"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Ciuman pertama mereka.


__ADS_3

Hanz masih melajukan mobilnya, 


Kini mereka berdua tak ada lagi yang saling bicara.Mulut mereka tertutup rapat, tenggelam dalam pikiran masing masing dengan tatapan mata lurus ke depan. Berkali kali Hanz menarik nafas, menyesali perbuatannya yang tanpa bisa dikendalikan nya, ia telah memeluk Nona nya. 


"Kau mau membawa ku kemana Hanz..? " Azka akhirnya membuka suara menepis ketegangan diantara mereka. 


"Ke taman Bunga Nona. Yang masih Asri dan sejuk.  " jawab Hanz menahan diri agar tak menoleh. Ia masih merasa sangat malu atas perbuatannya. 


Tak lama kemudian Mobil mereka berhenti, Hanz bergegas turun dan segera membuka kan pintu untuk Azkayra. Setelah Azka turun,  Hanz kemudian berjalan mendahului. Azka mengikutinya dari belakang. 


Mereka memasuki sebuah Taman Bunga yang indah dengan bunga warna warni sepanjang mata memandang. Suara kicauan burung yang merdu di atas pepohonan yang rindang. Azka terpana dengan tempat itu, senyum manis nya merekah di bibir mungilnya.  Tempat yang menyenangkan dan membuat nyaman hatinya.. Azka berlari kecil dijalan setapak itu dan berputar beberapa kali menikmati pemandangan itu. 


"Hanz... Ini sungguh luar biasa....  Aku menyukainya..!!!! "Azka berteriak seolah hanya dia sendiri yang ada disitu. 


Hanz hanya tersenyum melihat tingkah Nona nya. 


"Kau terlihat semakin cantik nona, dengan senyum bahagia mu itu. " bisik Hanz dalam hatinya.Ia menghampiri Azka yang sudah jauh mendahuluinya. 


Hanz mencari cari tempat  duduk. Ia menghampiri sebuah pohon yang rindang dan berhenti di sana, sambil mata nya terus memperhatikan Nona nya. 


Ia segera membuka tas punggung yang sengaja ia bawa dari mobil nya tadi, mengeluarkan tikar plastik dan menggelar nya di bawah pohon itu, tak lupa mengeluarkan Minuman dan makanan riang.. 


"Nona...! Kemari lah..!! "  Hanz memanggil Azka yang segera berlari kecil menghampiri Hanz. 


"Kau yang mempersiapkan ini semua..? " tanya Azka melihat tikar yang sudah digelar dan beberapa minuman serta makanan ringan. 


"Saya hanya tidak ingin Nona Kelelahan jika harus berdiri terus dan berjalan. " jawab Hanz.


"Wah...  Kau benar benar perhatian.. " jawab Azka segera duduk di sebelah Hanz.


"Minum dulu.." Hanz menyodorkan minuman. Azka meraih dan langsung meneguknya.. 


"Lihat lah Nona.. Pemandangan disini sangat lah indah Bukan..? " ucap Hanz menunjuk kearah depan. 


"Iya..  Indah sekali.. Dari mana kau menemukan tempat ini, ?" tanya Azka. 


"Tanpa sengaja saya pernah melewati tempat ini,  saya juga begitu terpukau dengan taman ini. Lalu saya pernah berpikir suatu saat akan membawa wanita yang saya cintai kesini untuk yang pertama kalinya. " ucap Hanz.


"Sayang sekali kau malah membawa ku.. Bukan kekasih mu. " jawab Azka menatap lurus kedepan. 


"Nona adalah wanita yang saya cintai.. " bisik Hanz lirih. 


"Apa Hanz.. Kau bicara apa..?" Azka seperti mendengar Hanz berbisik sesuatu. 


"Aahhh..  Tidak Nona.. "jawab Hanz gelagapan.. 


"Kau selalu membuat ku penasaran." ucap Azka kesal. 


"Lihat lah Nona.. ada Burung sedang pacaran. " Hanz mengalihkan pembahasan, ia menunjuk ke arah ranting pohon yang ada di atas kepala mereka. 


"Mana.. Aku tidak melihatnya.. "Azka mendongak,mata nya mencari cari. 

