"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona

"Hanzero" Aku Mencintaimu Nona
Azka Nakal.


__ADS_3


Pagi itu Hanzero telah terlihat rapi.


Ia menghampiri Sang Nona di kamarnya, dan mengetuk pintu, tak lama Azka membuka kan pintu dan menyambut Hanz dengan tatapan mesranya.


"Nona, hari ini beristirahat lah dengan baik, saya harus pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan." ucap nya pada Azkayra.


"Iya Tuan Hanzero, kali ini saya akan mematuhi anda." sahut Azka tersenyum manis.


Hanz membalas senyuman Nona nya dan segera melangkah.


"Hanz.. " panggil Azka .


Hanz menghentikan langkah nya dan menoleh.


"Kau melupakan sesuatu.!" ucap Azka.


Hanz mendengus,


dan kembali menghampiri Nona nya, ia menoleh ke kiri dan ke kanan memastikan tak ada siapapun disitu. Hanz melingkarkan tangan kirinya ke pinggang Azka , sementara tangan kanan nya membelai kepala sang kekasih nya itu.


"Kau jangan nakal Azka,." ia mengecup singkat bibir gadis itu dan berganti mengecup pucuk kepalanya.


"Aku berangkat ya..?" ucap Hanz menatap Azka.


Azka hanya mengangguk kan kepalanya, dan Hanz benar benar melangkah pergi.


Di bawah Annabel telah menunggu Hanzero.


"Eheemmmmm.. Hemm.. hemmm.!" Annabel berdehem panjang membuat Hanz menatap tajam ke arah nya, seolah bertanya tanpa suara.


"Oohh... tidak Tuan. Silahkan..!" sapa Annabel membuka kan pintu.


Huh.. menunggu orang pacaran dulu, memang enak..


Annabel menggerutu di dalam hati.


Hanz hanya melirik sekilas pada Annabel dan melangkah memasuki mobil, di ikuti Annabel yang duduk di kursi belakang.


Setelah beberapa lama dari mobil mereka melaju sampailah mereka di perusahaan Samudra. Mereka segera bergegas ke ruangan Azkayra.


Hanz duduk di kursi Azka , menatap komputer milik Azka dan memeriksa nya. Sementara Annabel langsung membereskan berkas berkas yang telah ia kerjakan kemarin untuk di serahkan kepada Sekretaris Hanz.


"Annabel, " Hanz memanggil .


"Ya Tuan." Annabel mendekati bos nya.


"Buat surat untuk pembatalan kerja sama perusahaan kita dengan perusahaan Tuan Gavin." ucap Hanz.


"Apa Tuan..? Anda ingin mengakhiri kerja sama kita dengannya.?" Jawab Annabel terkejut.


Hanz mengangguk.


"Aku hanya ingin mencari jalan yang terbaik untuk Nona kita. Aku tidak mau Tuan Gavin terus berusaha mendekati Nona Azkayra dengan menggunakan kerjasama ini sebagai alasannya." jawab Hanz.


"Tuan Cemburu..?" Tanya Annabel.


"Annabel, jaga bicara mu."


"Ooh.. maaf Tuan. Maksud saya kenapa tiba tiba Tuan tidak suka jika Tuan Gavin mendekati Nona. Bukan kah itu dulu tujuan anda..?" jawab Annabel.

__ADS_1


"Gavin itu ternyata pria brengsek, aku tidak mau jika dia mendekati Nona. Dia sama sekali tidak pantas untuk Nona." ucap Hanz.


"Ooh..saya pikir karena Tuan Hanz sudah jatuh cinta pada Nona." sahut Annabel.


"Annabel..!!" Hanz melotot kearah Annabel.


"Ehh.. Iya Tuan , Maaf. Saya tau kalau Tuan Gavin itu pria brengsek, dan tidak pantas untuk Nona. Saya bahkan sering melihat nya bersama wanita yang berbeda-beda. " jawab Annabel.


"Kau tau tentang Gavin..?"


"Ya..saya tau, saat Saya mendengar Tuan Ginanjar mengatakan ingin menjodohkan Nona dengan Tuan Gavin, sebenarnya saya ingin memberitahu Tuan tentang pria itu, tapi saya tidak berani." jelas Annabel dengan serius.


"Kenapa ? Seharusnya kau memberi tahu sesuatu apapun yang menyangkut kebaikan Nona." jawab Hanz.


"Saya takut Tuan, nanti saya di anggap lancang . Tapi Tuan Ginanjar harus tau tentang Tuan Gavin seperti apa, jadi Tuan harus segera memberitahu nya. Kasian Nona jika perjodohan itu benar benar terlaksana." ucap Annabel.


"Ya.. kalau begitu segeralah kau buat surat pengakhiran kerjasama kita dengan Tuan Gavin." jawab Hanz geram.


"Tuan.. sebaiknya kita tidak perlu mengakhiri kerjasama ini, menurut saya Masalah perusahaan jangan di libatkan dengan urusan pribadi. Itu akan membuat nama perusahaan kita jelek di mata pengusaha pengusaha lain nya. Kita masih banyak cara untuk menghentikan Tuan Gavin dari niatnya mendekati Nona tanpa harus mengakhiri kerjasama kita dengan nya." Annabel berusaha menjelaskan dengan bijak.


Hanz terdiam sejenak dan terlihat sedang berpikir.


"Kau benar Annabel. Tumben kau pintar." ucap Hanz menyetujui usul Asisten nya itu.


"Entah lah Tuan, saya juga sering bingung dengan kepintaran saya ini. " jawab Annabel mulai dengan centilnya.


Hanz hanya menggeleng melihat tingkah Annabel yang mulai somplak.


