After One Night Mistake

After One Night Mistake
Perpisahan adalah pelajaran


__ADS_3

Setelah berpikir panjang dan melalui banyak pertimbangan, hari ini Reynald pun memutuskan untuk berangkat ke Jepang, sesuai dengan permintaan Antonio dan El-barack.


Sebelum ke Bandara, Taksi yang membawa Reynald mampir di depan sebuah cafe. Ya, setidaknya untuk terakhir kali Reynald ingin berpamitan kepada seorang wanita yang saat ini sudah menjadi mantan istrinya.


Saat memasuki area dalam restoran, Reynald bisa melihat Lin dari kejauhan. Dia mencoba untuk mengatur napas panjang agar tidak kehilangan kendali atas dirinya.


Langkahnya berlanjut hingga sampai di hadapan sang mantan. Tanpa bicara dia langsung duduk, hingga kini mereka berhadapan. "Maaf, jalanan agak macet tadi."


Lin mengangguk pelan. "Tidak masalah, santai saja." Semenjak berpisah dari Reynald, tubuhnya semakin kurus, dan lingkar matanya menghitam karena kurang tidur. Ya tentu saja dia menyesal, namun apa daya, nasi sudah menjadi bubur.


Sekarang Lin mulai berdamai dengan keadaan dan menerima kenyataan bahwa pintu hati Reynald tak lagi terbuka untuknya. Yang dulu cinta dan meratukan, kini tatapannya sudah sangat berbeda.

__ADS_1


Situs diantara keduanya sempat hening, hingga akhirnya Reynald memberanikan diri untuk bicara.


"Lin, hari ini aku akan berangkat ke Jepang. Aku akan menetap disana dan memulai hidupku yang baru. Meski sempat sakit hati, kecewa dan sangat marah, kini aku berharap kamu akan bahagia dan menjadi orang yang lebih baik. Jadikan perpisahan kita sebagai pelajaran."


Lin tertunduk sesaat setelah air matanya kembali mengalir tanpa suara. Dalam pikirannya sekarang hanyalah tentang bagaimana dia akan menemukan sosok Reynald dalam diri Alex.


Keduanya sungguh berbeda, dan tentu saja Reynald adalah sosok luar biasa yang tak akan pernah bisa tergantikan. Perlahan dia menyeka air matanya lalu kembali menatap Reynald. "Aku juga mendoakan yang terbaik untuk kamu. Aku yakin, kamu akan menemukan wanita baik, tidak seperti aku."


Jika kamu minta aku menjauh, hilang dari seluruh memori indahmu, maka akan aku lakukan semua, meski aku tidak bisa membohongi hatiku yang masih mencinta, batin Lin.


Melihat Reynald berdiri, Lin pun segera berdiri. Ingin rasanya dia berhambur memeluk Reynald untuk terakhir kali, namun rasa bersalahnya begitu besar hingga sebisa mungkin untuk tidak melakukan hal itu.

__ADS_1


Reynald mengulurkan tangannya kehadapan Lin. "Setidaknya kita harus berjabatan tangan untuk terkahir kali."


Dunia yang sudah hancur kini hilang bagai debu ditiup angin. Di detik terakhir pun Lin tidak punya kesempatan untuk menahan Reynald agar tetap disisinya.


Dia menggerakkan tangannya, meraih uluran tangan Reynald dengan kepala tertunduk, karena lagi-lagi air matanya mengalir begitu saja. "Sekali lagi aku minta maaf."


Mendengar suara lirih sang mantan, Reynald pun ikut tertunduk tanpa melepaskan jabatan tangan mereka. Ya, begitulah akhir kisah yang mereka mulai dengan satu komitmen untuk terus bersama hingga akhir.


Kembali lagi, manusia hanya bisa berencana namun pemilik alam semesta adalah penentu segalanya. Hukum sebab akibat akan terus berlaku, agar manusia bisa lebih bersyukur dengan apa yang mereka jalani dan apa yang mereka miliki.


Jangan lupa bersyukur setiap hari, cintai dia yang kamu anggap tambatan hati. Mungkin rasa bosan itu akan datang silih berganti, yang perlu di ingat hanyalah, hal-hal baik yang sudah terlewati hingga bisa melalui tahun-tahun bahagia dengan orang yang sama.

__ADS_1


Percayalah, orang dengan hati yang tulus mencintaimu tidak akan datang dua kali.


Bersambung 💕


__ADS_2