Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Rencana Pertemuan bag 2


__ADS_3

Sam menelpon sekretarisnya melalui interkom. "Hallo Lena, apa agenda saya setelah jam makan siang?" tanya Sam


"Iya Pak, ada pertemuan dengan client dari Bali pak, selanjutnya kosong!" jawab Lena Sekretarisnya


"Baik, setelah pertemuan dengan mr. Wong dari Bali, saya akan meninggalkan kantor, karna ada urusan, kau atur agenda saya besok, saya tunggu laporan kamu jam 8 kirim via email ya!" kata Sam.


"Baik Pak!"


Panggilan terputus, Sam bersiap-siap untuk menghadiri undangan makan siang bersama Rekan sejawat nya, kemudian menemui client dari Bali tersebut, lalu pergi ke coffee shop bertemu dengan Mr. Santo untuk membicarakan susunan acara besok.


***


Bread & Coffeshop


"Mr. Santo sudah lama?" Sam menjabat tangan rekan kerja sekaligus sahabatnya ketika masih dinas di Jepang.


"Saya baru sampai Sam., panggil Santo saja biar lebih akrab, toh kita akan menjadi besan kan.. hahaha! ucap mr. santo santai


"Okelah.. tunggu.. saya akan pesan makanan dulu!" kata Sam

__ADS_1


"Tidak perlu, sudah ku pesankan Sam!" jawab mr. Santo


Sam kembali duduk, melanjutkan obrolannya, tak lama pelayan datang "Silahkan dinikmati!"


Mereka menerima coffee dan kue kering di atas meja, "Terimakasih!" ucap mr. Santo sambil memberikan beberapa lembar uang pecahan 20.000 sebagai tips.


Obrolan mereka berlanjut, mereka memutuskan akan mengadakan acara pertemuan diluar, mereka memesan beberapa makanan dari foodcourt, dan itu semua di koordinir oleh Dea, istri Sam.


Mr. Santo mengikuti rencana dari Sam, disini Mr. Santo hanya berharap Putra semata wayangnya tidak melakukan hal bodoh untuk menggagalkan rencananya, walau dia mengatakan setuju, tapi terlihat sekali di wajahnya bahwa dia sangat terpaksa.


"Kau tenang saja, Putramu tidak akan melakukan hal itu!" ucap Sam.


"Bagaimana kalo kita tukar foto mereka, jadi mungkin dengan begitu putramu tidak akan menggagalkan rencana kita!" kata Sam.


"Hmm.. aku sudah melihat putrimu, dan aku menyukainya, aku pikir putraku pasti juga akan menyukainya." kata Mr. Santo


"Kau ini... selalu memaksakan kehendak.. hahaha!" tawa renyah Sam. "Terserah kau lah, kami akan menunggu kalian!" ucap Sam lagi.


"Betewe.. apa kau tidak berniat mencari istri lagi?" pertanyaan Sam membuat mr. Santo kembali memgingat mendiang istrinya

__ADS_1


"Sepertinya aku sulit untuk menerima wanita lain dihatiku, kalo aku niat, tidak mungkin aku bertahan menduda selama belasan tahun Sam." kata mr. santo.


Mereka kembali mengobrol sampai tidak terasa petang sudah menjelma diluar sana. Mereka memutuskan akan bertemu lagi saat hari pertemuan tiba.


Mereka menuju mobil, sebelum nya berjabat tangan. "Salam untuk putri cantikmu itu, calon menantuku!" kata Mr. Santo


"Baiklah, salam juga untuk putramu yang tampan itu!" kata Sam.


***


Putra sedang menonton tv saat sang papih pulang. " kau sudah makan nak?" tanya Mr. Santo.


"Hemm.. apa papih lembur hari ini? tumben baru pulang," terlihat sudah jam 8malam, dan tidak biasa Mr. santo pulang malam, karena biasanya sore jam 4 beliau sudah sampai rumah,


"Tadi papih bertemu Om Sam, calon ayah mertuamu! dan tadi ia menitipkan salam untukmu, katanya sudah tidak sabar ingin mempertemukan dirimu dengan putrinya!" ucap Mr. santo.


"Ceh.. aku harap dia tidak menyesal memilihku pih!" ucap Putra begitu cueknya.


"Jangan berbuat macam-macam nak, mereka keluarga baik-baik!" ancam mr. santo yang sudah melihat gelagat mencurigakan dari putranya.

__ADS_1


Sepertinya ini tidak mudah Jen, Putra kita sangat keras kepala, aku hanya ingin yang terbaik untuknya, karna kurangnya kasih sayang seorang ibu, Putra menjadi lelaki yang sulit diatur, semoga cara ini bisa mengubahnya, tolong kuatkan aku Jen.. gumam Mr. Santo berbicara dengan figura besar dimana foto mendiang istrinya Jenita itu terpampang dengan senyum manis.


__ADS_2