Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Senior Tampan


__ADS_3

"Huaaaaaa.... Lellaaa.. kayaknya gw bakal jantungan karna ngeliat cogan di fakultas ini.. " Bener2 tidak menyesal aku masuk kesini" ucap Dea sambil mengembangkan senyum dan meletakkan tangannya di dada.


Lella tidak menanggapi, dia hanya melamun sepanjang ospek hari ini, Dea yang melihat Lella hanya diam pun tidak sabar untuk bertanya. "Kamu kenapa La? lagi mikirin apa? mau cerita?" kata Dea lagi.


Lella melirik ke arah Dea sambil menghembuskan nafas halusnya. "Kemarin mama marah-marah lagi, kali ini aku sudah tau alasannya apa? aku hanya ingin membantunya, tapi aku tidak tau caranya bagaimana." ucap Lella menunduk


flashback on


"LELLAAAA .. LELLAAAA . . TURUUUN!!" teriakan Bu Ketty menggema di seluruh penjuru rumah, Giska yang mendengar langsung keluar dan turun menemui mamanya.


"Mama.. kenapa teriak-teriak sih ma, Ka Lella sedang mandi." ucap Giska lembut kepada sang mama.


"Dari mana saja dia, jam segini baru mandi?" apa dia baru pulang?" kata Bu Ketty


"I....iya ma.. Ka Lella baru pulang, td ka Lella bilang abis beli perlengkapan untuk besok ospeknya." ucap Giska membela Lella.


Lella terlihat keluar dari kamar, dan menghampiri mama tiri nya itu,


"Ada apa ma..? mama manggil aku?" ucapnya ketika sudah di hadapan Bu Ketty..


Bu Ketty meraih rambut panjang Lella dan menarik ke arahnya, "Kamu dari mana? tadi Gisel bilang dia ketemu kamu di Mall?" ucap Bu Ketty seraya mengertakan giginya.


"Aauuhh... keluh Lella.. " merasakan rambutnya yang sakit karna ditarik Bu Ketty. "I.. iya ma, tadi Lella ke Mall sebentar mampir ke toko buku, iya lella ketemu Ka Gisel, pas lagi makan di foodcourt! Tolong lepas ma.. sakiitt" air mata Lella telah tersapu oleh mata nya mengalir ke kedua pipi halusnya, merasakan pedih di kepalanya.


"Jangan Bohong!!! kamu gak bisa bohong ya!" ucap Bu Ketty dengan posisi tangan masih di kepalanya.


"Enggak ma.. Lella gak bohong!" Huhuhu.. Lella menangis merasakan sakit di badan dan hatinya.


flashback off


"Yang sabar ya La.. Mama kamu memang gila yaa!!" ucap Dea


"Huuss... De.. Mamaku gak gila, dia hanya kecewa!" kata Lella


"Sama aja La.. kelakuannya mirip sama yg di RS jiwa gitu..!" ucap dea cekikikan.


"Entahlah De.." Lella menerawang


**


"Heii.. kalian!!" ucap seorang senior


"Ngapain disitu?" ucapnya lagi


Lella dan Dea menengok ke arah laki-laki yang memanggil mereka.


"OMG La... itu ituu.. senior yg aku ceritain kemarin.." ucap Dea matanya melebar sempurna, memperhatikan sang senior berjalan menghampiri mereka.


"Ayo De.. kita udah ketinggalan jauh sama rombongan.." kata Lella menarik tangan Dea,


Hari ini mereka menjelajahi gedung lantai 2, hingga sampai di suatu ruangan, terlihat teman-teman yang sudah berkumpul, disana senior membagikan air minum dan beberapa makalah.


"Kenapa kalian bisa tertinggal? cepat bergabung dengan yang lain!" ucap kaka senior perempuan yang dilihat dari nametag nya bernama Suci,

__ADS_1


"Ci.. suruh mereka ambil minum sama makalahnya sekalian, baru duduk!" ucap senior laki-laki yang tak lain adalah Alvin


"Nihh.. ambil" ucap Suci seraya memberikan makalah dan minum kepada Lella dan Dea, "Selama ospek tolong ikuti peraturan kami ya, lainkali jangan tertinggal lagi.." ucapnya lagi.


"Iya ka, maaf kami tidak akan mengulanginya." ucap Dea .. Lella hanya menunduk


Ada dua manik mata yang memperhatikan gerak gerik Lella..