__ADS_1


"Itu....!! " Hanz meraih tubuh Azka hingga kepala Azka menyandar di bahu nya. 


"Anda bisa melihat nya..??? " Tangan Hanz menyibak kan rambut Azka. 


"Tidak ada..  Aahh..  Kau bohong...!! " Aska segera menepis tangan Hanz dan memukul mukul ringan tubuh Hanz yang tertawa terbahak. 


"Maaf.. Saya hanya ingin bercanda.. " ucap Hanz. 


"Tidak lucu..  !! "Azka kini mencubit perut Hanz yang sontak menggeliat kegelian. Namun Azka tetap melancarkan Aksi nya, Hanz akhirnya berdiri dan berlari menjauh,namun Azka segera mengejarnya. Kedua insan itu saling berkejaran , Sampai Azka tak menyadari jika ia menginjak sebuah batu yang mengakibatkan ia terjatuh. 


"Hanz...!!" jerit Azka.  Hanz menoleh dan seketika panik melihat Nona nya jatuh dan terduduk di tanah. Ia segera berlari menghampiri.


"Nona.. Nona tidak apa apa..? " Hanz membantu Azka bangun. 


"Sakit..!! " 


"Yang mana Nona.?" Hanz terlihat sangat panik. 


"Kaki ku.. " Azka merengek memijit kakinya. 


"Biar saya Lihat. " Hanz segera memeriksa dan memijit kaki bagian betis Azka. 


"Ini semua salah mu,  kenapa membiar kan aku mengejarmu. !" ucap azka cemberut. 


"Maaf Nona.. "  Hanz menyesal. 


"Kalau begitu sebagai hukuman nya.. Kau harus menggendong ku, aku masih ingin melihat lihat taman ini.  " ucap Azka. 


"Silahkan Nona. " Hanz berjongkok membelakangi Nona nya. Azka segera meraih dua bahu kekar Pria itu. 


Kini Hanz berjalan sambil menggendong Nona nya dipunggung nya,  Azka tanpa merasa berdosa sedikit pun sangat menikmatiya ,ia bahkan menyandarkan kepalanya di bahu Hanz. 


"Hanz.. Apa disini hanya ada kita berdua..? " tanya Azka masih di punggung Hanz. 


"Tidak lah Nona, banyak.. Hanya saja mereka mungkin memilih tempat masing masing,  tidak ingin diganggu.. " Jawab Hanz, masih setia melangkah. 


"Turunkan aku Hanz..! " 


"Kenapa Nona.. Apa tidak nyaman ya.. Saya gendong.?" tanya Hanz. 


"Kaki ku sudah sembuh. Aku ingin berjalan lagi. Berhenti lah.. " Rengek Azka. Hanz segera berhenti dan menurunkan Tubuh Nona nya. 


"Serius sudah tidak sakit Nona.? " tanya Hanz mendekati Azka. 


"Tidak...!! " jawab Azka. 


"Nona.. Sepertinya akan turun Hujan.. " Hanz memandang mendung hitam yang telah bergantung di langit .


"Ahhh.. Benar benar situasi yang tidak menyenangkan..!" jawab Azka sedikit kecewa. 


"Kita harus mencari tempat berteduh Nona.. Mobil kita jauh dari sini. "Mata Hanz mencari cari.

__ADS_1


"Ayo Nona.. Hujan sudah mulai turun." Hanz melihat sebuah gubug dan segera menggenggam tangan Azka. Ia membawa Azka ke sebuah gubug yang mungkin memang sengaja disediakan untuk istirahat para pengunjung Taman. 


Mereka segera memasuki gubug sederhana yang hanya terbuat dari lantai papan itu tanpa dinding di sekitarnya dan beratap kan daun ilalang. Tak lama hujan benar benar turun dengan derasnya.. 


Azka yang menyandar kan tubuh nya di sebuah tiang bagian tengah Gubug, terlihat menggigil karena hanya mengenakan baju kaos lengan pendek. Hanz melirik Nonanya.Ia segera melepas jaket miliknya dan memakaikan pada Nona nya. 


"Pakai ini dulu Nona." Azka hanya mengangguk dan tersenyum dan langsung memakai nya. 


