
Alvin berjalan menuju kamar adiknya dilantai dua, sesekali tanganya mengusap wajahnya kasar, membuat warna muka nya berubah.
tok tok tok( pintu diketuk)
Terlihat Dea membukakan pintu kamar itu, dengan membawa buku novel ditangannya, gadis itu mengeryit, bertanya dalam hati, apa yang membawa kakaknya naik kelantai dua untuk mengunjungi kamarnya itu.
Alvin mendudukan diri di sofa panjang depan tv didalam kamar Dea, Dea masih berdiri mematung, bukunya sudah dia tutup dan dibatasi dengan jari telunjuknya.
"De." Alvin memulai perkataannya
Dea mendekatkan diri dan duduk disamping kakanya menghadap kakanya yg sedang duduk menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata.
"Kenapa sih ka? kok kayaknya lo frustasi banget?" ada masalah?" tanya Dea
Alvin mengubah posisi duduknya menjadi menyamping menghadap adiknya salah satu kaki nya terlihat dinaikan dan tanganny memanjang di senderan sofa.
"De.. cerita deh, ada apa sama Lella?" ucap alvin
"Lella?? kenapa sama Lella?" katA Dea tak mengerti akan pertanyaan kakanya itu menuju kemana.
"Sudah 2x kakak ketemu Lella di cafe x! tapi bukan sebagai pembeli, kaka liat dia pakai baju pelayan, dan melayani bahkan dia juga terlihat membereskan gelas2 kotor disana."ucap alvin panjang lebar
Seketika Dea menghembuskan nafas nya.
"Jadiii. . kaka sudah tau kalo Lella kerja di cafe?"
"Kerja?"tanya alvin
"Hmm.. iya.. Lella sementara ini kerja parttime dicafe x,dia bekerja usai pulang kuliah, dan dia melakukan itu bukan tanp alasan!" jelas Dea.
"Segitu kurang kah uang ayahnya yah tajir itu De?" kata Alvin
"Hmm . bukan begitu ka, ini bukan masalah uang, Lella bekerja bahkan tidak melihat berapa gaji yang dia terima, bahkan jika mau membeli cafe x itu saja sebenarnya dia mampu!" ucap Dea.
"Lalu yang kaka liat apa?" Alvin bertanya seolah gak paham akan penjelasan dea yang terkesan berbelit belit
"Iyaa.. jadiii......" Dea menceritakan panjang lebar masalah keluarga Lella, mulai dari perlakuan ibu tiri nya dan kakak tirinya, sampai kekerasan2 yang sering dia terima tanpa alasan, dan semua itu tanpa diketahui Pak Jaya ayahnya.
Alvin terlihat mencermati cerita adiknya, dia mulai paham, Jadi selama ini Lella hanya mengurangi jatah waktunya dirumah dan lebih nyaman keluar dari rumah besar itu.
Alvin semakin ingin membawa gadis itu, jika saja dia tidak ingat dia masih kuliah, dan masih dibiayai oleh orgtua, dia mungkin sudah memutuskan menikahi gadis itu, hanya karna Alvin merasa belum mampu, jadi dia memutuskan untuk membantu Lella tanpa dia sadari, begitu rencana nya.
__ADS_1
**
Hari ini kampus masih libur, seperti biasa Lella akan keluar dari rumah besar jam 3 dan kembali ke rumah besar sekitar jam 11 malam, biasanya ketika pulang, dia sudah tidak mendapati seorangpun yang masih membuka matanya dirumah itu, hanya sesekali dia berpapasan dengan ibu tirinya, bahkan walaupun jarang bertemu, kekerasan masih suka diterima gadis itu,
Dea menatap jam di tangannya, dia menunggu sahabatnya keluar dr rumahnya itu, kali ini Dea memilih menunggu di luar gerbang utama.
Tak lama terlihat Lella keluar dari sana, dengan anggukkan beberapa satpam yang saat ini sedang berjaga, Lella menghampiri mobil Dea,
Yaa.. hari ini Dea mengantar sahabatnya itu kerja, dan menemani sampai dia selesai nanti, itu janjinya, Dea terlihat serius membaca buku novel, demi menemani sahabatnya Dea membawa beberapa buku di tasnya guna membunuh rasa bosannya.
Ini sudah buku ketiga yang dibaca, gadis itu memesan lemon tea dan beberapa cemilan untuk menemani duduk manisnya.