Apa dia sudah menerima surat dariku? kenapa tampangnya sangat sedih? apa karna surat kaleng yang ku berikan kemarin? gumam Alvin


Lella melirik ke arah Alvin yang memperhatikan, Alvin segera mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Sini aja La.." ucap Dea, mengajak Lella duduk, kursinya berada dibelakang, tapi masih terlihat oleh Alvin


"Hmm... " jawab Lella


mereka duduk dan mendengar arahan selanjutnya.


**


"Hei.. " ucap Alvin menghampiri Lella dan Dea


"Besok datang lebih pagi ya, temui saya di aula lantai 1." usai berkata Alvin segera meninggalkan mereka berdua.


Dea melongo dan masih menampilkan wajah kagetnya saat Alvin menghampiri mereka.


"Yaa Ampuuuunn.. Kamu liat La.. ganteng banget" dia kaka senior paling tampan yg ada di Fakultas ini La.. " ucap Dea sambil menangkup kedua pipinya, bibirnya yang mengembangkan senyum membuat Lella bergidik.


**


Lella memang jarang makan dirumah, kecuali jika ada ayahnya, saat ini Pak Jaya tengah ada bisnis di Singapura, maka selama itu Lella akan makan diluar siang hari, untuk pagi hari biasanya Dea membawakan untuknya.


Disela menikmati makan, ponsel Lella berdering


drrt. drrrt. drrrrrrt..


Ayah calling...


"Ayah" ucap Lella pelan


Segera dia menjawab telpon dari papanya, sekedar melepas rindu, Lella menceritakan semua kegiatan nya selama Ospek, dan apa saja yang dia kerjakan.


Setelah 30menit melakukan panggilan dengan papanya, Lella kembali meletakkan ponsel ke dalam tas. Dan melanjutkan makan siangnya yg tertunda.


"De.. besok pakai mobilmu yaa, kamu jemput aku kerumah!" pinta Lella.


"Hmm.. " ucap Dea di sela mengunyah makannya, sambil mengacungkan jempolnya.


Keduanya kembali kerumah dan Lella kembali ke kamar.


Kondisi rumah besar seperti biasa sepi, hanya ada Giska yang sedang terlihat menonton tv d ruang tengah.


Giska menoleh ke arah Lella yang berjalan masuk dan hendak menuju kamarnya.

__ADS_1


"Ka Lella.." panggil Giska.


Lella menghentikan langkahnya dan menghampiri adik tirinya itu.


Giska terlihat merogoh kantong celananya mengambil sesuatu.


"Nih ka.. ada surat lagi!" ucapnya, sambil menyodorkan surat kaleng berwarna ungu itu kembali.


Lella menerima nya "Kapan datangnya dek? siapa yg ngasih?" Lella bertanya


"Kata Pak Satpam sekarang yang ngasih cowok ganteng ka!" ucap Giska..


Lella mengernyit.. "Sepertinya dia memang sengaja mempermainkan aku!" gumam Lella, "Ya sudah.. kaka naik dulu ya dek! terimakasih" ucapnya sambil mengelus kepala adiknya itu.


Lella berjalan menuju kamar, dan merebahkan badannya, tasnya dilempar asal dan dia bergegas mandi.


Usai mandi Lella kembali membuka laptop dan menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian dia teringat akan surat kaleng yang dia terima siang ini, dibuka amplop surat berwarna ungu itu, sambil mengernyit dia membaca dengan seksama.


Hari ini kau terlihat cantik, tapi kau tak bisa mneyembunyikan kesedihan di matamu itu,


kau bisa menceritakan masalahmu.


hubungi aku di 0982xxxx xxx


aku siap mendengar keluh kesahmu..


your secret admire


"A"


Lella mengeryit lagi.. "A" gumamnya.. "siapa??" tanya nya dalam hati..


Lella mengambil ponselnya di dalam tas dan memasukkan nomor hp yg tertera di surat kaleng itu, dia sejenak melihat foto di profil Whatsapp milik nomor tersebut, hasilnya nihil, karna dia hanya menyantumkan foto huruf "A"


Lella menghempaskan nafas kasar, ingin dia memulai chat dengan nomor tersebut tapi dia urungkan, dia kembali menyimpan ponselnya.


seketika pintu kamar dibuka


BRAAAKKK ...


-


-


-


-


Dukung penulis dengan Like Dan Vote ya


Terimakasih


Selamat membaca😘

__ADS_1


__ADS_2