Hujan semakin deras, angin pun mulai berhembus kencang. Guntur pun mulai terdengar bergemuruh. Azka masih merasa dingin, ia mendekap kan tangan nya dan duduk di lantai papan Gubug itu. 


"Nona.. Maaf kan saya. Saya tidak tau kalau mau turun hujan. Nona jadi tidak nyaman. " ucap Hanz ,kini duduk di samping Azka. 


"Kau tidak salah Hanz..hanya cuaca saja yang tiba tiba tidak mendukung" Azka menatap Hanz dengan sedikit menggigil. 


"Nona sepertinya sangat kedinginan." ucap Hanz merasa menyesal. 


"Tidak apa Hanz ,aku masih kuat. Mungkin sebentar lagi hujan nya akan reda." jawab Azka menaruh kepalanya di kedua lututnya yang ditekuk. 


"Nona maafkan saya.. " Hanz meraih tubuh mungil Azka dan mendekapnya dalam pelukannya. Azka sangat terkejut. Jantung nya langsung berdebar tak karuan .Tapi ia tak berontak. Ia malah menenggelamkan kepalanya di dada Pria itu, mencari kehangatan di sana. 


"Maaf Nona, saya hanya ingin sedikit mengusir rasa dingin Nona .Maaf.!!! " Hanz berbisik ditelinga Azka. Nafas nya terasa hangat menyentuh telinga Azka. Membuat gadis itu semakin berdebar dan merapat kan tubuh nya pada tubuh Hanz. Sejenak mereka terdiam dan tenggelam masing masing dalam pikiran mereka. Menikmati setiap getaran getaran di hati mereka. 


"Apa ini terasa hangat Nona. ??" ucap Hanz mengeratkan pelukannya. 


Azka mengangkat kepalanya dan mengangguk. Ia menatap wajah Hanz. Tangan Hanz sengaja menunduk kan kepala Nona nya agar tak menatap nya.


"Jangan menatap Saya seperti itu Nona.!" ucap Hanz lirih dengan suara tertahan. Tapi Azka malah memegang tangan Hanz dan kembali menatap wajah pria itu. Entah bagaimana perasaan Hanz saat itu,  apalagi saat Azka menarik wajah Hanz agar menatap nya. Kini meraka saling memandang,  kedua pasang mata mereka kini saling menyelami.. Sampai beberapa saat mereka saling menatap tanpa sedikit pun berbicara. 


Sungguh suasana yang sangat melelapkan.Kedua tangan mereka kini saling memegang erat dan tanpa mereka sadari wajah mereka semakin mendekat. 


Cuppppppp.. !! benar saja, tanpa mereka sadari, bibir kedua nya bertemu,  sejenak bibir mereka yang telah bersentuhan itu terdiam,  desir darah mereka semakin kencang,  Naluri kedua insan itu kini menguasai,  bibir Hanz mulai bergerak mengecap bibir mungil milik Nona nya. Degup kedua jantung mereka semakin tak beraturan.


Azka memejamkan matanya,  menikmati sensasi kecapan lembut bibir Hanz.. Hingga terdengar ******* lirih dari mulut Azka, membuat Hanz semakin tak bisa mengontrol dirinya. Ia terus mengecap bibir Azka dan Azka pun mulai membalasnya membuat jantung Hanz semakin berdegup kencang. Tangan Azka kini memegang tengkuk Hanz, jemari nya yang lentik menyusup kesela sela rambut Hanz dan mengacak lembut di sana.


Beberapa saat lamanya kedua bibir itu saling melu,, mat dan semakin dalam, seperti sengaja menyalurkan segala perasaan masing masing yang selama ini terpendam.


Suara Guntur menggelegar mengagetkan mereka dan membuat mereka segera sadar. 


Azka langsung melepaskan pagutan nya dan menarik tubuhnya. Ia berusaha mengatur nafasnya. 


Hanz terperangah menyadari kelakuan nya terhadap Nona nya,  ia mengacak rambut nya merasa sangat malu dengan perbuatannya.


Itu adalah ciuman pertama mereka,  yang terjadi begitu saja tanpa di rencana.  


Ciuman pertama bagi Hanz dan tentunya juga Ciuman pertama bagi Azka. 


__________


Mampir juga ke karya pertama Author ya teman...


__ADS_1


__ADS_2