After One Night Mistake

After One Night Mistake
Keputusan Aina


__ADS_3

"Hua aku lelah sekali. Dasar Kak Boril, katanya mau mengantar aku pulang, tapi ternyata dia sudah pulang duluan." Yuna terus melangkah lemas menuju lift gedung apartemen tempatnya tinggal.


Hari ini dia benar-benar lelah karena harus bekerja lembur, kakinya terasa mau patah dan dia juga sangat mengantuk. Boril yang dia harapkan akan mengantarkannya pulang nyatanya ingkar janji demi tugas penting.


Mau tidak mau Yuna harus naik bus karena sialnya dia tidak mendapatkan taksi. ,Tau seperti ini tadi pagi aku pakai mobil butut ku saja, meski butut tapi tidak pernah membuat aku secapek ini."


Sesampainya di depan Lift Yuna masih harus menunggu. Hingga tanpa sengaja dia menoleh kearah kanan dan mendapati Lin melangkah masuk. Yuna pun segera mengambil langkah seribu, bersembunyi dibalik tiang. "Dasar wanita laknat, masih bisa datang kesini dia."


Yuna terus memperhatikan gerak geri Lin hingga masuk kedalam lift. Dia pun keluar dari tempat persembunyian sambil berkacak pinggang.


"Astaga, bisa-bisanya dia pergi menemui pria itu lagi, disaat Kak Rey hanya pergi sebentar menemui Tuan El-barack. Tidak bisa dibiarkan, aku harus menelpon Aina."


Yuna yang tadi terlihat begitu lelah, kini kembali bersemangat. Sambil mondar-mandir panik, dia mencoba untuk menguji Aina.

__ADS_1


~


Aina yang baru saja selesai menidurkan Al bergegas meraih ponselnya diatas nakas. "Yuna, tumben." Merasa penasaran, dia segera menerima panggilan telepon tersebut."


"Hallo, Yu. Kenapa?"


[Barusan aku tak sengaja melihat Kak Lin. Dia datang lagi untuk menemui pria itu, Ai. Please, aku mohon kali ini kamu harus bertindak, kamu harus mengambil tindakan tegas sekarang juga.]


Aina nampak tertegun sesaat, dia tidak menyangka Kakak iparnya itu benar-benar sudah kehilangan hati nuraninya. Awalnya dia ingin diam dan menyerahkan semua kepada El-barack, tetapi ternyata nuraninya tidak bisa membuat dia terus berdiam. "Aku akan segera kesana."


Sementara diruang tamu Boril, situasi nampak semakin menegangkan. Reynald masih tidak percaya saat mendengarkan penjelasan singkat Boril. "Sebenarnya kalian kenapa? Aku tahu Lin memang wanita yang kurang baik, tapi aku tahu dia sangat mencintaiku dan dia tidak mungkin melakukan hal seperti perselingkuhan."


"Kami tidak akan bicara tanpa bukti." El-barack mengeluarkan sebuah amplop berisi foto Lin dan Alex yang sudah dia cetak sebelumnya. "Ini adalah beberapa foto mesra mereka beberapa hari sebelum kamu pulang, kami juga punya bukti video."

__ADS_1


Tangan Reynald nampak bergetar saat melihat semua foto itu. Dia masih berharap semua ini hanya kebohongan. Namun yang membeberkan semua adalah El-barack, dia tahu adik iparnya itu tidak mungkin berbohong.


"Aku pikir kamu harus tahu secepatnya. Aku, Aina dan Boril tidak bermaksud untuk memprovokasi, kami hanya menyampaikan fakta, untuk keputusan selanjutnya, kamu tentukan sendiri," lanjut El-barack.


Reynald kembali menggelengkan kepalanya. "Tidak, Lin tidak mungkin mengkhianatiku. Selama ini aku selalu setiap bertahan meski sikapnya membuat aku lelah, aku yakin suatu saat dia akan berubah. Tapi sekarang ... selingkuh? Lin tidak mungkin semudah itu mengkhianati pernikahan kami."


Sesuai dugaan El-barack dan Boril. Reynald terlihat sulit untuk menerima kenyataan ini. Sesaat situasi kembali hening, seolah ketiga pria itu, tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


Hingga beberapa saat kemudian, dering ponsel El-barack memecah keheningan. El mengerutkan keningnya saat melihat nama sang istri terpampang disana.


"Hallo Ai, kenapa?"


[Bawa Kak Rey ke gedung apartemen tempat Yuna tinggal sekarang.]

__ADS_1


Bersambung 💕



__ADS_2