"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Kembali ke taman bunga


__ADS_3

Kini Hanzero kembali melajukan mobilnya.


"Hanz, kita mau kemana lagi.?" tanya Azka.


Hanz terlihat berpikir sambil menatap sebentar wajah Azka yang sekarang terlihat sayu itu.


Tidak ada salah nya aku membawa Azka ke taman bunga itu, mungkin ada sedikit harapan di sana.


"Hanz. !!"


"Ya, Azka. Apa kau lelah.?" Hanz menepikan mobil nya dan berhenti.


Ia membetul kan jok tempat duduk Azka agar Azka bisa tidur dengan posisi yang baik.


"Perjalanan kita akan sedikit jauh, tidur lah dulu. Aku akan membangunkan mu jika kita sudah sampai." ucap Hanz merebahkan kepala Azka , Hanz menatap wajah itu dan membelai nya dengan sangat lembut.


"Hanz, maaf kan aku sudah membuat mu susah." tiba tiba Azka memeluk Hanz dan mencium kening Hanz membuat pria itu semakin sedih.


"Tidak sayang,.. kau tidak pernah membuat ku susah , sebenarnya tidak penting semua ingatan mu itu. Hanya saja aku merasa ini tidak adil bagi mu. Jika aku harus mengingat semua kenangan kita, sedang kan kamu harus hidup dalam keterasingan pikiran mu." sahut Hanz .


"Terimakasih, kau selalu ada di setiap keadaan ku, bahkan setelah aku tidak mengingat mu sekalipun." ucap Azka terus menatap pria itu.


"Itu memang sudah menjadi janji yang pernah kita ucapkan dulu Azka, kita akan tetap bersama dalam keadaan apapun, dan menghadapi permasalah kita bersama. Kita akan saling menjaga dan menguatkan. Tidur lah..!" Hanz mengecup kening Azka dan kembali ke posisi nya semula.


Hanz kembali melajukan kendaraan nya untuk menuju taman bunga yang dulu pernah mereka datangi.


Sesekali Hanz melirik wajah Azka yang mulai terpejam itu, rasa sedih meliputi hati Hanz . Ya, tidak bisa di pungkiri oleh Hanz, keadaan Azka yang sekarang membuat hati nya terus merintih.


Bagaimana tidak, Azka yang dulu seorang wanita yang ceria dan selalu cerewet, yang membuat hari hari Hanz tak pernah merasa kesepian dengan celoteh mulut Azka yang akan terus mengajak nya bercanda dan berbicara. Kini Azka menjadi pendiam. Sorot mata nya yang dulu penuh kebinaran kini terganti dengan tatapan mata yang kosong dan sayu.


Azka yang dulu adalah wanita yang super manja, cekatan dan agresif, selalu menyerang Hanz terlebih dahulu dan kini menjadi wanita yang lemah dengan hidup penuh keraguan serta kesepian tanpa warna di hati nya.


Azka, aku tidak akan membiarkan mu terus hidup dalam keasingan. jika semua ini tidak berhasil, aku akan memulai nya dari awal kembali. Percaya lah Azka, meskipun ingatan mu tidak kembali, kita akan tetap bisa hidup berdampingan dengan cinta baru yang akan tumbuh di hati mu untuk ku. Ya Azka , hanya untuk ku dan selama nya untuk ku.


Hanz kembali menguatkan hati nya. Berusaha untuk tegar setegar tegarnya, mengusap titik air mata yang tak ia sadari jatuh di pipi nya.


Hanz terus menginjak gas sambil sesekali tangan nya membetul kan


rambut Azka yang terus menutupi wajah suram nya.


Setelah beberapa lama nya mobil nya kini sampai juga pada taman bunga itu.

__ADS_1


Hanz menghentikan mobil itu di temapt biasa orang orang menepikan mobil nya.


Dengan pelan ia membelai wajah istrinya dan berbisik.


"Azka, kita sudah sampai."


Azka terlihat menggeliat dan membuka matanya, mengusap wajahnya dengan telapak tangan nya.


