After One Night Mistake

After One Night Mistake
Jangan Datang lagi


__ADS_3

El Barack yang baru saja menyelesaikan rapat, melangkah menuju ruang kerjanya bersama Boril. Namun saat hendak masuk lagi-lagi seorang staf wanita datang menghampiri.


"Maaf Tuan, saya--"


"Apa lagi kali ini, apa ada lagi paket untuk saya?" potong El-barack. Karena beberapa hari ini paket berisi benda aneh, terus berdatangan. "Kalau iya, buang saja. Saya tidak bisa menerima."


"Kamu kembali bekerja saja," sambutan Boril.


"Bu-bukan begitu, Tuan. Kali ini bukan paket, tapi seorang wanita. Dia adalah Nona ...." Staf wanita itu nampak ragu untuk menyebut nama, meski dia tahu pasti siapa wanita itu, dan skandal apa yang pernah menjerat wanita itu dengan El-barack.


"Siapa?" Raut wajah El-Barack mulai terlihat serius.


"Nona ... Nona Larisa, Tuan."


Deg.


El-barack dan Boril sama terkejutnya. Bagaimana bisa wanita yang sudah lama menghilang kini kembali. Dan tentu saja itu bukanlah sebuah kabar baik yang ingin didengar El-barack.

__ADS_1


"Nona Larisa mendesak untuk bertemu Anda, Tuan. Dia membuat kekacauan di lobby kantor sekarang."


"Tuan, disini saja. Saya akan membereskan wanita itu."


Boril hendak melangkah namun segera ditahan oleh El-barack.


"Jangan, jika kamu yang menemuinya. Maka besok dia akan datang lagi dan lagi. Aku memang sudah menunggu dia datang, urusanku dengan dia belum selesai empat tahun lalu."


El-barack segera melangkah cepat diikuti staf wanita tadi. Sementara Boril masih bediri disana seraya mengerjap bingung. "Ini maksudnya apa yang belum selesai, kisah cinta atau balas dendam ...."


~


"El-barack, apa kabar?"


El-barack menarik tangannya dari sentuhan Larisa. "Long time no see, Larisa."


Semua orang yang berkumpul di lobby perusahaan, nampak menjadikan momen itu sebagai tontonan.

__ADS_1


"El, aku ingin menjelaskan semua masalah yang terjadi empat tahun lalu dan aku--"


"Stop!" Potong El-barack. "Aku senang melihat kamu kembali kehadapanku. Urusan kita memang belum selesai. Sekarang aku akan membalas fitnah yang kamu berikan kepadaku empat tahun lalu."


Melihat sorot mata El-barack, membuat nyali Larisa ciut. Sudah lama tak bertemu, nyatanya El-barack yang dia kenal sudah banyak berubah. "El, aku menyesal. Aku benar-benar menyesali semua yang aku lakukan saat itu." Larisa kembali meraih tangan El-barack, namun lagi-lagi dihempas begitu saja.


"Jika memang kamu sungguh menyesal, maka kembalikan nama baikku, apa kamu bisa membayar waktu ku yang teebuang sia-sia selama empat tahun?


Merasa tak ingin berbasa-basi El barak mengucapkan semua yang ingin dia sampaikan kepada Larisa. Empat tahun lalu dia tidak punya kesempatan untuk meluapkan semuanya.


Larisa mencengkram erat kedua tangannya saat secara terang-terangan di saksikan orang banyak, El-barack menghakimi segala perbuatannya empat tahun lalu.


"El sepertinya kamu masih emosi, kita bertemu besok saja ya."


Melihat Larisa hendak pergi, El-barack segera bergerak cepat mencekal tangannya. "Tidak, kita selesaikan semuanya disini. Aku tahu kamu punya tujuan lain datang kesini. Sekarang katakan, kenapa kamu datang kembali?"


Sial, sial kenapa sekarang dia begitu berani mempermalukan aku didepan semua orang, batin Larisa.

__ADS_1


Semua ini diluar ekspektasi Larisa. Dia memang selalu meremehkan El-barack, karena dulu pria itu selalu bersikap baik kepadanya. Namun dia lupa, luka yang telah di torehkan membuat El-Barack kehilangan rasa simpati terhadapnya.


Bersambung 💕


__ADS_2