After One Night Mistake

After One Night Mistake
Do you love Me?


__ADS_3

Hari menjelang sore, mobil yang dikendarai El Barack melaju kencang menyusuri jalanan kota. Bukan untuk pulang, namun untuk menemui sang istri yang sedang sibuk mempersiapkan pembukaan toko esok.


Mendengar cerita Boril tentang kehidupan Aina yang kelam benar-benar mengusik pikiran El. Entah kenapa sekarang yang ada di isi kepalanya hanyalah tentang cara membahagiakan Aina.


Setidaknya, dia ingin menebus semua masa kelam yang dulu sempat dia ciptakan untuk Aina. Apakah cinta itu sudah mulai tumbuh dihati El? Entahlah yang jelas, saat ini sebuah pondasi rumah tangga baru saja di bangun.


Mereka masih menyesuaikan diri dengan watak yang sama-sama keras jiwa yang sama-sama tegas dan kepribadian bagai langit dan bumi yang harus dibuat satu.


Tak butuh waktu lama, mobil Ferarri hitam yang dikendarai El sudah sampai di halaman toko sang istri. Terlihat toko itu sudah tampil estetik dengan cat dinding yang di perbarui.



Tanpa pikir panjang El-barack langsung masuk, didalam toko terlihat banyak orang karena para pegawai yang di urus Boril sudah mulai datang untuk membantu Aina menyusun kursi dan lainnya.


"Ai!" El melambaikan tangannya dari jarak beberapa meter seraya tersenyum lebar kepada sang istri.

__ADS_1


Saat melihat kedatangan El, Aina pun menghentikan aktivitasnya dan segera menghampiri sang suami. "Kamu kesini, sudah aku bilang pulang duluan saja. Nanti aku pulang naik taksi."


"Aku hanya ingin mengecek persiapan kamu. Ternyata seharian kemarin pergi bersama Albert, kamu langsung menyulap tempat ini menjadi sangat estetik," ujar El-barack sambil menggedarkan pandangannya.


"Ya, karena Albert memang seorang genius dibidang seperti ini." Aina diam sebentar, memikirkan hal apa yang harus dia katakan. Namun pikirannya hanya dipenuhi dengan ucapan Yuna siang tadi, tentang pernyataan cinta yang belum dia dapatkan dari suaminya itu. "Mau minum sesuatu?"


Pandangan El-barack kembali fokus ke sang istri. "Ah tidak, aku hanya ingin menjeputmu. Karena malam ini, kamu, aku dan Al akan pergi makan malam bersama."


"Makan malam, dimana?" Aina melihat jam dipergelangan tangannya. "Kalau malam Al sering mengantuk, aku yakin saat ini pun dia tidak tidur siang karena asik bermain dengan para pelayan dan jalan-jalan bersama Kakek."


Entah kenapa Aina merasa El-barack begitu tergesa-gesa. Namun apa bisa dia menolak? Tentu saja tidak, El tidak mengenal kata itu seumur hidupnya.


***


Sepanjang perjalanan pulang, Aina tak henti-hentinya melirik kearah El-barack. Dia terlihat gelisah karena ucapan Yuna siang tadi terus memenuhi hati dan pikirannya.

__ADS_1


Ingin bertanya pun rasanya ragu, namun jika tidak ... sepertinya dia tidak akan bisa tidur malam ini. Dengan segenap keberanian yang ada, dia menegapkan posisinya sambil bedeham. "Apa aku boleh bertanya sesuatu?"


El-barack yang sedang fokus menyetir, melirik Aina sambil mengerutkan kening. Dia tahu pasti ada sesuatu yang penting sampai wanita yang tak banyak bicara itu, penasaran akan sesuatu tentangnya. "Boleh, apa?"


"Empat tahun yang lalu. Model cantik yang digosipkan terlibat skandal denganmu ... apa kamu mencintainya?" pertanyaan itu akhirnya lolos begitu saja.


Kenapa dia tiba-tiba mempertanyakan hal itu, batin El-barack.


"Aku tidak bisa menyebut hubunganku dan dia adalah cinta. Karena dia seorang model iklan perusahaan, yang secara kebetulan dekat denganku. Aku kagum padanya, aku tahu dia sosok yang gigih namun caranya mencintaiku ... salah. Dia menjebakku dan menyebarkan foto dan video yang tidak sesuai dengan kenyataan. Masa-masa itu membuat aku kehilangan kepercayaan tentang cinta, cinta itu bagian dari egoisme diri seseorang. Sekarang dia sudah punya kehidupan baru, aku pun sama tapi kenapa kamu tiba-tiba mengungkitnya kembali. Apa kamu pikir aku masih mencintainya?"


Aina segera memalingkan wajahnya saat melihat El-barack melirik kearahnya. "Tidak, aku hanya ingin tahu. Sebagai sekretaris, aku tidak tahu banyak tentang skandal empat tahun yang lalu," kilah Aina.


Jika kamu telah kehilangan kepercayaan tentang cinta, lalu bagaimana dengan hubungan kita. Apa aku tidak akan akan pernah mendapatkan ungkapan cinta dari suamiku? Batin Aina.


Bersambung 💕

__ADS_1


__ADS_2