"Benarkah.? "


Hanz mengangguk.


"Kita mau turun sekarang atau nanti saja?"


"Sekarang saja Hanz."


Hanz mengangguk lagi, lalu membuka pintu kemudian meloncat turun, terburu membuka kan pintu untuk Azka.


Meraih tangan halus itu untuk membantu nya turun.


"Tunggu sebentar." Hanz mlangkah kebelakang mobil , membuka bagasi untuk meraih sebuah tas gendong disana.


"Ayo," ia meraih tangan istri nya dan membawa nya masuk jauh kedalam taman itu.


Hanz menghentikan langkah nya tepat di bawah sebuah pohon besar di sana.


Ia mengeluarkan sebuah tikar dari tas nya beberapa minuman kaleng makanan ringan. Segera Hanz menggelar tikar itu dan menata nya sama persis seperti tempo dulu.


"Azka, kemari lah, duduk di sini." ucap Hanz menarik lembut tangan Azka dan menyuruh nya duduk di samping nya.


"Kita istirahat dulu sebentar, nanti kita akan jalan jalan keliling taman ini. Minum lah." ucap Hanz membuka kan sebuah minuman untuk Azka.


Azka menerimanya dan meneguk nya.


"Apa kita pernah kesini Hanz ?" tanya Azka masih mengedar kan pandangan nya.


"Sekali Azka, seperti yang pernah ku ceritakan padamu tadi. Ada sebuah gubug di sana nanti. Kita akan kesana setelah beristirahat. Aku akan menunjukkan padamu tempat dan tepat di mana kita melakukan ciuman pertama kita." ucap Hanz menatap wajah Azka yang kembali menunduk itu.


"Azka, ! " Hanz meraih wajah itu dan menatap nya.


"Lihat aku, aku tidak memaksa mu untuk mengingat nya. Aku hanya sekedar ingin memberitahu mu." Hanz merengkuh lembut kepala itu dan membawa nya kedalam pelukan nya.

__ADS_1


"Maaf kan aku Azka, aku tidak bermaksud memaksa mu untuk mengingat semua nya." ucap Hanz merasa sangat bersalah ketika mendengar Isak tangis dari istrinya.


"Apa kau mau kita pulang saja, kita tidak perlu meneruskan nya." bisik Hanz.


Kini Azka mengangkat wajah nya dan menatap Pria dihadapan nya itu.


"Jangan Hanz, tidak ada salah nya kita berusaha. Aku hanya sangat sedih memikirkan mu. Aku takut kau kecewa jika semua usaha kita gagal ." sahut Azka.


"Tidak Azka, aku tidak akan kecewa dan tidak mungkin sedih. Karena bisa bersama mu sudah membuat ku lebih dari segalanya." ucap Hanz.


"Kalau begitu bawa aku ke sana sekarang.?" jawab Azka dengan bibir manis nya yang mulai tersenyum.


Hanz mengangguk dan kembali membimbing Azka berjalan.


"Azka, kau pasti lelah. Naik lah ke punggung Ku." tiba tiba Hanz menghentikan langkah nya dan memasang tubuhnya.


Azka tersenyum dan meraih kedua bahu kekar Hanz.


Kini Hanz melangkah menggendong Azka di punggung nya .


"Lihat lah bunga bunga itu Azka, dulu kau sangat menyukai nya." ucap Hanz.


"Sekarang pun aku menyukainya Hanz. Ini indah sekali." sahut Azka di atas punggung Hanz .


"Kau senang..?"


"Senang sekali Hanz, seumur hidup ku baru ini aku melihat taman bunga sebagus ini." sahut Azka.


Deg....!!


Jantung Hanz seperti tertusuk.


Ini sudah yang kedua kali nya kita kemari Azka, kau benar benar tidak bisa mengingat nya.


Hanz terus melangkah dan kini ia menuju gubug yang beratap daun ilalang itu.


__________________


*Like dulu sebelum bab berikut nya kawan..


Komentar nya juga di tinggalin ya...

__ADS_1


Monggo*...!!!


__ADS_2