
Aina baru saja terbangun, saat kesadarannya sudah pulih seratus persen dia tiba-tiba terperanjat kaget. "Aaakk!" pekiknya saat terjatuh kebawah dengan tubuh yang masih terbalut selimut.
Sontak El-barack langsung terbangun saat mendengar suara pekikan Aina. Dia menoleh kanan kiri mencari keberadaan sang istri. "Ai, kamu dimana?"
"Aku dibawah! Aduh punggungku sakit hiks," lirih Aina sambil meringis kesakitan.
El-barack segera beranjak turun dari atas ranjang dengan santainya. "Kok kamu bisa jatuh kebawah?" tanyanya sambil melangkah mendekat.
"Sepertinya aku be ...." Mata Aina membulat sampai tidak bisa melanjutkan ucapannya saat El-barack berdiri dihadapannya dengan tubuh volos tanpa sehelai benangpun. "Kyaaa! Apa kamu tidak bisa berpakaian dulu, mataku tercemar."
Akhirnya El pun menyadari jika dirinya belum berpakaian. Bercinta hingga dini hari membuat dia kelelahan. Dengan cepat dia memakai celananya yang berserakan di lantai kamar. "Padahal sudah merasakannya, tapi kenapa kamu masih ketakutan."
"Malam tadi situasinya berbeda." Aina mengangkat kedua tangannya. "Cepatlah, tolong aku. Sepertinya aku belum terbiasa tidur dalam pelukan suamiku sendiri."
Bukannya meraih uluran tangan Aina, El malah mendekat dan langsung menggendongnya ala bridal style. "Kamu harus membiasakan diri mulai sekarang. Aku tinggi, tampan, berkarisma, seharusnya aku ditatap penuh cinta."
__ADS_1
Didalam gendongan El, Aina menghela napas berat. "Hm, kamu mulai lagi. Padahal malam tadi baru saja mengalami krisis kepercayaan diri. Ya, seorang El Barack memang sangat spontan dan susah ditebak."
Perlahan El Barack menurunkan Aina, hingga duduk ditepi ranjang masih dengan selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya. "Untuk itu mulai sekarang, kamu harus terbiasa. Oh iya, aku punya satu hadiah yang seharusnya aku berikan kepadamu kemarin."
Aina mendogakkan kepalanya melihat El-barack yang masih setia berdiri sambil berkacak pinggang. "Apalagi, paket yang bertumpuk di atas meja saja belum ku buka, jangan menghabiskan uang hanya untuk barang-barang mahal."
El-barack melangkah dengan ceria menuju ruang kerja. Tak lama dia kembali dengan sebuah map berwarna oranye ditangannya. "Tada, ini dia. Ini tidak mahal, ini murah banget."
"Hah? Ya, kalau selembar kertas dan map memang murah. Tapi bagaimana dengan isinya." Aina meraih map itu dengan tangan kanan, sementara tangan kiri masih memegangi selimut yang menutupi tubuhnya.
Sementara Aina terlihat fokus membuka map itu dan membaca isinya. "Surat tanda kepemilikan perusahaan Win grup?" Aina kembali mendogak melihat El dengan wajah bingung. "Kenapa disini ada namaku?"
"Ya aku membelinya untuk kamu. Kenapa?"
Mata Aina terbelalak saat mendengar ucapan El-barack. "Membeli? Tunggu sebentar ... dari mana unsur murah bangetnya? Aku tidak akan tanda tangan, untuk apa sih?"
__ADS_1
"Ai, aku membenci siapapun yang merendahkan kamu dan Al. Melihat kamu menangis ketakutan karena hinaan seseorang membuat aku ingin sedikit memberinya pelajaran. Aku ... aku memecat wanita benalu itu, memenjarakannya dan membeli perusahaan tempat dia bekerja."
Dengan tatapan tak percaya Aina berdiri dari posisinya. "Kamu memecat dan memenjarakan Sisil, kenapa sampai sejauh ini. Tanpa sadar kamu sudah me*tikan mata pencarian orang lain, bagaimana masa depannya."
"Lalu apa kamu pikir aku bisa diam saja saat dia mencoba me*maatikan kepercayaan dirimu, menginjak-injak kamu dan Al? Tidak, Ai. Bukan hanya kamu korbannya tapi banyak orang yang mengalami hal yang sama karena sikap wanita itu, tenang saja aku hanya memberikan dia sedikit pelajaran berharga yang akan mengubah cara pandangnya dalam mengahadapi dunia."
"Ya aku mengerti tapi kenapa --"
"Ssstt." El menempelkan jari telunjuknya didepan bibir Aina. "Percayakan semuanya kepadaku. Sekarang tanda tangani berkas itu, aku tidak akan meminta kamu untuk mengurus satu perusahaan sendiri. Kamu hanya perlu duduk manis dan biarkan aku yang menangani semuanya demi masa depan kamu dan anak kita, paham?"
Mendadak wajah Aina bersemu merah. "Ehm apasih, mana mungkin aku bisa duduk santai. Besok pembukaan toko cake dan pastry ku," cicitnya.
Bersambung 💕🙏
Jangan lupa berikan like komen-vote n hadiahnya ya gaess 🙏😹
__ADS_1