Tanpa gadis itu sadari, seseorang berjalan kearah meja nya. orang itu sudah memasang senyum tampan, "Haii.. mau ditemenin gak?" ucapnya.
Dea menghentikan aktifitas membaca nya dan menengok ke arah pria tersebut .
"ka Gery?" ucapnya. "kesini sama siapa ka?"kata Dea lagi.
"Harusnya kaka donk yang nanya, kamu ngapain sendirian disini?" kata gery sambil mendudukan diri di kursi dihadapan Dea,
Dea hanya menunjuk ke arah Lella, "aku nemenin sahabat aku." katanya..
"Hmm.." dea hanya menganggukkan kepalanya.
obrolan demi obrolan mereka layangkan,
terlihat seperti sepasang kekasih. Gery menatap jam ditangannya, "Sory ya de, aku ada urusan, gpp kan ditinggal?" katanya
Dea hanya menganggukka kepalanya, "baiklah, sampai jumpa lagi!" kata Gery sambil meninggalkan meja mereka.
Dea melirik ke arah Lella, gadis itu masih sibuk dengan pelanggannya.
"La.. kutunggu dimobil aja ya.. aku mulai ngantuk." kata Dea saat ini dihadapan Lella
"iya de, maaf ya . Satu jam lagi selesai" kata Lella, memang saat ini sudah jam 7 malam.
Tanpa Dea sadari, sebenarnya dari tadi alvin berada di pojok ruangan sedang menikmati dark coffee favoritnya, sesekali dia memandang ke arah Lella yang sedang sibuk.
"Kau benar benar gadis yang luar biasa." gumam Alvin dalam hati. dan melanjutkan membaca korannya.
**
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 9malam, sudah sejam yang lalu alvin pindah ke dalam mobilnya, pria itu masih memantau aktifitas gadisnya (walau belum resmi anggap saja begitu).
Lella terlihat berjalan keluar cafe dan menuju mobil Honda brio yang terparkir tidak jauh dari mobil Alvin , Alvin sangat tau itu mobil Dea adiknya, Lella masuk ke dalam mobil dan selanjutnya terlihat mobil berjalan keluar parkir menuju jalan pulang.
"De, besok gak usah repot nemenin lagi yaa!" kasian kamu pasti bosan nunggu 5jam begitu.!" ucap Lella melihat ke arah sahabatnya yang sedang menyetir.
"Santai aja La, aku gpp kok, lagipula libur gini aku juga gak ada kegiatan, mending aku temenin kamu kerja." ucap Dea sambil menunjukkan gigi putihnya.
"La udah makn belum?" hari ini cafe rame ya!" ku lihat kamu gak duduk duduk dari awal datang." kata Dea.
"Kalo weekend seperti itu De, ekstra pokoknya." kekeh Lella.
"Kenapa kamu gak cerita aja sama ayah kamu La., jujur ya, aku gak tega liat kamu kerja kayak gini." Nona muda kerja parttime di cafe sebagai pelayan. lah wong dirumah aja kamu yang menggaji pelayan" kekeh Dea
"Hanya sementara De, sampai aku bisa magang di kantor ayah." ucap Lella sambil menyunggingkan senyum manisnya.
Seketika pandangan Dea beralih ke spion mobilnya, dia melihay mobil sport hitam dibelakang, yang dia ketahui itu milik kakanya.
ck.. ka Alvin ternyata segigih itukah dirimu.. ucap Dea dalam hati.
Sampai di komplek perum xxx, Dea menurunkan Lella, terlihat mobil sport hitam itu juga berada tak jauj dibelakang mobil brio Dea, Lella melambaikan tangan ke arah Dea,
yang melanjutkan mobilnya ke arah rumah, terlihat mobil kakanya juga bergerak dari sana.
**
Dipintu rumah Dea sengaja menghentikan langkahnya menunggu kakanya itu, mensejajarkan jalannya, kakanya terlihat sangat kusut.
"Heh.. kenapa ka? kusut amat!" ucap Dea
"De.. sini.. " ucap Alvin menarik tangan adiknya.
mereka duduk dikursi ruang tengah, "De.. apa kaka ngaku aja ya, kalo kaka yang selama ini pengagum rahasia Lella, jujur kaka pengen banget melindungi gadis itu secara terang2an De.. kaka cukup frustasi memikirkannya!" ucap alvin dengan sesekali mengusap wajahnya.
-
-
-
Bersambung
__ADS_1