After One Night Mistake

After One Night Mistake
Tidak Akan Selesai


__ADS_3

"Kau benar-benar tidur dengannya!" Yuna sampai terperangah mendengar cerita sang sahabat. "Oh my God. Ai, sejauh apa perkembangan hubungan kalian, kenapa tidak memberitahu aku?"


Aina menoleh kanan kiri, untung saja di toko hanya ada mereka berdua. "Semua terjadi begerak cepat saja. Apa kamu tahu betapa kagetnya aku saat bangun pagi tadi. Entahlah, aku merasa yang aku lakukan adalah sesuatu yang benar. Kami sudah resmi menikah, bukannya itu wajar?"


"Ya aku tahu. Aku senang kamu sampai ketahap itu. Tapi ... apa kamu sudah bisa memastikan dia benar-benar mencintaimu, apa dia sudah mengungkapkan perasaannya kepadamu?"


Perlahan Aina menggelengkan kepalanya. Ya, sampai detik ini belum ada kata cinta yang keluar dari mulut mereka, meski secara fisik mereka telah menyatu dengan sempurna. "Belum sih."


Brak!


Yuna menghentak meja dengan raut wajah tegas. "Itu dia. Seharusnya tunggu dulu, tunggu dia mengungkapkan cinta ke kamu. Bagaimana jika nanti ... ini amit-amit ya, misalnya dia tiba-tiba menyukai wanita lain. Aku tidak mau kamu hancur Ai."


Aina nampak berpikir keras. Karena menurutnya yang dikatakan Yuna ada benarnya, bagaimana tidak El-barack Alexander adalah seorang pengusaha muda dan pewaris tunggal keluarga terpandang.


"Entahlah, malam tadi saat dia menatapku.", Aina kembali membayangkan saat El-barack menatap dan mengucapkan kata-kata indah yang membuatnya terhanyut. "Aku merasa begitu yakin dengannya. Apapun akhir dari kisah ini, setidaknya aku sudah menjadi istri yang baik."

__ADS_1


"Ai, aku minta maaf karena sudah menakut-nakuti kamu. Tapi yang namanya pelakor, itu ada banyak jenis. Sekarang kalian sudah memutuskan memulai hubungan serius, jadi layani dan perlakukan suamimu dengan baik."


Aina terkekeh saat melihat Yuna bicara dengan sangat antusias. "Terima, kasih untuk sarannya. Melihat kamu bicara seperti itu, aku seperti melihat seorang ahli. Padahal kamu punya pacar saja belum."


"Ah benar juga." Yuna kembali menyandarkan tubuhnya dengan lemas. "Huuft, kapan aku bisa merasakan menjadi Cinderella sepertimu, kapan pangeranku akan datang?"


***


"Sekarang, Tuan?" ucap Boril saat tiba-tiba saja mendapatkan pemerintah khusus diluar pekerjaan. Sudah dia duga, semenjak El mulai tertarik dengan Aina, tugasnya akan bercabang-cabang.


Wajah Boril terlihat ragu dan seolah tidak setuju dengan rencana sang Atasan. "Tuan, saya bukannya tidak ingin menolong anda tapi ... sebelum pernikahan, Tuan Reynald meminta agar pernikahan anda tidak di publis di media manapun, karena dia tidak mau istrinya tahu jika anda adalah suami Nona Ai."


"Itulah tujuanku." El merentangkan kedua tangannya dengan percaya diri. "Aku sudah memperkenalkan dia di depan semua pegawai kantor dan kenapa aku harus ragu? Aku akan memperkenalkan diriku secara resmi kepada keluarga Aina. Jangan banyak protes dan lakukan saja tugasmu."


Sepertinya Tuan El masih saja tidak mengerti. Tapi apa aku harus menceritakan tentang kehidupan Nona ketika tinggal dengan Kakak iparnya yang begitu kejam, batin Boril.

__ADS_1


Cukup lama Boril berdiri disana, merenungi apa yang harus dia lakukan. "Tuan, sebenarnya. Kakak ipar Nona Ai adalah wanita yang kejam dan sering merendahkan Nona."


Raut wajah El-Barack yang tadi full senyum kini mendadak serius. "Apa maksudmu?"


"Nona Ai adalah anak yatim piatu. Sejak itu pula dia hanya bisa bergantung kepada Kakaknya, Tuan Reynald sangat menyayangi adiknya tapi ... istrinya sangat berbeda. Menurut informasi yang saya dapatkan, Kakak ipar Nona Ai lah yang memberitahu Sisil tentang kehamilan Nona dan menyebarkan fitnah."


"Begitu ya." Sorot mata elang itu kembali terlihat. Entah apa yang saat ini sedang El pikirkan. Namun satu yang pasti, dia tidak akan membiarkan Aina mendapatkan perlakuan yang sama.


"Untuk itulah, Tuan. Saya minta sebelum anda memutuskan untuk bertemu keluarga Nona, sebaiknya anda pikirkan karena bisa sa--"


"Aku malah semakin ingin." Potong El-barack." Dia berdiri dari posisi duduknya, melangkah menuju sebuah cermin besar yang ada di samping rak bukunya. "Sepertinya aku harus menunjukkan pesona dari seorang suami, Aina Caroline."


Boril menelan salivanya sekuat tenaga. Entah rencana spontan seperti apalagi yang akan bosnya itu lakukan. Percuma saja aku menakutinya, dia malah semakin bersemangat, batinnya.


Bersambung 💕

__ADS_1


Jangan lupa berikan like komen vote n hadiah untuk novel ini ya gaess 🥲🙏


__ADS_2