After One Night Mistake

After One Night Mistake
Turuti Saja


__ADS_3

Ya, wanita itu adalah Liliana atau lebih akrab disapa Lin. Masalah rumah tangga yang berlarut-larut membuat dia membutuhkan seorang teman curhat, dan orang itu adalah Alex.


Dia merasa nyaman meluapkan semua unek-uneknya kepada sang sahabat namun hari ini rasa nyaman itu sudah melewati batas wajar. Lin baru saja menodai pernikahan yang sudah terjalin selama 5 tahun.


Setelah terdiam beberapa saat, Lin berbalik menatap Alex dengan raut wajah kebingungan. "Bagaimana bisa kita menjalani hubungan dibelakang Reynald. Lex, aku tidak tahu harus bagaimana."


Alex membawa Lin kedalam pelukannya. "Tidak masalah, kita bisa menjalani hubungan ini secara diam-diam. Lagi pula, Reynald masih dua minggu diluar kota, aku tau kamu kesepian Lin. Aku tahu kamu membutuhkan seseorang yang bisa mengerti kamu dengan baik dan orang itu adalah aku."


"Lex aku ...." Mata Lin kembali terdiam, saat Alex menciumi bagian leher hingga ke pundaknya. Dia tahu telah melakukan kesalahan, namun semua sensasi yang Alex tawarkan tidak bisa dia tolak.


Dengan satu gerakan Alex kembali menggendong tubuh Lin naik keatas tempat tidur dan kembali memulai hubungan terlarang itu lagi dan lagi.


Mereka seolah tidak perduli jika ada seorang pria yang sedang berjuang di luar sana, meniti karier sebagai seorang pebisnis demi kebahagiaan istrinya.

__ADS_1


***


Menjelang malam, El-barack dan Aina sampai di sebuah butik ternama dipusat kota. Aina nampak menggedarkan pandangan melihat bangunan didepannya. "Kenapa kita datang kesini, aku tidak mau membeli gaun. Yang kamu beli lewat aplikasi online saja belum aku pakai semua. Ayo kita pulang saja."


Melihat Aina hendak masuk kembali kedalam mobil, El-barack mengerakkan tangannya menarik pergelangan tangan sang istri. "Eiits, ini malam yang spesial. Aku ingin memanjangkan istriku. Ayo masuk."


"Ta-tapi ...." Aina tidak bisa berbuat banyak saat El-barack menariknya masuk kedalam butik itu. Sesampainya di dalam para pelayan toko sudah berdiri menyambut kedatangan mereka.


"Bagus, berikan yang terbaik untuk istri saya. Malam ini kami akan makan malam bersama."Benar saja El-barack sepertinya sudah merencanakan semua ini sejak Aina datang ke perusahaan.


Aina nampak kebingungan dengan situasi yang terjadi, dia mendekat dan menarik-narik ujung jas sang suami. "Untuk apa, kalau hanya makan malam, aku bisa membeli baju di Mall saja. Pakaian di butik ini kelihatannya mahal sekali."


Mendengar bisikan sang istri, El Barack terlihat kesal. Dia berbalik mendekat ke telinga Aina. "Sudah aku bilang jangan ragukan isi dompetku. Lagi pula butik ini milik Tante Merry, semua orang di sini mengenal keluarga Alexander, bersikaplah sebagai seorang ratu. Jangan banyak bicara atau aku akan menc*ummu dihadapan mereka."

__ADS_1


Sontak Aina langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan saat mendengar bisikan El-barack. Dia tahu sang suami tidak bisa pernah main-main dengan ucapannya. "I-iya, maaf."


El-barack memundurkan tubuhnya lalu kembali melihat pelayan toko yang sejak tadi menunggu. "Silakan, istri saya sudah siap. Ingat, berikan yang terbaik."


"Tentu saja Tuan." Pelayan butik itu beralih melihat Aina. "Mari Nona silakan ikut saya."


"Tidak ada yang bisa Aina lakukan kecuali menuruti permintaan El-barack. Dia melangkah mengikuti langkah para pelayan butik itu menuju sebuah ruangan khusus yang telah di sediakan sebelumnya.


Sementara El-barack beranjak duduk disebuah sofa VIP, dimana secangkir kopi dan cake sudah tersedia untuknya. "Huftt, mereka tahu saja, malam ini aku harus banyak minum kopi."


Bersambung 💕🙏


Jangan lupa berikan vote ya gaes...

__ADS_1


__ADS_2