After One Night Mistake

After One Night Mistake
Kamu dimana?


__ADS_3

"Terima kasih, semoga kerjasama kita kedepannya semakin lancar," ucap seorang pria tinggi berkulit sawo matang saat menjabat tangan El-barack.


"Baik, saya selalu menghargai kerja sama yang sehat seperti ini," ujar El sambil melihat jam dipergelangan tangan. "Saya harus menjemput istri saya sekarang, permisi."


El-barack melangkah meninggalkan ruangan rapat itu diikuti Boril dari belakang. Dia menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat, agar bisa bertemu Aina segera.


Saat masuk kedalam lift, dia menoleh melihat Boril. "Apa Al rewel saat kita rapat tadi?" Ya, dia meninggalkan sang putra di ruangannya bersama beberapa orang pengawal untuk diajak bermain. Membayangkan para pengawal bertubuh kekar dan berwajah sangar itu bermain dengan Al saja sudah tidak meyakinkan.


"Tidak ada telepon masuk, berarti semuanya aman, Tuan. Tuan muda mudah berbaur dengan siapapun termaksud para pengawal anda," jawab Boril.


"Baguslah, aku ingin membuatnya terbiasa dengan perusahaan dan para pegawaiku," ujar El-barack lalu tersenyum bangga, ya bangga kepada dirinya sendiri karena menghasilkan bibit unggul yang tumbuh dengan cerdas dan tampan.


Ting!


Pintu lift terbuka, El-barack keluar diikuti oleh Boril dibelakangnya. Sesampainya di depan ruangan CEO Rich grup, El sudah bisa mendengar suara riuh putranya dari dalam sana. Boril pun bergegas membuka pintu.


Klek.


Saat pintu terbuka, El-barack nampak tercengang. Bagaimana tidak saat ini di depan matanya dia bisa melihat dua orang pengawalnya kehilangan image sebagai bodyguard bersertifikat.

__ADS_1


Alvian merubah kedua pria bertumbuh kekar itu menjadi seorang badut tanpa pakaian.Ya, setidaknya bocah kecil itu masih membiarkan kedua pira itu memakai celana d*lam mereka.


"Ck, ya Tuan muda Alvian benar-benar mewarisi sifat Papanya," ujar Boril sambil berusaha menahan tawa.


Menyadari kedatangan sang Papa, Al terlihat tersenyum lalu turun dari punggung pengawal itu. "Papa!" Dia berhambur langsung melompat ke pelukan El-barack. "Sudah selesai ya?"


"I-ya sayang, sudah. Kamu main apa, kok om-om itu tidak pakai bajunya?" tanya El-barack penasaran.


"Em ... main sapi-sapian Pa. Kayo sapikan tidak pakai baju," jawabannya dengan polos.


"Benar juga, anak anda benar-benar pintar Tuan," sahut Boril.


"Huuft, ya tentu saja Al memang pintar." El Barack mengusap lembut kepala putranya. "Kalau begitu kita jemput Mama sekarang."


"Hahaha." Kali ini Boril tidak bisa menahan tawanya. Dia benar-benar bisa melihat El-barack Alexander didalam diri Alvian.


El-barack menoleh menatap tajam kearah sekretarisnya itu. "Apa kamu ingin mempergunakan cuti sakitmu hari ini?"


Sekejap saja, ucapan El-barack itu mampu membuat wajah Boril kembali datar. "Maaf, Tuan."

__ADS_1


El-barack tidak lagi berkata-kata, dia berbalik lalu melangkah meninggalkan ruangan itu, sampai langkahnya terhenti dan kembali menoleh memandangi Boril dan kedua pengawal itu secara bergantian. "Boril, kamu urus mereka saja. Aku akan pulang berdua dengan Al."


"Baik, Tuan," ucap Boril sambil menunduk hormat.


***


Sementara ditempat berbeda tepatnya pukul tiga sore, Aina baru saja sampai di basement hotel tempat dia akan mengatakan cake tart itu untuk teman Merry.


Dia melangkah, sampai masuk ke lobby dan langsung menghampiri resepsionis. "Selamat sore, saya Aina Caroline dari Aina cake shop, mau bertemu dengan Ibu intan dikamar 105."


"Oh Nona Aina, langsung naik saja Nona, Nyonya sudah menunggu sejak tadi. Beliau adalah pemilik hotel ini dan beliau sudah berpesan jika anda akan datang," ucap Resepsionis itu dengan ramah.


"Oh begitu, baik terima kasih," ujar Aina lalu berbalik pergi. Dia akhirnya paham kenapa Merry memintanya untuk mengantar kue itu secara langsung. Karena wanita bernama Intan itu bukan orang sembarangan.


Tak butuh waktu lama akhirnya Aina sampai di depan pintu kamar VVIP tersebut. Sebelum mengetuk pintu, dia mencoba mengatur napas terlebih dulu.


"Tenang, kenapa aku jadi ragu seperti ini." Beberapa menit dia terdiam sampai akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu.


Klek.

__ADS_1


Akhirnya pintu itu terbuka, seorang wanita berpenampilan glamor keluar. "Hy, kamu Aina?"


Bersambung 💕


__ADS_2