"Baik lah, kalau begitu kau boleh pergi."


"Baik Tuan." Annabel segera melangkah.


Hanz segera menghampiri Annabel, benar saja Azkayra sudah berdiri di depan pintu.


"Nona kenapa kesini.?" tanya Annabel.


"Lho.. memang kenapa, ini kantor ku? Ada yang salah.?" jawab Azka melangkah masuk begitu saja.


"Nona, anda masih belum sehat, kenapa memaksa kan diri ?. " tanya Hanz sedikit mendelik.


"Hanz.. aku sudah sehat. Aku bosan di rumah terus, aku kangen suasana kantor ku." jawab Azka duduk di kursinya.


"Nona , kalau begitu saya permisi." Annabel segera mengundurkan diri. Azka hanya membalas dengan anggukan.


"Kenapa tidak bilang jika ingin ke kantor , kita bisa berangkat bersama tadi." Hanz menghampiri Azka.


"Kau tidak akan mengizinkan aku Hanz. Aku hanya ingin menemani mu kerja hari ini, tidak akan menyentuh pekerjaan." jawab Azka berdiri dan mendekati Hanz, kini ia duduk di atas meja menghadap Hanz dan kedua tangan nya melingkar di pinggang Hanz, menarik tubuh Hanz dan memeluknya.


"Nona, ini di kantor, jaga sikap Nona." bisik Hanz.


"Aku kangen..." rengek Azka mengecup bibir Hanz.


"Azka , kenapa kau nakal sekali. Kau selalu menggoda ku. Bagaimana jika aku tidak tahan." ucap Hanz mengangkat dagu Azka.


"Dari pada aku menggoda pria lain, apa kau rela.?" jawab Azka.


Hanz segera membungkam mulut Azka dengan bibirnya dan melu,,mat nya, menghisap nya dan menggigit kecil bibir bawah Azka.


"Aahhh.. sakit Hanz..!" Azka merintih.


"Itu hukuman mu Azka, karena kau terus menggodaku." bisik Hanz menatap wajah Nona nya yang sangat jelita itu.

__ADS_1


"Kau jahat...!!" Azka mengusap bibir nya.


Hanz langsung membopong tubuh Azka, membawa ke sofa dan membaringkan nya di sana.


"Nona diam di sini saja, Saya harus menyelesaikan banyak berkas hari ini." ucap Hanz.


"Kau kerjakan berkas nya disini saja, aku akan menemanimu." Azka menahan tangan Hanz.


"Saya tidak akan bisa berkonsentrasi jika didekat Nona." Hanz membantah.


"Aku tidak akan menggangu mu Hanz..!! Janji deh..!!" rengek Azka.


"Baik lah, saya akan mengambil berkas berkas nya dulu. " Hanz melangkah menuju meja, sedang bibir Azka tersenyum penuh kemenangan.


_________


Sedangkan di ruangan Hanz , nampak Annabel sedang sibuk bergelut dengan beberapa kertas .


Terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan Hanz, Annabel menoleh ingin mengetahui siapa yang datang.


"Sekretaris Hanz... apa anda sedang sibuk .??" seorang wanita Cantik sudah berada di ruangan itu menatap benci pada Annabel.


"Nona Gracia." sapa Annabel mengenali siapa yang datang.


"Hei... Kenapa kau yang ada disini.? Mana kekasih ku..?" tanya Wanita itu dengan sombong nya.


"Kekasih..? Maksud Nona siapa ya..?" jawab Annabel dengan tatapan sinis, ia memang tidak menyukai Nona Gracia itu.


"Tuan Hanzero lah, siapa lagi.!" jawab Gracia.


"Ooh.. memang sejak kapan Tuan Hanzero menjadi kekasih Nona Gracia.?" tanya Annabel.


"Kau tidak perlu tau sejak kapan, cepat katakan dimana Tuan Hanz.?" jawab wanita itu dengan kesal.


"Tuan Hanz sedang sibuk Nona, dia ada diruangan Presdir kami, dia tidak bisa di ganggu." jawab Annabel kembali dengan berkas berkas nya.


"Bilang dong dari tadi, susah bener." cetus Gracia melangkah.


"Nona mau kemana..?" tanya Annabel sedikit khawatir.


"Menemui Tuan Hanz lah..!!" jawab Garcia.


"Ehh.. Tunggu Nona, Presdir kami akan marah jika ada orang lain ke ruangan nya, Biar saya yang akan memanggilkan Tuan Sekretaris. Anda tunggu disini." ucap Annabel , ia takut wanita itu menganggu kenyamanan Nona Azkayra nya yang mungkin sekarang sedang berduaan dengan Sekretaris Hanz.


Gracia tersenyum menang dan duduk menunggu di ruangan Hanz, sementara Annabel kembali melangkah keruangan Azka.


Sepanjang langkah Annabel terlihat menggerutu.


Dasar tidak tau diri, mengaku ngaku kekasih Tuan Hanzero, memang siapa dia.? Kalau di banding Nona Azkayra, haduhh... jauh kemana mana, tidak ada seujung kuku.


Dan seperti nya aku mencium ada bau bau pecokor dari aura nona Gracia, ini tidak bisa dibiarkan, Annabel harus segera menyelamatkan hubungan Nona Azka dan Tuan Hanz, secara kan mereka pasangan yang sangat serasi.. cucok bingitzzz.!!!! Jadi iri..


Annabel terlihat geram dan juga tersenyum senyum sendiri.



Hanzero



^^^sekian dulu ya Teman teman, besok kita berjumpa lagi dengan Cerita cinta manis mereka berdua.^^^

__ADS_1


__ADS_2