After One Night Mistake

After One Night Mistake
Palsu?


__ADS_3

"Ah sial! Kenapa Aina bisa menikah dengan pria sehebat itu. Aku benar-benar tidak suka melihat dia bahagia seperti ini." Lin terus mondar-mandir tidak jelas didalam kamar mandi.


Sedalam itu rasa bencinya kepada Aina, mungkin jika dia diberi satu permintaan maka dia pasti ingin Aina menghilang dari dunia ini. Namun sayang sekarang Aina dalam perlindungan seorang pria yang luar biasa berkuasa.


Setelah selesai makan malam, Reynald mengajak Aina, El-barack dan keponakannya untuk mengobrol santai di ruang keluarga. Sudah begitu lama dua Kakak adik itu tidak bercengkerama bersama.


"Kak Lin kok belum selesai juga ya?" tanya Aina yang terus memandang kearah pintu belakang. Dia yakin Lin pasti sedang kesal karena kedatangannya, namun dia berusaha menutupi itu dari sang Kakak.


"Sebentar lagi dia akan kembali." Reynald pun berusaha untuk tetap tenang, meski dia tahu sekarang sang istri pasti sedang sangat kesal. Tetapi dia tidak peduli, malah dia berharap Lin akan sadar dan tidak lagi merendahkan Aina.


"Mama Mama!" Al datang dari arah sudut ruangan dengan tergesa-gesa. "Ma, ada ikan ma, ayo liat ma!"

__ADS_1


"Iya sayang sebentar." Tangan Aina ditarik paksa oleh Al menuju sebuah aquarium besar yang ada di sudut ruangan.


Sekarang tinggallah El-barack dan Reynald yang duduk berhadapan di ruang keluarga. Pandangan mereka sama-sama mengarah ke Aina dan Al yang berdiri di depan Aquarium.


"Al sangat suka dengan ikan hias, sepertinya aku harus membeli Aquarium yang lebih besar," ujar El-barack saat beralih melihat kearah Reynald.


"Hm, sama seperti Aina. Dia juga suka hewan laut," ucap Reynald yang juga memandangi sang adik ipar. "Oh iya, aku senang melihat perlakuan kamu kepada Aina saat diruang makan tadi, aku juga berharap semua itu tidak palsu, karena aku tahu kalian menikah hanya untuk Al."


Pertanyaan sang Kakak ipar membuat El merasa jika pria itu masih ragu kepadanya. Padahal jauh dari semua alasan awal pernikahan, kini dia menginginkan Aina lebih dari apapun.


"Apa maksudmu?" tanya Reynald dengan mata memicing tajam. Seolah sedang mengintrogasi adik ipar yang belum sempat dia kenal lebih dalam.

__ADS_1


El-barack bisa mengerti tentang keraguan itu.


"Empat tahun aku di Melbourne dan sekalipun aku tidak pernah memikirkan seorang wanita untuk aku kencani, aku sempat tidak percaya kepada wanita manapun. Tapi saat bertemu Aina, pikirkanku langsung dipenuhi olehnya. Sampai detik ini, yang aku pikirkan hanya tentang bagaimana cara membahagiakan dia dan juga Al, aku tidak akan rela jika mereka direndahkan," ungkap El-barack dengan lugas.


Reynald nampak terdiam sejenak, kata-kata El-barack seolah membuat dia mengingat kegagalannya sebagai seorang Kakak yang tidak bisa melindungi Aina.


Saat ini pun dia bisa melihat jika El-barack sungguh menginginkan Aina bukan hanya karena anak sebagai penerus keluarga Alexander. Ya, ada perasaan lega tersendiri melihat kehidupan Aina saat ini meski jauh di relung hati ada satu pertanyaan yang ingin dia ketahui.


"Ya aku percaya kamu bisa melindungi Aina dan Al tapi, diluar semua itu, aku penasaran, apa kamu sudah mencintai dia sebagai istrimu?" tanya Reynald tiba-tiba.


Bersambung πŸ’•πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote n hadiah untuk novel ini ya gaess πŸ™


Lanjut dua bab lagi, jangan lupa vote😹


__ADS_2