After One Night Mistake

After One Night Mistake
Rencana El-barack.


__ADS_3

Saat ini El-barack sedang duduk berhadapan dengan sang istri. Dia nampak begitu serius menyimak semua yang diceritakan oleh Aina, Boril dan juga Yuna.


Sebagai seorang rekan bisnis dan adik ipar, El-barack tidak menyangka Reynald akan mengalami hal seperti ini. Dikhianati adalah sesuatu yang paling menyakitkan dalam sebuah hubungan.


Dimana yang satu berjuang mati-matian demi masa depan, sementara satunya lagi malah bermain hati dengan pria lain. Menjaga komitmen memang tidak mudah, tetapi apa sedangkal itu sebuah cinta dan kesetiaan?


"Ini adalah beberapa foto mesra mereka yang saya ambil pagi tadi," ucap Boril sambil menyodorkan ponselnya.


"Ada video juga," sambung Yuna yang ikut menyodorkan ponselnya.


Mendengar ceritanya saja Aina sudah merasa begitu terpukul, karena kakak satu-satunya dikhianati oleh istri yang begitu dicintai. Namun lagi-lagi dia harus menerima kenyataan dan belajar menghadapi semuanya.

__ADS_1


Dengan tangan bergetar dia meraih kedua ponsel milik Boril dan juga Yuna. Satu persatu dia tatap gambar di layar ponsel itu. Aina kembali tercengang, dia tidak menyangka jika perselingkuhan itu benar-benar sudah terbukti dan itu berarti dia harus siap memberitahu semua kepada sang kakak.


Perlahan Aina mengangkat kepalanya menatap sang suami dengan mata berkaca-kaca. "Bagaimana caranya aku mengatakan semua ini kepada Kak Rey? Selama menikah aku tahu betul betapa Kakak aku sangat mencintai wanita itu tetapi sekarang ... dia telah menghianati Kak Rey yang berjuang mati-matian untuk membahagiakannya."


Yuna yang duduk di samping Aina juga nampak sedih, namun inilah kenyataannya. Dia menepuk pundak sang sahabat untuk menenangkannya. "Aku juga tahu itu, Ai. tapi kita tidak bisa menyembunyikan ini dan kita harus memberitahu Kak Rey. Lusa Kak Rey akan pulang dari luar kota dan aku harap kamu bisa membicarakan ini dengan dia."


Aina kembali menundukkan kepalanya dia benar-benar bingung bagaimana cara dia memulai untuk membicarakan semua ini dengan sang kakak.


El Barack yang tidak suka melihat istrinya bersedih pun mulai berpikir, apa yang harus dia lakukan. "Huft, begini saja masalah ini biar aku yang membicarakan dengan Kak Rey. Karena aku tahu Aina tidak akan bisa menceritakan semuanya."


Sementara itu di tempat berbeda. Disaat Aina dan El Barack sedang menghabiskan waktu mengobrol di pagi hari bersama boril dan Yuna. Merry yang baru saja keluar dari unit apartemennya, bergegas keluar dari gedung 30 lantai itu, untuk mencari makan siang.

__ADS_1


Semarang disana sudah menunjukkan pukul satu siang waktu setempat. Salju yang turun membuat wanita paruh baya itu tak pernah lepas dari mantelnya.


Untung saja ada restoran yang bersebelahan langsung dengan apartemen. Ya, sejak tiba di Paris dia harus menjalani hidupnya secara mandiri, tidak seperti dirumah dia mempunyai banyak pelayan.


Saat sampai di area dalam restoran, dia segera memilih tempat duduk agar bisa segera memesan. "Huuft, ini semua gara-gara bocah tengil kurang ajar itu, aku jadi seperti putri terbuang," ketusnya seraya menggedarkan pandangan, mencari pelayan restoran.


Hingga beberapa detik kemudian, pandangannya tertuju kepada seorang wanita yang duduk makan tak jauh dari tempatnya duduk. "I-itu kan ...."


Merasa penasaran, Merry segera bergegas menghampiri wanita cantik itu. Semakin dekat dia semakin yakin tidak salah lihat. "Astaga, kamu kan?"


Dia sampai terperangah karena sudah empat tahun tidak bertemu dengan wanita itu.

__ADS_1


Wanita yang tadi sedang menikmati makanannya itu, terlihat kaget dan panik saat melihat Merry. Dia segera berdiri, mengambil tas, hendak melarikan diri.


Namun Merry segera mencegatnya. "Hey, mau kemana? Jangan takut. Kita sudah lama tidak bertemu, sepertinya kita harus mengobrol tentang banyak hal."


__ADS_2