After One Night Mistake

After One Night Mistake
Kamu Cemburu?


__ADS_3

El-barack terlihat mengendurkan dasinya berkali-kali saat melihat tumpukan dokumen diatas meja kerjanya yang tak kunjung berkurang. "Apa seperti ini aku akan melewati hari-hariku? Hufft, seharusnya aku bersama Ai dan Al sekarang."


Klek.


Pintu ruangan yang terbuka, terlihat boril masuk membawa beberapa berkas penting, karena hari ini laporan harus segera diselesaikan mengingat besok sudah memasuki awal tahun baru.


"Apa kamu benar-benar tidak ingin membiarkan aku beristirahat? Aku mau ke toko Aina sebentar, letakkan saja semua berkas itu diatas meja."


El-barack hendak berdiri namun Boril dengan cepat mencegahnya. Dia mendorong tubuh El agar kembali duduk di kursi kebesarannya. "Maaf Tuan. Tapi anda tidak bisa pergi, anda harus tetap disini."


"Hey sejak kapan kamu berani memerintahku? Aku hanya ingin bertemu Aina sebentar. Malam ini aku akan lembur menyelesaikan semua ini!"


Boril menghela napas pelan sambil menggelengkan kepalanya. "Maaf Tuan. Tapi ini demi kebaikan anda sendiri, tolong tahan diri anda karena saya akan membuktikan sesuatu sebentar lagi."


"Apa? ... Apa yang mau kamu buktikan. Aku tidak punya waktu berdebat denganmu minggir aku--" El menghentikan ucapannya saat melihat suara pintu kembali terbuka.


Saat boril menoleh dia langsung tersenyum ketika umpannya benar-benar dimakan. dia kembali melihat ke arah barat sambil tersenyum sumringah. "Itu maksud saya, selamat bersenang-senang, Tuan." Boril mengedipkan sebelah matanya lalu berbalik pergi.


Sebelum keluar, Boril menghentikan langkahnya di depan seorang wanita yang sedang mencoba menormalkan napas yang tersengal-sengal. "Selamat siang, Nona. Tumben anda datang kemari?"

__ADS_1


"A-aku." Aina masih mencoba untuk mengontrol napasnya sambil melirik kearah El-barack yang memandanginya dari kejauhan. "Ehm, Aku ... mau mengantar roti untuk suamiku, kenapa?"


Sekuat tenaga boril mencoba untuk menahan tawanya. "Roti, tapi anda tidak membawa apapun selain tas. Sepertinya anda kemari karena hal lain."


Astaga Aina Kenapa kamu seceroboh itu untuk memberikan alasan kalau sudah begini apa yang harus kamu lakukan, gerutu Aina dalam hati.


"Ril, sudahlah. Kamu keluar sana, istriku sudah pasti datang kemari karena ada keperluan penting," ujar El-barack seraya melangkah mendekati Aina dan Boril.


"Baik, Tuan Kalau begitu saya permisi." Boril menunduk hormat lalu melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan itu. Tentu saja dia menutup rapat pintu ruangan, agar kedua pasutri itu bisa menghabiskan waktu berdua.


Sekarang tinggallah Aina dan El Barack yang ada di dalam ruangan itu, sejenak mereka nampak hening dan saling menatap satu sama lain. Khususnya Aina yang tiba-tiba saja tidak tahu harus mengatakan apa.


"Sekarang katakan kenapa kamu datang kesini, apa kamu rindu padaku?" tanya El-barack sambil menyondongkan tubuhnya agar bisa lebih dekat dengan wajah Aina. "Hari ini kamu cantik sekali."


"Hey!"Aina nampak mencengkram erat kedua tangannya. "Kamu bisa mengatakan aku cantik setelah seharian ini berduaan dengan seorang wanita? Aku pernah bekerja selama satu tahun menjadi sekretaris kamu, dan aku tahu bagaimana tingkah kamu."


El-barack mengerutkan keningnya. Dia terlihat bingung saat melihat Aina tiba-tiba marah..Namun beberapa detik selanjutnya, dia mengerti jika ini adalah bagian dari rencana Boril.


Dia melingkarkan kedua pergelangan tangannya di pinggang Aina. Ditatapnya sang istri seraya tersenyum tipis. "Apa kamu mulai cemburu?"

__ADS_1


"A-apa." Aina memalingkan wajahnya saat El-barack menatapnya begitu intens. "Aku hanya khawatir, buaya akan tetap menjadi buaya meski dia tinggal di daratan."


El-barack berdecak seraya terkekeh sendiri. "Hm, begitu. Benar juga, kenapa sekarang aku hanya memikirkan kamu saja. Padahal begitu banyak wanita di sekelilingku. Ai, apa aku boleh mendua?"


Aina kembali menoleh menatap El-barack dengan mata membulat. "Apa kamu mau mencoba masuk ruang ICU?"


"Bhahaha." Kali ini El-barack tidak bisa menahan tawanya. dia tertawa terbahak-bahak seraya mencubit kedua sisi pipi Aina. "Aku senang kamu cemburu seperti ini."


"Aku tidak cemburu," ucap Aina lugas.


"Yakin?" tanya El-barack sambil memicingkan matanya.


Aina terdiam sebentar menatap mata Sang suami lalu menghalang nafas yang begitu dalam. "Entahlah. Aku juga tidak tahu kenapa aku seperti ini. Kalau aku cemburu, apa aku berlebihan?"


Bukannya menjawab, El-barack malah membawa Aina kedalam pelukannya. "Entahlah, tapi aku suka melihat kamu posesif seperti ini. Aku terus memikirkan kamu sejak tadi, aku rindu dam tiba-tiba kamu datang."


"Hey, kenapa kamu seperti ini. Aku masih kesal," lirih Aina seraya membalas pelukan sang suami. "Aku benar-benar masih kesal, jangan mencoba untuk membujuk dengan rayuan seperti itu."


Bersambung 💕

__ADS_1


Maaf ya gaess kemarin tidak update karena sibuk mempersiapkan perayaan tahun baru. Selamat tahun baru 2023 semuanya 💕💕💕


__ADS_2