punggung istrinya.


"Nona, bukan tidak sehat melainkan kurang subur. Nona tidak perlu khawatir. Semoga saja dengan mengikuti program hamil ini Kandungan Nona bisa subur dan Nona bisa secepatnya hamil. Kita harus berusaha dulu." kembali sang Dokter itu menjelaskan.


Dokter itu mengangguk.


"Mungkin akan sedikit sulit, tapi bukan berarti Nona tidak bisa hamil." ujar sang Dokter.


"Baik lah Dok, kami akan mengikuti semua rangkaian langkah nya." Ucap Hanz.


"Baik lah Tuan, kalau begitu sekian dulu penjelasan dari saya dan lain kali kita akan sering bertemu lagi." jawab sang Dokter.


"Ini bisa di bawa pulang. Di sini ada buku tentang panduan ibu hamil dan video proses kelahiran juga. Jika anda punya waktu , anda bisa melihat nya untuk memahami lebih jauh tentang kehamilan dan proses persalinan ." sambung sang dokter menyerah kan sebuah Buku dan sekeping kaset VCD.


"Terimakasih Dokter. Kalau begitu kami permisi dulu." sahut Hanz berpamitan.


"Sama sama, Silahkan Tuan dan sampai bertemu lagi. Nona semangat ya.!" jawab sang Dokter di balas senyuman oleh Azka.


Hanz meraih tangan istri nya dan membawa Azka melangkah keluar menuju mobil nya. Dan mereka pun pulang ke Rumah Utama.



Sepanjang perjalanan pulang Azka nampak terdiam murung. Penjelasan Dokter tadi mengenai kesulitan hamil pada rahim nya itu seperti nya mengganggu pikiran nya.


"Azka.. kau baik baik saja.?" Hanz menatap Azka seraya mengangkat dagu sang istri.


"Hanz, jika aku tidak bisa hamil bagaimana..?"


"Azka, kau itu tidak mandul, hanya kurang subur. Berhenti lah khawatir." sahut Hanz mencoba menenangkan hati Azka.


"Tapi aku khawatir Hanz, kalau aku tidak bisa hamil , bagaimana nasib rumah tangga kita.?" Azka menatap sayu suami nya.


"Rumah tangga kita? Apa hubungan nya dengan itu. Ini tidak ada hubungan nya dengan rumah tangga kita Azka.!"


"Aku takut kau kecewa Hanz, kau subur dan aku.!!"


"Azka, tidak akan terjadi apa apa. Kau mengerti.!! Aku tidak akan kecewa padamu dan apapun yang terjadi rumah tangga kita akan selalu baik baik saja. Aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri." potong Hanz menggenggam tangan istri nya.

__ADS_1


"Kau berjanji.?" Azka membalas genggaman tangan Hanz.


"Percaya lah padaku. Hidup ku untuk hidup mu Azka.. Jadi berhentilah khawatir. " jawab Hanz meyakinkan Azka.


Azka kini tersenyum.


Kau benar benar suami idaman Hanz..!!


Sesampainya di Rumah Utama, Hanz langsung mengantar Azka ke kamar nya dan Hanz sendiri segera meninggalkan Azka untuk menemui Berlinda.


"Tuan.!" ucap Berlinda menunduk hormat dihadapan Hanz.


"Berlinda, ada tugas baru untuk mu." ucap Hanz.


"Iya Tuan, saya siap." sahut Berlinda.


"Mulai detik ini, atur semua pola makan Nona Azkayra dengan makanan yang benar benar sehat dan gizi seimbang. Jangan biarkan Nona telat makan apapun alasannya. Dan jangan melewatkan Vitamin yang harus di minum nya." ucap Hanz.


"Baik Tuan," Berlinda mematuhi.


"Ada lagi, mulai besok setiap pagi Nona harus berolahraga, dan istirahat yang cukup. Jangan biarkan Nona kelelahan sedikit pun, atau kurang istirahat sedikit pun. Ini sudah menjadi tugas mu, dan jangan ada kesalahan sedikit pun." jelas Hanz.


"Baik Tuan, saya akan menjalan kan Tugas saya sebaik baik nya. " jawab Berlinda.


Olahraga pasti capek lah Tuan, harus olahraga tapi tidak boleh lelah. Kira kira bagaimana cara nya ya .?


"Antar makan siang Nona ke kamar nya." perintah Hanz.


"Segera Tuan."


Hanz pun kembali melangkah ke kamar Azka setelah menjelaskan panjang lebar tentang peraturan baru untuk istrinya.


.


.


.


"Azka, setelah makan , Kau harus tidur siang walau sebentar." ucap Hanz menghampiri istrinya yang tengah bersiap makan sesaat setelah Berlinda mengantar makanan ke kamar nya.


"Iya Hanz ..." Jawab singkat Azka.


"Makan yang benar Azka, sini biar aku saja yang menyuap mu." Hanz langsung merampas piring yang sudah di tangan istri nya ketika melirik Azka masih saja memainkan sendok di tangan nya.


"Hanz, aku bisa sendiri."


"Menurut lah Azka, ini demi kebaikan kita."


Azka hanya bisa pasrah ketika harus membuka mulut nya dan mengunyah makanan dengan sayuran hijau yang sebenarnya tidak ia sukai itu. Karena Azka lebih menyukai daging atau makanan pedas berlemak.


Setelah beberapa saat selesai dari makan nya Azka ke kamar mandi untuk membersihkan mulut nya.


Sementara Hanz sibuk membaca buku dari Dokter tadi. Hanz masih menggenggam kaset itu berniat untuk memutarnya.


isi nya tentang proses melahirkan secara normal, dan itu pasti mengerikan, aku tidak ingin azka melihat nya, itu akan membuat nya takut. Sebaiknya besok saja aku melihat nya di kantor.


Hanz mengurungkan niat nya dan menyimpan Kaset VCD itu ke dalam tas kantor nya.


Tak lama Azka keluar dari kamar mandi, menghampiri Hanz yang masih setia membolak balik buku panduan ibu hamil itu.


"Aku ingin melihat nya Hanz." Azka meraih buku itu dari tangan Hanz. Namun Hanz segera menahan nya.


"Nanti saja, kau harus tidur dulu." ucap Hanz segera melempar buku itu sembarangan dan meraih tubuh Azka, membaringkan nya di ranjang.


"Tidurlah, aku akan menemani mu." bisik Hanz.


"Kau belum makan Hanz, makan lah dulu." jawab Azka.


"Setelah kau tidur." sahut Hanz mendekap tubuh Azka dan mengusap usap punggung Azka seperti sedang menidurkan seorang anak kecil.


Sekali lagi Azka hanya bisa menurut.


**Bersambung....!!!

__ADS_1


Like ,vote dan komentar nya jangan lupa Teman teman**...!!!!


__ADS_2